Senin, 19 Mei 2014

Ulang Tahun? Ups..

1 komentar
Ada yang kontroversial lagi menurutku selama ini.
Selain aliran dan politik, yakni budaya.


Seorang nasionalisme berkata,"Jangan pernah meninggalkan budaya di Indonesia yang beraneka ragam".
Seorang ahli agama pada aliran tertentu berkata,"Jangan mencampur adukkan budaya islam dengan budaya tradisional lain", atau bahkan ada yang pernah mengatakan,"Bid'ah".
Seorang liberalis berkata,"Di zaman modernisasi ini, sudah sepantasnya kita mengikuti budaya barat, biar gaol".

Terlepas dari semua kebenaran perkataan tersebut. Aku hanya mengambil sedikit fenomena yang sering aku baca, dengar, dan sedikit kupahami (karena sedang dalam proses memahami arti kehidupan) di sekitar sini.

Budaya yang kumaksudkan pada pembahasan kali ini berupa budaya dari ujung barat, yang sudah seolah mendaging di Indonesia, yang baru-baru ini telah aku lalui, yakni :

:Ulang Tahun:



Menurut salah satu web di internet :Sejarah perayaan ulang tahun dapat ditelusuri kembali sebelum munculnya Kristen. Dalam budaya pagan diyakini roh-roh jahat mengunjungi orang – orang pada hari ulang tahun mereka. Untuk melindungi orang yang memiliki ulang tahun dari pengaruh jahat, orang-orang diundang untuk mengelilingi dia dan berpesta. Membuat banyak suara untuk menakut-nakuti roh-roh jahat. Pada waktu itu tidak ada tradisi membawa hadiah dan tamu menghadiri pesta ulang tahun akan membawa keinginan yang baik bagi orang ulang tahun. Namun, jika tamu membawa hadiah itu dianggap sebagai pertanda baik bagi orang kehormatan. Kemudian, bunga menjadi cukup populer sebagai hadiah Ulang Tahun. 

Mengerikan, bukan?

Ya, ngeri. Tapi apa sih yang bisa kita bisa lakukan dengan banyak orang di sekitar kita yang sedang berlomba lomba mencapai modernisasi zaman, mengikuti mindset yang seolah-olah hal yang tidak haq merupakan wajar.

Entah mengapa juga, hari demi hari mindsetku semakin meronta untuk mendapatkan berbagai wacana dari media, entah itu tentang pro dan kontra. Untuk itulah, aku menulis beberapa tulisan di sini, berharap ada yang mengingatkan jika ternyata yang aku dapatkan selama ini salah.

Selama ini, ulang tahun adalah hal yang sering kita dengar.
Berbagai fasilitas dengan mudah mengingatkan kita pada momen tersebut.
Lihat saja dengan facebook, dengan hanya satu click saja, kita bisa mengetahui siapa saja yang ulang tahun hari ini. Lihat saja HP yang memiliki memo untuk mengingatkan setiap moment yang dianggap penting oleh pemilik HP tersebut.

Ah, sekali lagi, hendak mengingatkan diri lagi, kalau mereka sedang mengubah mindset kita, sedikit demi sedikit, melakukan perang pemikiran. Ah, atau aku terlalu sibuk dengan kejahatan para musuh islam, sehingga seakan-akan sering mengaitkan hal ini?!

Aku nggak tahu, aku sedang dalam proses memahami.
Aku sedang memasukkan segala informasi yang ada di sekitar, memilah mana yang baik, tidak kaku, dan benar benar tidak salah.

Sehingga itu dia, ketika hasil belum tercapai, dan waktu masih berjalan terasa cepat.
Aku memilih untuk meningkatkan kasih sayang, meningkatkan keakraban dengan keluarga, teman-teman, sahabat, orang sekitar.
Aku mimilih untuk memanfaatkan moment yang mereka buat, tanpa sangat fanatik dengan moment itu untuk lebih memahami orang-orang sekitar.
Lihat saja pada 14 Mei kemarin, orang-orang yang jarang berkomunikasi, jarang bertukar kabar, hanya bisa mengetahui dari kejauhan tentang keadaan umumnya.
Pada saat itu, meningkatkan komunikasinya. Bertukar kabar, bercanda, lebih mengenali apa yang ia kerjakan.

Oke, mungkin akan ada yang membantah, bahwa meningkatkan komunikasi bukan hanya pada hari itu. Memang benar, komunikasi bisa ditingkatkan pada setiap saat, pada tanpa moment yang nyata, moment yang tidak seharusnya kita adakan.
Apa salahnya kan kita memanfaatkan moment tersebut dengan hal yang positif?

Itu bagiku, Is it wrong?

Wallahu 'Alam.

Terimakasih semua atas ucapannya, terimakasih keluargaku yang tiada hentinya mendoakan, memberikan materi dan non materi yang berlimpah.
Aku terharu :D


Minggu, 11 Mei 2014

Aku Rindu...

1 komentar
Sebenarnya sedikit useless hanya dengan menulis ini, tanpa mengatakan langsung kepada mereka. Berpura-pura cuek, tidak memperhatikan. Namun setiap waktu sering memantau keadaa mereka.
Seakan-akan menjadi seorang phunsuk wangdu yang senantiasa membeli album foto ataupun website kedua sahabatnya.
Seakan-akan menjadi seorang mata-mata yang diutus Rasulullah, melihat dari kejauhan musuh.
Seakan-akan menjadi seorang kekasih yang mematai mantan.
#ups...

Gak..gak, semua tadi ngaco.
Bukan itu yang aku maksud.

Hari ini merupakan hari terbaik, akhir-akhir ini ketika melihat, mendengar, mengetahui orang-orang dekat sedang berbahagia, aku juga bahagia melihatnya.

Seperti ketika 19 April dulu, Apa sih yang bisa aku bagi? Hanya sebuah kado untuk mereka, menyelundup dalam perayaan kecil serta bertukar kabar dengan waktu yang lama.
Karena itu yang aku bisa lakukan.

Hari ini pula, ketika mengetahui seorang yang telah menemani selama 2 tahun, sering bersama, menjadi salah satu alasan yang membuat aku bersyukur telah berada di sekolahku yang dulu. (Kebanyakan gerund-nya, mir -.-) Intinya sih, it's her graduation's day :D
Aku rindu, rindu bercanda dengannya, dengan thumb war nya, dengan upaya nya untuk mendekatiku, dengan semangatnya menjadi relawan di negeri orang, dengan kegigihannya menjadi seseorang yang baik, dengan keteguhannya memegang beberapa prinsip, dengan lesung pipitnya.
Ah, aku tahu, aku rindu.

Siapa yang nggak tahu kalau kita nggak bisa mengembalikan waktu?
Juga siapa yang nggak tahu kalau pertemuan itu pasti akan berujung dengan perpisahan
Serta siapa yang nggak tahu..


Ah, banyak perkataan, ah.



Pada saat ini pula, seorang sahabat, yang telah mengawali pengalaman yang tak terlupakan, sedang mendapati umurnya telah berbeda dengan tanggal sebelumnya. Bukan,
Bukan pula bermaksud acuh tak acuh,
Setidaknya, buat apa kita mengumbar ucapan itu?
Meskipun hari seperti ini bukanlah hari pada Islam.
Entah ini liberal atau tidah (Tsaaaah, ribet banget pemikiranku sekarang)
Intinya sihSahabatku udah gak kecil lagi :D)
Ak rindu, rindu perkataan yang sering membuat kita ketawa nggak jelas, dengan perjuanganya menempuh waktu yang sedikit untuk sekolah,

Sekarang aku baru tahu bahwa perasaan itu bukanlah sekedar perkataan.
Sedangkan perkataan bukanlah mengekspresikan segala perasaan.
Setidaknya perkataan ini sedikit memberitahukan bahwa ini perasaanku sekarang.


Happy Night ^^ . One day, i believe i will meet you all at one place and talk randomly...


My activities

style='overflow:auto; height:200px'>