Sabtu, 13 Juli 2013

Ramadhanku dan Uasku

1 komentar

Alhamdulillah baru selesai buka bersama bekisar tepat setelah itu kita pulang iqomat berkumandang. Ditemani hujan rintik-rintik kami berlima pulang dengan santainya walaupun tarawih telah memanggil-manggil. Kala itu aku melihat bus transjakarta berhenti di halte bidara cina. Sepi, hanya kernet dan sopirnya di dalam bus. Subhanallah, euforia tarawih terasa di sini. Nikmat melihatnya. Tapi? betapa kasihan mereka berdua, harus bertugas di kala setiap muslim dan muslimah yang sempat dan menyempatkan shoat tarawih, memperbanyak malam-malam yang indah di Bulan Ramadhan. Aku terdiam, menerawang,"Allah terimakasih telah menjodohkanku pada profesi statistik, juga teman-teman STIS, dengan begitu jika kami bekerja nanti pasti kami bisa meluangkan waktu untuk bertemu denganmu, dalam indahnya sholat tanpa halangan pekerjaan. Insya Allah". Akku berhenti, dan kemudian duduk menunggu temanku selesai membeli barang,"Allah, semoga dia, kakakku, adikku, juga orang-orang yang aku cintai mendapatkan pekerjaan tanpa mengganggu ibadaha mereka. Amin".
Kemudian kami berjalan kembali, menyusuri jembatan menuju kos temanku untuk mengadakan sholat tarawih karena telat di masjid. Subhanallah, aku baru tahu bahwa tempat-tempat yang sering aku datangi adalah tempat orang sholeh yang senantiasa menyempatkan diri untuk menghadapmu. Warteg, fotocopy tutup. 

Yah, anyway. Di tengah kenikmatan bulan Ramadhan namun aku belum merasakan dan masuk kedalamnya, kita harus menjalankan UAS. Ujian bertubi-tubi. Jadi gak ada feelnya.
Saat semangatnya mengerjakan kalkulus uts dulu sangat berbeda dengan uas. Walaupun mencoba menyemangati diri sendiri. Mencoba cara lain dengan menyibukkan diri, lalu memanfaatkan waktu lang yang tersisa. Namun wallahualam hasilnya. Begitu pula dengan alpro.
Aku pernah berdoa pada-Nya sebelum mengerjakan,"Allah, jika ini tempat yang terbaik untukku, mudahkan aku, semua yang aku pelajari kelua. Jika tidak, tetap mudahkan. Naun jika iya lebih mudahkan lagi ya Allah".
Entah Allah mengabulkan apa tidak. Tapi aku harus mengernyitkan alis berkali-kali, memegang kepala tiap kali, dan memaikan pulpen sekali-kali. 
Namun setidaknya Allah mengizinkan aku untuk mengarang bebas di PSK dan Agama. :D

To be busy? Sometimes I wanna be. Setidaknya dengan begitu banyaknya aku mengikuti acara, aku bisa mempelajari dalam diamku tentang karakter orang-orang. Memahaminya, memakluminya

Semoga bulan Ramadhan ini lebih baik dan barokah juga UASku. Amin

My activities

style='overflow:auto; height:200px'>