Sabtu, 27 Desember 2014

Terima Kasih Terima Kasih Terima Kasih Terima Kasih Terima Tasih. Ya, Tiada Henti.

1 komentar
Bismillahirrahmanirrahim.
Udah lama, lama, laamaaa banget, punya niatan yang baik ini, ah.. terlalu banyak basa basi..
Akhirnya niat yang tinggi itu terealisasi di sini, sekarang, ketika tugas lain masih terbengkalai, ketika harapan lain muncul dan harapan lama terabaikan, ketika rasa itu semakin menjauh...

Masih dalam lingkaran ketidaktahuan dalam memahami hidup, terseok-seok menjadi orang yang bermanfaat dan bijak. Menjadi orang yang berguna untuk setiap orang, memudahkan setiap orang yang sama-sama sedang memahami perjalanan hidup yang tengah dilalui bersama-sama.

Aku duduk di sini, ditemani dengan sebongkah laptop yang sudah bertahun-tahun, ditemani kedua orang-tua yang tidak pernah mengeluh memberikan segalanya untuk anak-anak tercintanya, yang sedang berfikir aku, adikku, dan ah.. mbakku. Yang setiap waktu sedang ditekan dengan masa hidup remajanya yang diujung tanduk, menanti ucapan sakral dari lawan jenis, melegakan orang tua untuk berfikir lebih mudah. Hingga membuaikanku akan depan yang masih lama, yang sedang memikirkan harapan lain, rasa yang menjauh.

Mari kita tinggalkan sejenak.
Aku di sini untuk membucahkan perasaan dari segala perasaan.
Perasaan yang menggelisahkan, menyedihkan hingga berhujung dengan rasa syukur, beruntung dan semangat tiada henti. Note! Hilangkan rasa satu hal yang semakin menjauh itu.

Sampai sekarang aku masih terheran-heran dengan kondisi sekarang. Memiliki sahabat yang selalu memberi dukungan ketika kubutuhkan, memiliki keluarga- keluarga yang teduh, aman, nyaman, saling peduli.
Seringkali aku terharu hingga perasaan itu membuncah. Terima kasih, terima kasih ya Allah telah Engkau berikan nikmat yang Masya Allah ini untukku. Memiliki keluarga kandung, saudara-saudari kandung nan jauh tempatnya, memiliki keluarga Adzkiya, memiliki lingkaran liqo yang tiada putusnya memberikan semangat ruh, memiliki keluarga muslimah yang meningkatkan potensi diri untuk selalu mengingat-Mu, memiliki keluarga komnet yang kece, memiliki keluarga Komputasi Statistik yang peduli dalam diamnya, memiliki lingkaran tahsin yang memompaku untuk tidak mengabaikan tujuan utamaku lahir di dunia ini, memiliki keluarga Pengolahan Data yang saling bergandeng tangan, memiliki Engkau yang selalu memberikan kejutan yang indah, manis sekali.

Ah, semoga bukan hanya kata-kata yang terlontar ini dengan percuma, namun juga terpatri dalam hati, dilakukan dengan hal yang bermanfat.

Setelah diguncang dengan amanah yang subhanallah beberapa bulan yang lalu, yang telah diingatkan dengan Allah akan amanah lain, yakni tubuh memiliki hak juga, sekarang Allah semakin mengujiku dengan hal yang sama. Hingga aku bisa melewati ini dengan senyuman dan semakin bijak.

Teringat dengan kakak mentorku berkata,"Allah tidak akan berhenti menguji umatnya dengan ujian yang sama hingga dia bisa lolos dengan ujian tersebut".

Mungkin Allah masih menilaiku, aku terlalu susah membagi waktu dan fikiran.

Memiliki amanah menjadi dua sekretaris serta mengajar tahsin, dan amanah lain terasa berat memang.
Tetapi semua itu terasa mudah dan menyenangkan karena Allah memang memberikan yang terbaik untuk umatnya.
Betapa tidak?
Amanah yang pertama adalah sekretaris suatu bidang UKM. Sungguh, pernah ada perasaan untuk melepas jabatan itu, karena takut amanah menjaga tubuh ini terlalaikan, tetapi tiba tiba teringat bahwa"Sebaik baiknya manusia adalah manusia yang sangat bermanfaat untuk orang lain". Heiiiii, lalu bagaimana dengan ini?
You know the most of All ! (ok, aku ngerti structure nya salah, jadi kangen Kakakku yang jauh disana). Yang paing ngerti padahal gak ngerti apa-apa, apa salahnya sih. Bukankah kamu udah cinta sama tuh bidang? Bener bener pingin majuin dia supaya bener bener ada. Dikasih amanah gini aja masak gak mau?
Alhamdulillah, ternyata amanah itu tidak seberat yang kufikirkan, karena memiliki partner yang sangat-sangat memahami kondisi ini, mengemban amanah ini bersama-sama, bahkan rela bertanggungjwab hampir semua tugasnya. Rasa syukur ini tiada henti mengalir kepadaMu, ya Rabb..

Amanah yang kedua adalah sekretaris suatu seksi di PKL yang kece.
Kece, cuy.. karena hanya dilaksanakan sekali dalam hidup.
Sekali lagi, karena takut melalaikan amanah untuk menjaga tubuh. Aku bimbang, terdiam beribu bahasa.
Alhamdulillah, karena mendapat dukungan dari keluarga-keluargaku di atas, mendapatkan hak dari para-para tetua. Akan kuemban amanah ini.
Namun, eh, kenapa namun?
Harusnya bilangnya Makasih ya Allah, karena amanah ini terasa mudah, nikmat sekali karena memiliki sekali lagi partner partner yang masyaAllah benar-benar ikhlas dan ridho menjalankan tugasnya dengan baik.
Semangat mereka yang tiada henti mengalir, memompaku untuk hidup dan semangat yang membara.

Kece, sumpah! Semua orang di sana kece semua! Mengagumi setiap orang yang memiliki semangat walaupun sekecil apapun itu.

Di sela sela kesibukan dunia ini. Ada amanah yang indah, yang membuatku untuk senantiasa mengingatMu.
Amanah mengajar tahsin.
Jujur, apalah aku ini? menyerap ilmu gak 100%, masih memiliki banyak salah, baca pun masih gak sempurna.

Tapi, sebaik baiknya manusia adalah belajar alQuran dan mengajarkannya.
Aku mau jadi orang yang baik lhooo....
Jadi, begitulah, here I am!
Mencoba memberikan apa yang bisa kuberi untuk adik-adikku. Menyisipkan rasa cinta yang ada untuk mereka yang sedang semangat mencari ilmu. Hebatnya, ketika kampus kurang kondisif, semangat itu masih terpatri di adik-adik tercinta ini untuk mencari ilmu agama.


Ya Allah, rasa syukur ini sering membuatku tersenyum dalam memahami hidup. Terima kasih ya Allah.
Semoga eksistensi mereka, konsistensiku selalu istiqomah untuk menuju jalanMu..
Semoga rasa terima kasihku, lewat secarik tulisan ini tersampaikan pada mereka, orang-orang sekitarku yang sangat berarti dalam sekecil apapun perbuatan mereka untukku.
Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.

Senin, 19 Mei 2014

Ulang Tahun? Ups..

1 komentar
Ada yang kontroversial lagi menurutku selama ini.
Selain aliran dan politik, yakni budaya.


Seorang nasionalisme berkata,"Jangan pernah meninggalkan budaya di Indonesia yang beraneka ragam".
Seorang ahli agama pada aliran tertentu berkata,"Jangan mencampur adukkan budaya islam dengan budaya tradisional lain", atau bahkan ada yang pernah mengatakan,"Bid'ah".
Seorang liberalis berkata,"Di zaman modernisasi ini, sudah sepantasnya kita mengikuti budaya barat, biar gaol".

Terlepas dari semua kebenaran perkataan tersebut. Aku hanya mengambil sedikit fenomena yang sering aku baca, dengar, dan sedikit kupahami (karena sedang dalam proses memahami arti kehidupan) di sekitar sini.

Budaya yang kumaksudkan pada pembahasan kali ini berupa budaya dari ujung barat, yang sudah seolah mendaging di Indonesia, yang baru-baru ini telah aku lalui, yakni :

:Ulang Tahun:



Menurut salah satu web di internet :Sejarah perayaan ulang tahun dapat ditelusuri kembali sebelum munculnya Kristen. Dalam budaya pagan diyakini roh-roh jahat mengunjungi orang – orang pada hari ulang tahun mereka. Untuk melindungi orang yang memiliki ulang tahun dari pengaruh jahat, orang-orang diundang untuk mengelilingi dia dan berpesta. Membuat banyak suara untuk menakut-nakuti roh-roh jahat. Pada waktu itu tidak ada tradisi membawa hadiah dan tamu menghadiri pesta ulang tahun akan membawa keinginan yang baik bagi orang ulang tahun. Namun, jika tamu membawa hadiah itu dianggap sebagai pertanda baik bagi orang kehormatan. Kemudian, bunga menjadi cukup populer sebagai hadiah Ulang Tahun. 

Mengerikan, bukan?

Ya, ngeri. Tapi apa sih yang bisa kita bisa lakukan dengan banyak orang di sekitar kita yang sedang berlomba lomba mencapai modernisasi zaman, mengikuti mindset yang seolah-olah hal yang tidak haq merupakan wajar.

Entah mengapa juga, hari demi hari mindsetku semakin meronta untuk mendapatkan berbagai wacana dari media, entah itu tentang pro dan kontra. Untuk itulah, aku menulis beberapa tulisan di sini, berharap ada yang mengingatkan jika ternyata yang aku dapatkan selama ini salah.

Selama ini, ulang tahun adalah hal yang sering kita dengar.
Berbagai fasilitas dengan mudah mengingatkan kita pada momen tersebut.
Lihat saja dengan facebook, dengan hanya satu click saja, kita bisa mengetahui siapa saja yang ulang tahun hari ini. Lihat saja HP yang memiliki memo untuk mengingatkan setiap moment yang dianggap penting oleh pemilik HP tersebut.

Ah, sekali lagi, hendak mengingatkan diri lagi, kalau mereka sedang mengubah mindset kita, sedikit demi sedikit, melakukan perang pemikiran. Ah, atau aku terlalu sibuk dengan kejahatan para musuh islam, sehingga seakan-akan sering mengaitkan hal ini?!

Aku nggak tahu, aku sedang dalam proses memahami.
Aku sedang memasukkan segala informasi yang ada di sekitar, memilah mana yang baik, tidak kaku, dan benar benar tidak salah.

Sehingga itu dia, ketika hasil belum tercapai, dan waktu masih berjalan terasa cepat.
Aku memilih untuk meningkatkan kasih sayang, meningkatkan keakraban dengan keluarga, teman-teman, sahabat, orang sekitar.
Aku mimilih untuk memanfaatkan moment yang mereka buat, tanpa sangat fanatik dengan moment itu untuk lebih memahami orang-orang sekitar.
Lihat saja pada 14 Mei kemarin, orang-orang yang jarang berkomunikasi, jarang bertukar kabar, hanya bisa mengetahui dari kejauhan tentang keadaan umumnya.
Pada saat itu, meningkatkan komunikasinya. Bertukar kabar, bercanda, lebih mengenali apa yang ia kerjakan.

Oke, mungkin akan ada yang membantah, bahwa meningkatkan komunikasi bukan hanya pada hari itu. Memang benar, komunikasi bisa ditingkatkan pada setiap saat, pada tanpa moment yang nyata, moment yang tidak seharusnya kita adakan.
Apa salahnya kan kita memanfaatkan moment tersebut dengan hal yang positif?

Itu bagiku, Is it wrong?

Wallahu 'Alam.

Terimakasih semua atas ucapannya, terimakasih keluargaku yang tiada hentinya mendoakan, memberikan materi dan non materi yang berlimpah.
Aku terharu :D


Minggu, 11 Mei 2014

Aku Rindu...

1 komentar
Sebenarnya sedikit useless hanya dengan menulis ini, tanpa mengatakan langsung kepada mereka. Berpura-pura cuek, tidak memperhatikan. Namun setiap waktu sering memantau keadaa mereka.
Seakan-akan menjadi seorang phunsuk wangdu yang senantiasa membeli album foto ataupun website kedua sahabatnya.
Seakan-akan menjadi seorang mata-mata yang diutus Rasulullah, melihat dari kejauhan musuh.
Seakan-akan menjadi seorang kekasih yang mematai mantan.
#ups...

Gak..gak, semua tadi ngaco.
Bukan itu yang aku maksud.

Hari ini merupakan hari terbaik, akhir-akhir ini ketika melihat, mendengar, mengetahui orang-orang dekat sedang berbahagia, aku juga bahagia melihatnya.

Seperti ketika 19 April dulu, Apa sih yang bisa aku bagi? Hanya sebuah kado untuk mereka, menyelundup dalam perayaan kecil serta bertukar kabar dengan waktu yang lama.
Karena itu yang aku bisa lakukan.

Hari ini pula, ketika mengetahui seorang yang telah menemani selama 2 tahun, sering bersama, menjadi salah satu alasan yang membuat aku bersyukur telah berada di sekolahku yang dulu. (Kebanyakan gerund-nya, mir -.-) Intinya sih, it's her graduation's day :D
Aku rindu, rindu bercanda dengannya, dengan thumb war nya, dengan upaya nya untuk mendekatiku, dengan semangatnya menjadi relawan di negeri orang, dengan kegigihannya menjadi seseorang yang baik, dengan keteguhannya memegang beberapa prinsip, dengan lesung pipitnya.
Ah, aku tahu, aku rindu.

Siapa yang nggak tahu kalau kita nggak bisa mengembalikan waktu?
Juga siapa yang nggak tahu kalau pertemuan itu pasti akan berujung dengan perpisahan
Serta siapa yang nggak tahu..


Ah, banyak perkataan, ah.



Pada saat ini pula, seorang sahabat, yang telah mengawali pengalaman yang tak terlupakan, sedang mendapati umurnya telah berbeda dengan tanggal sebelumnya. Bukan,
Bukan pula bermaksud acuh tak acuh,
Setidaknya, buat apa kita mengumbar ucapan itu?
Meskipun hari seperti ini bukanlah hari pada Islam.
Entah ini liberal atau tidah (Tsaaaah, ribet banget pemikiranku sekarang)
Intinya sihSahabatku udah gak kecil lagi :D)
Ak rindu, rindu perkataan yang sering membuat kita ketawa nggak jelas, dengan perjuanganya menempuh waktu yang sedikit untuk sekolah,

Sekarang aku baru tahu bahwa perasaan itu bukanlah sekedar perkataan.
Sedangkan perkataan bukanlah mengekspresikan segala perasaan.
Setidaknya perkataan ini sedikit memberitahukan bahwa ini perasaanku sekarang.


Happy Night ^^ . One day, i believe i will meet you all at one place and talk randomly...


My activities

style='overflow:auto; height:200px'>