Jumat, 02 Januari 2015

Peraturan Maskapai Penerbangan?

Home sweet home. Telah tiba di rumah kedua, dengan disambut malam gemintang yang sunyi, di atas "masih" padatnya jalanan kota Jakarta.
Aku tersenyum sendiri menikmati suasana yang ada. Bertemu teman-teman yang siap mengajak untuk mengarungi kehidupan, bertemu dengan jalanan yang setiap saat menyemangatiku, bertemu ia, *nah lho, siapa, ketahuan kan?* #gak usah negatif gitulah# *terus siapa?* Ok, gak penting. Percakaapan dua orang yang gak jelas.

By the way, gak ada yang kusesali telah sampai di Jakarta dengan selamat *yaiyalah, kan selamat*. Bukan, bukan karena itu, karena biasanya ketika balik kesini, bayangan kedua orang tua dan keluarga masih bergelayut di pikiran, rasa berat untuk meninggalkan rumah menahan langkah kakiku. *splash, alay*.
Intinya, aku seneng, seneeeeeng banget dengan liburan kali ini. Cukup puas.

Materi utama pada postingan ini bukan tentang liburan, hayooo, penasaran liburanku yaa? *GR*. 
Semoga gak ngomongin orang di sini ya..
Aku sedang kesal dengan salah seseorang. Semoga gak kusebutkan namanya di sini *emang tahu namanya?*
Ada yang belum tahu mengenai musibah yang dialami Indonesia akhir-akhir ini? bukan.. bukan yang itu.. yang hot news sekali itu lho.. Bukan!!! itu sudah lama dihiraukan orang Indonesia. Yang ini lho..
Keywordnya Air Asia.

Semenjak peristiwa itu, hipoetesisku menyatakan orang akan lebih hati-hati dalam bepergian dengan menggunakan pesawat. Entah mereka akan menghindarinya, memilih kendaraan alternatif lain, atau  mungkin menaati peraturan yang senantiasa dibuat oleh maskapai penerbangan.
Iya, peraturan.
Tiba-tiba merasa jengkel dengan perkataan orang bahwa peraturan itu dibuat untuk dilanggar. *gak jelas nih mulai, terangin, mir biar jelas*.
Ok, tepatnya tadi malam dengan menggunakan salah satu maskapai penerbangan dengan warna khas hijau, dengan seat 3-3, dari Surabaya menuju Jakarta. Sendirian. Dengan membawa koper dan dua tas berbeda ukuran.
Aku duduk sambil menyunggingkan senyum karena hari sibukku akan datang *read : kuliah*, dua seat disebelahku masih kosong. Namun seat di berlawanan arah telah penuh dengan rombongan satu keluarga. Kubaca tabloid maskapai tersebut untuk menghindari kantuk yang menjalar. Sambil membuka buku kecil yang senantiasa kubawa dan jarang kubaca *ups*. Beberapa menit kemudian sebelum pesawat berangkat, seseorang tiba dan duduk di dekat jendela. Beberapa detik kemudian, seseorang lagi tiba. Kupersilakan untuk mengambil tempat duduk. Perawakannya tinggi, terlihat gugup, bingung. Sambil membawa kotak permen dan HP.
Sebelum pesawat berangkat, dia bermain alat elektroniknya,  seorang petugas berkata,"tolong HPnya dinonaktfikan". Dia hanya menghitamkan layar, ketika berlalu, dia menyalakan lagi".
Aku geram, sembari berfikir,"Jika ada frekuensi yang datangnya sama dengan mesin, maka bisa jadi mematikan turbin mesin pesawat".
Aku panik, berteriak, kesal *oke, alay mode on. Gak sampai segitunya. Cuman gerakkan kaki aja*
"Mas, tolong dimatikan HPnya".
"Sudah", katanya padaku dengan menunjukkan HP yang dibawa.
Aku terdiam, meskipun masih curiga, difikiran masih terngiang ngiang mesin turbin mati, lalu tubuhku melayang, hilang, rasa senang pun sirna.
Aku beristighfar berkali-kali. Aku harus positif thinking, semoga apa yang dikatakannya benar.
Kemudian dia menyalakan salah satu elektroniknya lagi. Mengambil headtset, memasang di telinganya, dan menyalakan musiknya.
Aku tercengang. Pesawat baru aja take off. Roda masih nempel di tanah, woy!
Aku geram, beristighfar berkali kali. Lalu takut-takut. Jika hal yang ada di fikiran ini terjadi, aku hanya bisa menyesal. Bisa jadi aku termasuk orang yang membunuh penumpang karena membiarkan keburukan yang tengah terjadi. Paling tidak aku harus memperingatkan dia. Entah bagaimana itu hasilnya *cie, berdakwah cuy di tengah pesawat*
"Mas, tolong dimatikan sebentar saja".
"Ini bukan HP, ini lho gadget".
Aku ber-ooh ria. Speechless. Kembali pada posisiku.
Oh, meeeen! Astaghfirullahaladhim. Ini orang pinter banget apa ya?
Ini bukan HP, tapi gadget? Bahasa gaul ada artinya bukan sih?
HP itu salah satunya adalah gadget!
Orang melek IT tapi gak pernah baca berita elektronik kah?
*Nih kan, ngomongin orang*


 Tiba tiba perasaan itu bergelayut dengan bacaan bahwa ada pesawat jatuh lantaran ada yang tidak mematikan barang elektroniknya yang bukan HP. iya, BUKAN HP!
Aku sudah speechless, berusaha menenangkan hati dengan istighfar, murajaah hafalan.

Belum selesai keherananku. Ketika peawat telah landing. Aku bergumam kembali. Pesawat belum benar benar berhenti, dia menyalakan HPnya, beberapa orang pun juga. Bukankah peraturan itu sudah jelas-jelas terdengar,"Tolong menyalakan barang elektronik di luar pesawat". Apa aku yang terlalu polos menaati peraturan itu?
Jelas peraturan itu dibuat untuk kita, karena kita, dari kita. Kenapa sih gak dituruti aja? Jarak waktu nyalain HP di pesawat dan di ruang pesawat hanya hitungan menit, coy! Sabar dikit bisa gak sih?!

Gini rupa orang Indonesia?
Gini mau gak ada kecelakaan?
Gini mau disiplin?
Gini mau masuk surga?

Bukannya sok suci. Cuman aku lebih baik jadi orang polos aja.
Aku gak ngerti. bener bener gak ngerti. Serius gak ngerti. Ada apa dengan hal ini?


1 komentar:

sherlina halim mengatakan...

Pengen yang lebih seru ...
Ayo kunjungi www.asianbet77.com
Buktikan sendiri ..

Real Play = Real Money

- Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
- Bonus Mixparlay .
- Bonus Tangkasnet setiap hari .
- New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
- Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
- Cash Back up to 10 % .
- Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : op1_asianbet77@yahoo.com
- EMAIL : asianbet77@yahoo.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7234
- WECHAT : asianbet_77
- SMS CENTER : +63 905 209 8162
- PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

Salam Admin ,
http://asianbet77.com/

My activities

style='overflow:auto; height:200px'>