Rabu, 02 Oktober 2013

Simpel, Mudah, dan Universal nya rumah123.com

1 komentar
Assalamualaykum wr wb.
Selamat datang untuk pembaca semuanya yang telah menunggu postingan ini. #geer.
Yah, mungkin bukan menunggu. Mungkin saja bersenang ria karena sudah tidak ada sampah di listing teman teman.
Tetapi kali ini, hal yang benar benar cukup menakjubkan datang dalam bulan ini, (bisa dikatakan September ini) ada sebuat email dari seorang klien yang menyatakan ingin melakukan kerja sama dalam menaikkan trafik di infografiknya.
Saya cukup mengagumi trik tersebut, dengan cara bagaimana untuk menaikkan trafik pengunjung yang mengunjungi websitenya dengan meminta beberapa web lainnya menyertakan link nya di dalamnya. Istilahnya begini jika seseorang mencari kata kunci yang berkaitan dengan blogku. Mungkin saja dengan kata "kupu-kupu pink"atau kata kunci yang menyangkut blog saya, otomatis dalam pencarian akan muncul beberapa link yang ada di dalam blog saya. Mungkin itu gambaran yang saya dapatkan dari mesin pencarian google.

Situs ini berupaya untuk menarik pelanggan dengan cara menaikkan trafik mereka sehingga dengan mudahnya pelanggan menemukan situs properti tersebut.
Simpel, mudah, dan universal. Mungkin itu yang saya dapatkan di sini.

Berikut ini postingan yang perlu saya bagikan dalam mengikat kerja sama dengan situs tersebut. 

Artikel penuh di situs jual rumah di Indonesia, Rumah123.com. Kita ucapkan semoga sukses untuk mereka :)
Wassalamualaykum wr wb


Sabtu, 13 Juli 2013

Ramadhanku dan Uasku

1 komentar

Alhamdulillah baru selesai buka bersama bekisar tepat setelah itu kita pulang iqomat berkumandang. Ditemani hujan rintik-rintik kami berlima pulang dengan santainya walaupun tarawih telah memanggil-manggil. Kala itu aku melihat bus transjakarta berhenti di halte bidara cina. Sepi, hanya kernet dan sopirnya di dalam bus. Subhanallah, euforia tarawih terasa di sini. Nikmat melihatnya. Tapi? betapa kasihan mereka berdua, harus bertugas di kala setiap muslim dan muslimah yang sempat dan menyempatkan shoat tarawih, memperbanyak malam-malam yang indah di Bulan Ramadhan. Aku terdiam, menerawang,"Allah terimakasih telah menjodohkanku pada profesi statistik, juga teman-teman STIS, dengan begitu jika kami bekerja nanti pasti kami bisa meluangkan waktu untuk bertemu denganmu, dalam indahnya sholat tanpa halangan pekerjaan. Insya Allah". Akku berhenti, dan kemudian duduk menunggu temanku selesai membeli barang,"Allah, semoga dia, kakakku, adikku, juga orang-orang yang aku cintai mendapatkan pekerjaan tanpa mengganggu ibadaha mereka. Amin".
Kemudian kami berjalan kembali, menyusuri jembatan menuju kos temanku untuk mengadakan sholat tarawih karena telat di masjid. Subhanallah, aku baru tahu bahwa tempat-tempat yang sering aku datangi adalah tempat orang sholeh yang senantiasa menyempatkan diri untuk menghadapmu. Warteg, fotocopy tutup. 

Yah, anyway. Di tengah kenikmatan bulan Ramadhan namun aku belum merasakan dan masuk kedalamnya, kita harus menjalankan UAS. Ujian bertubi-tubi. Jadi gak ada feelnya.
Saat semangatnya mengerjakan kalkulus uts dulu sangat berbeda dengan uas. Walaupun mencoba menyemangati diri sendiri. Mencoba cara lain dengan menyibukkan diri, lalu memanfaatkan waktu lang yang tersisa. Namun wallahualam hasilnya. Begitu pula dengan alpro.
Aku pernah berdoa pada-Nya sebelum mengerjakan,"Allah, jika ini tempat yang terbaik untukku, mudahkan aku, semua yang aku pelajari kelua. Jika tidak, tetap mudahkan. Naun jika iya lebih mudahkan lagi ya Allah".
Entah Allah mengabulkan apa tidak. Tapi aku harus mengernyitkan alis berkali-kali, memegang kepala tiap kali, dan memaikan pulpen sekali-kali. 
Namun setidaknya Allah mengizinkan aku untuk mengarang bebas di PSK dan Agama. :D

To be busy? Sometimes I wanna be. Setidaknya dengan begitu banyaknya aku mengikuti acara, aku bisa mempelajari dalam diamku tentang karakter orang-orang. Memahaminya, memakluminya

Semoga bulan Ramadhan ini lebih baik dan barokah juga UASku. Amin

Selasa, 14 Mei 2013

Itu Eropanya Namun Ini Eropaku (part II)

0 komentar
Yey, ceritanya dilanjutkan..
Darimana kita? ah ya.
Ternyata masalah kita dimulai saat itu, yakni ketika kita tidak menemukan elf yang kosong untuk membawa kita kembali ke  daerah dago. Menunggu beberapa menit, lewat sih lewat elf itu, namun penuh dengan orang yang dipaksa untuk berdesak-desakkan. Dengan harapan kosong dan penundaan yang sempurna, kita harus segera pulang karena ada beberapa hal, dan akhirnya kiita terpaksa berjalan kaki menaiki bukit.

Ah ya, perlu diketahui, dari daerah lembang itu jalanan menaik menuju gunung, tepatnya gunung tangkuban perahu, setelah itu menurun menuju Ciater. Ini bukan masalah 3-5 km perjalanan itu, tapi masalahnya perjalanan itu melebihi darinya, yaitu 15 km-an. Bayangkan betapa panjangnya jalan yang akan kita tempuh nantinya, tapi kita nekat.
Dalam perjalanan itu aku banyak mengoceh dan merenung. Merasakan bagaimana beberapa orang yang aku temui berjalan sendirian di jalanan dengan dikelilingi hutan belantara, dengan mobil-mobil berkecepatan tinggi, tanpa adanya jalan untuk pejalan kaki. Yah, itu aku rasakan saat itu. Ditambah lagi jalan yang berkelok-kelok, pastinya membuat peluang tertabrak sangat tinggi dan terabaikan.

Kenyataan itu tidak hanya bercukup di sana, hujan dengan senang hati mengguyur kami. Saat itu gak ada tempat berlindung dari hujan, tidak ada rumah, ataupun warung-warung di pinggir tebing. Kita berjalan dengan cepat walaupun tanjakan cukup cepat, beberapa kali ia menyemangati,"Ayo, lari!! ayo!! nanti basah!!! cepetan!! ayo!!". Sesekali mendorong tubuhku agar bisa berlari. Namun aku gak bisa, lutut ini sudah terasa lemas untuk berlari, hanya cukup bisa berjalan di tanjakan itu, aku bukan merupakan anggota bela diri seperti dia, dan rekor berlariku di bawah rata-rata. Dengan pemaksaan pada tubuh-tubuhku, aku mencoba berlari lebih cepat, tak memedulikan lagi beberapa sisi pakaianku yang telah basah dari hujan yang tak kunjung reda, aku ingin menangis.

Masih dengan hujan yang setia, kita menemukan warung-warung yang berjejer di jalanan, aku usahakan berjalan lebih cepat lagi, aku harus nyampek, ya, aku harus segera mengatur nafasku di sana.
Sesampai di sana, gile, aku diejek ,"Kok gak bisa berlari se". Aku gak tahu harus bagaimana lagi, aku kecapekan, aku mengatur nafasku yang ngos-ngosan ini. Menutup mata, membiarkan ia memesankan makanan untuk kita karena sejak tadi pagi belum makan makanan pokok.

eh ternyata dia hanya memesankan sate ayam dengan nasi satu porsi. Hanya itu! Padahal dia gak makan dan membawa barangku yang aku bawa ke bandung semua. Aku sedikit gak peduli, aku harus makan meskipun sate itu agak amis dan nasi itu  bukan kualitas baik, aku gak memedulikan iya terdiam berharap elf segera datang. Aku menawarkan sateku padanya, namun dia tidak mau. Alhasil, dengan ibanya aku memberikan sebagian sisa makananku untuknya. Dia juga harus bisa berjalan beberapa km lagi.
Setelah itu, you-know-what? Harganya sebesar Rp25.000,- Padahal hanya satu porsi, ibaratkan aja satenya Rp20.000,- jadi satu sate seharga Rp2000,- Hei, hanya sate ayam!!!
Eh ya, sebelum kita selesai makan, tiba-tiba saja sekelebat datang Bus STISnya BPS! Dari arah Subang menuju Bandung. Gak bisa disangka apa yang mereka lakukan kesana!

Dengan harapan yang payah kita berjalan lagi. Untungnya hujan telah reda, aku bersemangat lagi, mengoceh atau apapun untuk mengusir rasa penat ini. Setidaknya kita harus sampai ke tangkuban perahu, Mungkin di situ kita akan mendapatkan kendaraan apapun yang bisa membantu kita ke Lembang.

Beberapa menit kita jalan, melihat hamparan teh yang senantiasa hijau, menikmati bau hujan dan hawa sejuk yang menyenangkan (kebohongan), datang elf dengan kernet sopir menunjukkan tangan dengan angka satu. Dia pun mengiyakan, dan berkata,"Kalau cuma ada satu, pyn saja yang masuk".
Aku gak tahu harus bagaimana dan gak percaya dengan kata-katanya, ketika kita sudah mendekat, kernet itu mengatakan cukup untuk dua orang. Alhamdulillah, ya Rabb. Doaku terjawab sudah, beberapa menit yang lalu aku melafalkan Shalawat Nabi, berharap pertolongan itu datang.

Ternyata gak seenak yang kita bayangkan, kita harus berjejel-jejelan di tempat itu, pantatku hanya 1/5nya menduduki jok mobil. Ah, setidaknya kita mendapat tumpangan, kita gak akan berjalan 15 km lagi, ini lebih baik dari yang kita kira.

Singkat cerita, aku gak jadi balik ke ibukota karena aku tidak ingin, beberapa alasan diantaranya adalah karena badanku basah kuyup dan sudah sangat lelah. Akhirnya aku menginap di puspa kencana dengan harga yang cukup mahal. Di tempat itu bukan merupakan hotel aku kira, hotel lama yang menawarkan kealamian. Bagaimana tidak, adanya cacing-cacing di kamar mandi, semut-semut berjajar rapi di atas dinding, remahan tanah di ujung dinding, dan lampu yang redup, pastinya aku tidak akan mau tidur di tempat ini jika tidak terpaksa.

Well, singkat cerita lagi (berhubung sudah adzan), aku pulang ke ibukota pada siang hari. Menyisakan banyak cerita yang benar-benar aneh.

Aku tahu, mungkin perjalananku ini banyak kesalahan, aku tahu, ya Rabb, lindungi kami dari Syetan yang selalu membisiki kami pada keburukan. Lindungi kami dari banyaknya musibah. Lindungi saya untuk tetap mencintai Eropaku di Indonesia. Bandung. Seperti Hanum mencintai Eropanya yang asli.

Selamat tahun baru untukku





NB : Seandainya ada fotonya bahwa betapa anehnya perjalanan itu, namun apa daya, gak bisa :D

Itu Eropanya Namun Ini Eropaku

2 komentar

Pernah baca 99 cahaya di langit Eropa? Kalo iya, pasti berdecak kagum dengan suasana di sana dan ingin membaca buku ini!
Yaaaaay.....

Sebut saja judulnya Berjalan di Atas Cahaya.

Berhubung kemarin adalah liburan yang cukup panjang menurut mahasiswa STIS, dan tidak kugunakan dengan pulang kampung, maka aku siasati untuk memanjakan diri sekaligus sebagai syukuran ulang tahun dengan rekreasi dan membeli novel :3

Hanum Salsabiela Rais, begitulah nama penulis ini, menceritakan ceritanya dengan simpel, sekali lagi. Menyukai kata-kata nya dan merasakan apa yang dilakukannya di daratan Eropa sana. Sehingga aku ingin berjalan di atasnya, seakan-akan nostalgia pada bangunan-bangunan muslim serta budaya muslim sebagai minoritas di sana. Ya, aku ingin merasakannya.

Anak dari Amien Rais ini menceritakan perjalanannya di Eropa serta kehidupan yang dijalankannya ketika di Eropa bersama Suaminya, Rangga.

Ah, di akhir cerita yang berjudul Epilog yang telah aku selesaikan tepat ketika perjalanan pulang dari rekreasi, membuatku untuk bercerita traveling yang telah aku nikmati 3 hari silam.

Sebenarnya sudah beberapa kali aku menginjakkan kakiku di tempat ini, menikmati hawa sejuknya, keramahan penghuninya, suara khas orang aslinya, kebun tehnya, hujannya, dan kemegahan bangunannya. Dan aku tetap menyukainya. Selalu menikmati setiap langkah dalam beberapa hari itu. Meskipun terkadang ada saja musibah yang datang, sulit untuk dilupakan.

Hari jumat kemarin aku meluncur ke Bandung ditemani oleh sebuah novelnya Hanum, beberapa baju, dan kelengkapan lainnya. Malas makan pada pagi itu membuatku mengunyah terpaksa roti sobek kemarin dan meneguk segera ultra milk coklat kesukaanku. Merasakan hawa panas yang langsung merajalela di setiap celah ibukota, aku tetap bersemangat berjalan menuju Stasiun Jakarta Kota. Kutinggalkan sejenak tempat kumuh yang menyesakkan, panas yang menggeliat, gedung-gedung yang berlomba-lomba mencakar langit, juga mobil-mobil yang dengan rakusnya menguasai jalanan ibukota.

Dengan segera kuberangkat dengan kereta serayu pagi menuju Kota kembang itu. Bandung, aku akan menemuimu lagi. Bersiaplah, jangan turunkan hujanmu lagi seperti kala itu.

Sampai di sana, aku menuju Dago Inn, ini adalah penginapan yang cukup dengan kenyamanan yang standart, ditambah pula ini adalah penginapan khusus cewek. Hanya perlu Rp60.000,- terbayar sudah bagaimana kamu ingin tidur malam itu.

Kusesuaikan diriku dengan sejuk yang merasuk ini, serta hujan yang sejenak membasahi tempat ini. Aku tiduran di kasur empuknya Dago Inn dengan ditemani novel yang sengaja kubawa itu.

 Pernah mendatangi Ciwalk di Bandung? Jelas iya, rugi jika tidak menikmati suasana mall yang berkolaborasi dengan alam. Menikmati berjalan di sekitarnya dengan suasana malam yang menyenangkan, meskipun  kesana hanya dengan satu tujuan, yakni menonton Iron Man 3.

Setelah acara menonton selesai, Ciwalk telah sepi, mau tidak mau aku harus pulang ke penginapan, menghabiskan waktuku dengan tidur di kasur yang empuk.

Esok paginya, aku menikmati steak yang ada di sana, oh tidak, kesalahan, level pedas yang aku ambil terlalu pedas, maka aku harus menikmati ini dengan nasi sebagai penetralku. Namun, tidak terlalu mahal kok. Hanya memerlukan belasan rupiah, langsung bisa kaudapatkan itu di tempat itu (Aku lupa namanya :D)
Malamnya aku menikmati lalapan sambal dengan tahu tempe yang spesial, ini berbeda dengan tahu tempe dimanapun. Menurutku :)

Car Free Day!!
Setiap minggu dikawasan dago selalu diadakan acara ini, seakan-akan pejalan kaki adalah raja di tempat ini, dan mobil adalah makhluk terlarang di kawasan ini. Berjalan di sana dengan kostum yang sebenarnya tidak sesuai tetap menyenangkan. Jarang aku bisa berjalan dengan leluasa ini di Ibukota.

Sebenarnya tujuanku minggu ini bukan ini, namun menuju tempat yang lebih dingin dari Dago, melihat hamparan kebun teh yang menghijau, puluhan gunung yang menghijau dengan gumpalan awan menyelimuti puncaknya. Ah, menyenangkan.

Aku menyukai tempat tenang seperti itu, pikiranku tenang.

Tapi rencana itu tidak sepenuhnya matang. Maribaya, tangkuban perahu, atau boscha? Bukan keputusan yang tidak salah namun juga tidak benar, kita meluncur menuju ciater karena ide dari beberapa orang di jalanan.

Kami menumpangi elf menuju Subang. Aku pernah kenal daerah itu, Masa lalu seseorang ketika aku beranjak SMA, tapi kita tidak menuju Subang, Gak sampek kok, cuman sampek ciater aja.

Sesampai di sana, kami bingung, Itu merupakan pemandian air panas, tapi kita tidak membawa baju ganti jika mandi air panas, tujuanku hanya ingin merasakan hawa sejuk yang enak ini, ya sudahlah, akhirnya kita masuk tempat ini seharga Rp19.000,-  eh? nanggung kan? Kenapa gak dibulatkan aja itu harga. Entahlah.

Eh ternyata, how lucky we are! di sana gak hanya kolam air panas, namun juga ada air panas di beberapa tempat dimana tidak seluruh tubuh kita terbasahi. Akhirnya aku merasakan air panas itu, enak sekali, pokoknya enak.

Setelah itu kita jalan-jalan, melihat sepedai air, bangunan rumah hantu, membeli pizza mini, dan sebagainya. Ini adalah tempat yang cocok untuk keluarga. dengan suara aliran air panas serta hawa sejuk yang menyenangkan.

bersambung

Rabu, 24 April 2013

KEBOSANAN?

0 komentar




Sepertinya pada masa sekarang kita harus bertahan. Bukan bertahan pada sulitnya menjalani hidup, namun bertahan dari kebosanan, kebosanan pada rutinitas. Ya, aku bosan.
YA, BOSAN.
.
.
.
.
.
.
Yo wes, bosen pokoke. Masak jek pingin nulis maneh ?!

Bagaimana tidak, ketika SMA dulu berharap sekali kuliah, karena yakin mata kuliah tersebut jika semakin sedikit, maka intensitas di kelas lebih sedikit dari SMA. The fact? SMA yang dulu, eh, okelah, kita lihat pada kelas tiga. Berangkat jam 6, jam 5 selesai. Maksimal sampai rumah maghrib. Ini? berangkat jam 7, pulang jam setengah tujuh. Sama saja kan?
#tipikal orang malas

By the way, Selamat datang UTS!
Sebenarnya sangat berharap ada libur 1 minggu menjelang UTS, bukan untuk belajar, namun untuk refreshing.  Tetapi memang tidak bisa mengelak dari itu, kita harus berusaha untuk semangat!
Ya, semangat! Hanya perlu semangat untuk menunggunya. Hanya itu *ups.

Di antara mata kuliah yang kurang menarik itu, ada beberapa mata kuliah yang menyenangkan, ini bukan berarti bisa, namun menarik untuk dipelajari. Di antaranya adalah ALPRO dan AGAMA.
Ketika dua mata kuliah ini, aku merasa benar-benar hidup di sini, mengenal apa belajar itu sesungguhnya, memahami arti jihadnya. Wes, malah lebay.

Sebelumnya, karena memang nggak tahu apa yang harus dilakukan. Maka asal nulis aja apa yang ditulis.
Selamat berjuang! Selamat UTS!
Wish us the best!!!!!!!

Selasa, 16 April 2013

Aku Gak Ngerti

3 komentar







Entah, kadang aku heran sama dunia ini, aku gak ngerti.
Di saat malam yang sudah larut ini, kamar sebelah masih muter lagu mellow yang mendayu-dayu, yang katanya itu band nya orang gahol.
Entah.
Aku sudah tidak peduli lagi dengan gahoool, atau apapun yang ada saat ini.
Aku gak tahu apa yang terjadi.





Pernahkah kamu menyukai sesuatu, tetapi lambat laun aspek yang ada dalam sesuatu itu ternyata mengubah pola pikirmu, sedikit demi sedikit, tanpa kamu sadari. Dan kamu tersadar sekarang?

Ya, AKU PERNAH. SEKARANG.
 
Dahulu, aku sangat menyukai bahasa Inggris, bagaimana tidak?!

Ketika duduk di SD, baru pertama kalinya aku menemui suatu perkumpulan bahasa Inggris. Menambah keluarga lagi, yang membuat orang-orang itu dekat denganku.Aku menyukai itu, sehingga membuatku percaya bahwa ketika belajar, kita harus menyukai apa yang kita pelajari.

Ketika SMP, aku tetap menyukai itu, selalu mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru dari nya, pengalaman yang banyak, bertemu dengan orang-orang banyak. Aku sangat menyukai itu, sehingga membuatku percaya bahwa ketika belajar, kita harus menyukai apa yang kita pelajari.

Ketika SMA, aku bertemu native speaker, dikenalkannya beberapa temannya, mengetahui budayanya, tingkah lakunya, cara belajarnya, banyak hal, perlahan tanpa diketahuinya, aku belajar banyak darinya. Aku menyukainya, namun aku ragu akan beberapa budayanya, sehingga membuatku percaya bahwa ketika belajar bahasa, kita harus mempelajari pula budayanya.

Ya, aku suka.
Aku suka guru-guruku, aku suka teman-teman di dalamnya, aku suka bahasanya, dan aku suka.

Tapi aku sadar, apa yang sedang aku pelajari sedikit diterapkannya budaya-budaya yang gak seharusnya diterapkan, diberikannya ilmu yang gak seharusnya kita dapat, perlahan, diubahlah cara pandang kita sedikit demi sedikit. "Cuman" bahasa, is'nt it? Tapi dari kata cuman itu akan membuat kita semakin ngentengkan, enteng, dan gak peduli.
Aku bukan seseorang yang pandai menyaring ilmu, aku masih seorang anak kecil yang sedang tumbuh secara fisik, namun belum cukup bijaksana, sangat tidak dewasa, dan butuh ilmu yang seluas samudra. Lalu bagaimana?

Tidak mungkin kan kita mempelajari ilmu tetapi ilmu lain yang sedang kita gali berbeda pendapat?
Ataukah malah pemberi ilmu itu mengatakan dengan gak enaknya,"Kalian kuliah masih ada agama? Diajari apa? ngaji? Sebenarnya agama itu sudah dibahas sampai SMA ya".
What? Allah..
Beri beliau petunjuk, beri saya kelapangan dada untuk menyerap ilmunya.

Sekarang aku percaya, ketika kita belajar, namun kita tidak menyukai semua aspek di dalamnya, apa yang kita pelajari memantul dengan sepenuhnya. Dia tidak meninggalkan sisa, bekas, dan noda.

Aku gak ngerti. Aku gak ngerti. Aku gak ngerti.
Maka, berdiam adalah cara yang tepat.


Senin, 01 April 2013

Should Go on

0 komentar
Ya, Memang semuanya harus terus berlanjut. Meskipun sedikit demi sedikit kita semakin menjauh dengan orang-orang terdekat kita. Percayalah. Semuanya akan bertemu lagi, di tempat dan suasana yang lebih baik. Aku selalu percaya itu, dengan penyangkalan-penyangkalan agar tidak menitikkan air mata.

Ati-ati yu.
*speechless* :D
Gak, aku gak nangis kok. Anggap saja kamu percaya, rasanya nyesek sekali ketika aku harus mengulang seperti dulu. Bersamanya, dan berpisah dengannya, dengan perasaan terharu dan nyesek berkali-kali.
Lalu aku berjuang untuk percaya supaya kita pasti bisa bertemu. Lalu aku bisa melalui ini lebih baik. Ya, lebih baik, yu.

by the way, ternyata ada seorang lagi yang sedikit menjaga jarak. orang terdekatku juga. Meskipun tidak ada pertengkaran, tidak ada hujatan, juga tidak ada kejutan seperti ayu. Tapi ternyata ini sama sakitnya. Sama nyeseknya seperti lainnya. Seperti biasanya.

Dan aku harus menjalani hari-hari selanjutnya dengan lebih sendiri-mandiri.

Terima-kasih teruntuk dua orang terdekatku :)
Sudah beraninya mewarnai sedikit umur di hidupku. Sudah menyisakan cerita-cerita yang cukup banyak untuk dikenang dan dijaga. Sudah menghilangkan beberapa keluhan yang sering ku jalani. Sudah membantu untuk mengirimkan beribu-ribu kebaikan.

Aku mengingat kalian ketika kita bertemu.
Ayu yang berdiri di depan laboratorium bahasa, lalu Eliya memperkenalkan kita bahwa dia akan duduk bersamanya. Lalu kita berempat sering bersama. Aku mengingat ketika kita menonton film bareng, baca novel bergantian, belajar bareng di Bu Umi, Main English Club bersama Miss Lauren, berdua ikut ekskul Magz-O, menjalani editing-editing yang melelahkan. Banyak. Cukup banyak.

Dia yang sering aku ketahui main  sepulang sekolah ketika aku, ayu dan teman-teman sering main juga sepulang sekolah, dia yang satu-satunya 3 tahun sekelas denganku, dia yang begitu banyak ingin tahu, dia yang mengajariku banyak hal, bercerita, berkata, memahami hikmah kehidupan, menyemangatiku, dia yang membagi ceritanya padaku.

Ah, aku selalu mengingat kalian. Selalu. Insya Allah :)

Thanks.


Sabtu, 05 Januari 2013

Selamat-Semoga Bisa Lebih Baik

0 komentar
Mau ngucapin selamat tahun baru? "telat".
Nggak, nggak akan mengucapkan itu lagi kok, kan itu sengaja di shubhatkan, sehingga tersamarkan menjadi pengucapan yang halal. *ngomong apa ni anak?!*

Yah, menjadi pribadi yang baru.
Sebenarnya aku harus tahu, harus sadar, kejadian ini pernah terulang saat dulu, tetapi ternyata aku masuk ke lubang yang sama, yang lebih rumit, dan berdampak buruk yang besar.
Aku tahu, aku harus segera berubah *menjadi power ranger pinkkkk :D* :gila

Selamat datang hari baru, selamat datang hari penuh penentuan. Selamat datang hari kegembiraan nantinya, jika pastinya aku mau berusaha lebih baik lagi.
 Tidak ada lagi kata malas, eh, perlu dicoret tuh malas, ngantuk, ketiduran, pacaran
Yak! kata kata itu disimpen dulu, berbau yang busuk seperti itu perlu dibuang sebentar, ntah nanti mau dipupuk kembali, silakan, tapi jangan keterlaluan memupuknya. Di mana-mana juga pupuk yang berlebihan gak baik untuk tumbuhan.

Anyway, Liburan kali ini benar-benar fantastic. Lihat film favorit dua kali di bioskop, memutari kota idaman meskipun diguyur hujan rintik-rintik, merayakan ulang tahun orang tua, bertemu sahabat-sahabat, bertemu sekolah tercinta yang dulu mengenaskan menjadi mengherankan, bertemu teman-teman seperjuangannya, bertemunya, ancol, kembang api, salju, dan bergembira.
 ibu, ayah, adek
Saatnya untuk berjuang.
Pernah seorang berkata.
"Capek dalam belajar adalah wajar, tetapi menyerah adalah pilihan"
Yaaaaa!
Semangat!

Meskipun gagal di awal, banyak beberapa hal yang mengejutkan, diluar kendali, di luar pikiran yang ada, kan masih awal.
Meskipun aku tahu, aku memang kesulitan adaptasi di manapun, maka dari itulah aku selalu terperosok pada lubang yang sama
Meskipun , Meskipun, Meskipun, Meskipun

Semoga bisa lebih baik lagi.
Bismillah. 

My activities

style='overflow:auto; height:200px'>