Rabu, 24 April 2013

KEBOSANAN?

0 komentar




Sepertinya pada masa sekarang kita harus bertahan. Bukan bertahan pada sulitnya menjalani hidup, namun bertahan dari kebosanan, kebosanan pada rutinitas. Ya, aku bosan.
YA, BOSAN.
.
.
.
.
.
.
Yo wes, bosen pokoke. Masak jek pingin nulis maneh ?!

Bagaimana tidak, ketika SMA dulu berharap sekali kuliah, karena yakin mata kuliah tersebut jika semakin sedikit, maka intensitas di kelas lebih sedikit dari SMA. The fact? SMA yang dulu, eh, okelah, kita lihat pada kelas tiga. Berangkat jam 6, jam 5 selesai. Maksimal sampai rumah maghrib. Ini? berangkat jam 7, pulang jam setengah tujuh. Sama saja kan?
#tipikal orang malas

By the way, Selamat datang UTS!
Sebenarnya sangat berharap ada libur 1 minggu menjelang UTS, bukan untuk belajar, namun untuk refreshing.  Tetapi memang tidak bisa mengelak dari itu, kita harus berusaha untuk semangat!
Ya, semangat! Hanya perlu semangat untuk menunggunya. Hanya itu *ups.

Di antara mata kuliah yang kurang menarik itu, ada beberapa mata kuliah yang menyenangkan, ini bukan berarti bisa, namun menarik untuk dipelajari. Di antaranya adalah ALPRO dan AGAMA.
Ketika dua mata kuliah ini, aku merasa benar-benar hidup di sini, mengenal apa belajar itu sesungguhnya, memahami arti jihadnya. Wes, malah lebay.

Sebelumnya, karena memang nggak tahu apa yang harus dilakukan. Maka asal nulis aja apa yang ditulis.
Selamat berjuang! Selamat UTS!
Wish us the best!!!!!!!

Selasa, 16 April 2013

Aku Gak Ngerti

3 komentar







Entah, kadang aku heran sama dunia ini, aku gak ngerti.
Di saat malam yang sudah larut ini, kamar sebelah masih muter lagu mellow yang mendayu-dayu, yang katanya itu band nya orang gahol.
Entah.
Aku sudah tidak peduli lagi dengan gahoool, atau apapun yang ada saat ini.
Aku gak tahu apa yang terjadi.





Pernahkah kamu menyukai sesuatu, tetapi lambat laun aspek yang ada dalam sesuatu itu ternyata mengubah pola pikirmu, sedikit demi sedikit, tanpa kamu sadari. Dan kamu tersadar sekarang?

Ya, AKU PERNAH. SEKARANG.
 
Dahulu, aku sangat menyukai bahasa Inggris, bagaimana tidak?!

Ketika duduk di SD, baru pertama kalinya aku menemui suatu perkumpulan bahasa Inggris. Menambah keluarga lagi, yang membuat orang-orang itu dekat denganku.Aku menyukai itu, sehingga membuatku percaya bahwa ketika belajar, kita harus menyukai apa yang kita pelajari.

Ketika SMP, aku tetap menyukai itu, selalu mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru dari nya, pengalaman yang banyak, bertemu dengan orang-orang banyak. Aku sangat menyukai itu, sehingga membuatku percaya bahwa ketika belajar, kita harus menyukai apa yang kita pelajari.

Ketika SMA, aku bertemu native speaker, dikenalkannya beberapa temannya, mengetahui budayanya, tingkah lakunya, cara belajarnya, banyak hal, perlahan tanpa diketahuinya, aku belajar banyak darinya. Aku menyukainya, namun aku ragu akan beberapa budayanya, sehingga membuatku percaya bahwa ketika belajar bahasa, kita harus mempelajari pula budayanya.

Ya, aku suka.
Aku suka guru-guruku, aku suka teman-teman di dalamnya, aku suka bahasanya, dan aku suka.

Tapi aku sadar, apa yang sedang aku pelajari sedikit diterapkannya budaya-budaya yang gak seharusnya diterapkan, diberikannya ilmu yang gak seharusnya kita dapat, perlahan, diubahlah cara pandang kita sedikit demi sedikit. "Cuman" bahasa, is'nt it? Tapi dari kata cuman itu akan membuat kita semakin ngentengkan, enteng, dan gak peduli.
Aku bukan seseorang yang pandai menyaring ilmu, aku masih seorang anak kecil yang sedang tumbuh secara fisik, namun belum cukup bijaksana, sangat tidak dewasa, dan butuh ilmu yang seluas samudra. Lalu bagaimana?

Tidak mungkin kan kita mempelajari ilmu tetapi ilmu lain yang sedang kita gali berbeda pendapat?
Ataukah malah pemberi ilmu itu mengatakan dengan gak enaknya,"Kalian kuliah masih ada agama? Diajari apa? ngaji? Sebenarnya agama itu sudah dibahas sampai SMA ya".
What? Allah..
Beri beliau petunjuk, beri saya kelapangan dada untuk menyerap ilmunya.

Sekarang aku percaya, ketika kita belajar, namun kita tidak menyukai semua aspek di dalamnya, apa yang kita pelajari memantul dengan sepenuhnya. Dia tidak meninggalkan sisa, bekas, dan noda.

Aku gak ngerti. Aku gak ngerti. Aku gak ngerti.
Maka, berdiam adalah cara yang tepat.


Senin, 01 April 2013

Should Go on

0 komentar
Ya, Memang semuanya harus terus berlanjut. Meskipun sedikit demi sedikit kita semakin menjauh dengan orang-orang terdekat kita. Percayalah. Semuanya akan bertemu lagi, di tempat dan suasana yang lebih baik. Aku selalu percaya itu, dengan penyangkalan-penyangkalan agar tidak menitikkan air mata.

Ati-ati yu.
*speechless* :D
Gak, aku gak nangis kok. Anggap saja kamu percaya, rasanya nyesek sekali ketika aku harus mengulang seperti dulu. Bersamanya, dan berpisah dengannya, dengan perasaan terharu dan nyesek berkali-kali.
Lalu aku berjuang untuk percaya supaya kita pasti bisa bertemu. Lalu aku bisa melalui ini lebih baik. Ya, lebih baik, yu.

by the way, ternyata ada seorang lagi yang sedikit menjaga jarak. orang terdekatku juga. Meskipun tidak ada pertengkaran, tidak ada hujatan, juga tidak ada kejutan seperti ayu. Tapi ternyata ini sama sakitnya. Sama nyeseknya seperti lainnya. Seperti biasanya.

Dan aku harus menjalani hari-hari selanjutnya dengan lebih sendiri-mandiri.

Terima-kasih teruntuk dua orang terdekatku :)
Sudah beraninya mewarnai sedikit umur di hidupku. Sudah menyisakan cerita-cerita yang cukup banyak untuk dikenang dan dijaga. Sudah menghilangkan beberapa keluhan yang sering ku jalani. Sudah membantu untuk mengirimkan beribu-ribu kebaikan.

Aku mengingat kalian ketika kita bertemu.
Ayu yang berdiri di depan laboratorium bahasa, lalu Eliya memperkenalkan kita bahwa dia akan duduk bersamanya. Lalu kita berempat sering bersama. Aku mengingat ketika kita menonton film bareng, baca novel bergantian, belajar bareng di Bu Umi, Main English Club bersama Miss Lauren, berdua ikut ekskul Magz-O, menjalani editing-editing yang melelahkan. Banyak. Cukup banyak.

Dia yang sering aku ketahui main  sepulang sekolah ketika aku, ayu dan teman-teman sering main juga sepulang sekolah, dia yang satu-satunya 3 tahun sekelas denganku, dia yang begitu banyak ingin tahu, dia yang mengajariku banyak hal, bercerita, berkata, memahami hikmah kehidupan, menyemangatiku, dia yang membagi ceritanya padaku.

Ah, aku selalu mengingat kalian. Selalu. Insya Allah :)

Thanks.


My activities

style='overflow:auto; height:200px'>