Minggu, 30 Desember 2012

Semangat berilmu, eh?

0 komentar
Pernah baca novel ini?
 Ah, jangan pernah merasa beruntung jika belum pernah baca novel ini.
Bukan, aku bukannya mau resensi, atau malah promosi bahwa novel ini bagus.
Meskipun novel ini masih punya banyak celah kesalahan, tapi novel ini perlu diberi acungan jempol. Membuatku semakin menatap ke depan, meskipun itu terkadang memuakkan, memaleskan. Perlu menjadi suatu inspirasi yang perlu kita pegang saat ini.

Novel yang penulisnya mengaku gara-gara ngefans dengan novelnya andrea hirata ini memang hampir persis ide ceritanya dengan novel bang andrea, tetapi ada nafas dan aliran baru yang timbul di novel ini.
Novel ini bercerita pada kita bahwa kita , walaupun banyak rintangan yang ada, kita harus tetap semangat menuntut ilmu, karena percayalah ilmu itu untuk masa depan kita.

Dalam novel itu diceritakan bahwa seorang anak yang memiliki orang tua tidak berkecukupan memiliki keinginan yang besar untuk sekolah, maka dia harus membagi waktunya untuk bekerja dan sekolah. Sungguh, cerita yang menggunggah.

Tapi sekali lagi, bukan novel ini yang menjadi garis besarku menulis di sini.
Tiba-tiba aku teringat percakapan di skype dengan orang yang paling aku sayang.
Seseorang yang mejadi multifungsi mengenaiku.
Seorang anak petani yang menjadi pejuang untuk masa depannya. Sungguh, jika kamu tahu semangatnya yang ada, logikanya yang menarik, sifatnya yang kekanak-kanakan, suatu kombinasi yang unik, kamu akan malu dengan kombinasi itu, yang menimbulkan peluang yang indah untuknya menjadi insan yang lebih bagus (halah, bahasaku semakin apik ae).

Kembali pada cerita.
: aku adlh seorg pjuang
: dari kecil aku sdh harus semangat dan mencapai apa yang aku inginkan dengan susah payah.
: tdk ada yang mengaturku masuk smp 1
: tdk ada yang mengaturku masuk SMA mjg
: aku dulu di suruh ke STM
: tpi semua aku pilih sendiri.
 : maka dari itu aku pasti menjalani ini semua dengan seluruh tenaga yang ada
ralat dikit
: dan sekarang aku juga tidak tahu mw masuk apa
: mungkin aku akn pilihyg akn aku suka
: mskipun nanti akan  membuatku kelelahan aku tidak akan menyerah
: Allah pasti akan memmbantuku

Kalau dia aja bisa, kenapa kita nggak, yang semuanya tersedia, kasih sayang, sarana prasarana, apalagi dengan sekolah kedinasan. Semua materi kamu dapatkan. Kenapa nggak?

Meskipun begitu, semangat itu tetap dari hati, sulit untuk mendapatkannya secara instan.
Nah, ityu lah aku, setelah dikobarkan sedemikian rupa, tapi aku tetep aja masih malas. haha.
nggak, nggak malas, aku harus semangat! yak!
Kan demi masa depan.

Bismillah.
Orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah.
Amin

Jumat, 07 Desember 2012

Refreshing : di balik pengamatan akustiknya

2 komentar
Senayan saat ini masih dan sedang berlangsung acara demi acara yang ada.
Yap, kali ini, aku ingin meghilangkan penatku, segala fikiran, negatif thinking, mumet, geje, pada satu hal yang absurd dalam hidupku. Konser.
Siapa sih yang mau berdiri lama, melihat berjinjit ria, antre beli tiket, teriak-teriak, gak keliatan si pemuka konser? gak adaaa. :p
Kecuali orang itu keluar dari zona nya, menuju zona yang ini lebih pas untuknya.
Langsung aja, taraaaa.
Kita kesana hanya satu tujuan. Secondhand Serenade.

(maaf ya gak ada foto, kata masku, foto itu sangat gak penting, hanya buat pamer, jadi buat apa foto :D *modus*)
Yap, setelah bakda ashar, kita semua (maksudku penyusup (lagi) pada mereka) berangkat ke tempat.
Pada awalnya kita naik busway, lalu turun ke UKI, kemudian ke semanggi, jalan dengan begitu amat sangat panjangnya menuju busway yang kita inginkan, dan tibalah pada shelter gelora bung karno. (Ini gak penting, skipe aja yah).

Singkat cerita, kita sampai di sana, dengan menghembuskan nafas yang benar-benar muak, ngantuk, sebel, kecapekan.

Masalah inti :
Pernahkah kamu, mencoba keluar dari zona nyamanmu, misal sedang duduk bercanda dengan orang tua yang sangat kamu cintai, mengobrol dengan saudara yang sangat kamu sayangi, bercerita banyak hal. Tersenyum. Ketawa. Gila-gilaan. Dan suatu hari kamu harus keluar dari tempat itu, menuju impian yang kamu inginkan dan butuhkan. Mungkin seperti itu.
Dengan wajah tanpa  berdosa, baju casual, kerudung dengan lengkap tas ransel. kita menjajaki tempat yang tak seharusnya kita datangi. Dengan begiu banyak emo. barang mahal.
Dengan terpaksa kita terus melangkah, menjejaki setapak demi setapak, mencari tempat sholat yang memprihatinkan, mencicipi makanan yang mengajak kita hedonisme.
Lebay? okeh, ini mungkin iya. All over, i like it kok. Mengamati masing-masing orang dengan tipe yang berbeda-beda, memandang, menilisik, mengagumi, mencemooh, bergumam, mendesah. Ah, sungguh menarik kehidupan mereka.
Namun, tiba-tiba aku teringat, akan suatu hal.
Suatu hal yang biasakan bergandeng tangan, tangan cewek dan cowok merangkul pinggang cowok dan cewek, cowok merangkul punggung si cewek. Cewek bersandar pada cowok.
Entah, itu memang biasa dalam berpacaran, mungkin ini amat sangat biasa, daripada kita lihat pada daerah barat, namun, entah sekali lagi, aku kurang menyukainya, aku bukan orang munafik yang yah, memang, aku mempunyai itu. Coba fikirkan, semua manusia punya nafsu, seperti nafsu berpegang erat dengan pasangannya, dirangkul dengan pasangannya, dan stop, itu aja, tapi tergantung bagaimana kita mengolah nafsu kita, menahannya, kita simpan untuk hari esok.
Ya, semua itu berada pada hati dan fikiran kita, jika kita mampu mengendalikan nafsu kita, apa salahnya kan?!
Aku tertegun, speechless. Dan seketika membenci cowok itu-itu. entah, inilah aku, hanya insting seseorang yang begitu banyak dosa dan terperangkap dalam pencitraan yang ada.
Maaf yah, tempat, bukan maksudku untuk mengatakan ini tidak baik, aku menghargai dengan kegiatan besarmu, jackcloth, berbagai acara penampilan, konsernya jhooon, akustiknya!!!!
Sungguh, menghiburkan ketika bisa melihatnya secara langsung, memberi dengan tulus sedikit waktunya untuk kami, meskipun kami rela berdesak-desakkan, berdiri, kaki kapalen. dengan lagu yang tentunya miliknya sendiri. I'd love it. Tetapi, yah. ntahlah.
Ini masih di Indonesia dan hal itu ada banyak seperti itu. nah lho?!

Good night all, good night secondhand serenade.
Thanks so much, big applause for you, thanks for coming and giving me much
 lesson :)





Selasa, 04 Desember 2012

Adem?

2 komentar






Pengadem, gak pernah bikin Adem.

Selasa, 04 Desember 2012. Akan kucoba untuk selalu kuingat, kebahagiaan sekejap, hilang tertelan oleh Pengantar demografi yang menggiurkan.
Ya, entah apa yang mereka katakan tentangnya. Aku tahu, aku harus diam, meringankan dosaku yang sudah sangat banyak sebelum aku berjuang, sebelum aku memohon kepada-Nya bahwa aku sangat membutuhkan pertolonganNya, bukan hanya sekarang, namun setiap hari, tak luput dalam satu kejadian apapun. Namun ini lebih dari kejadian biasanya.
Berbagai hal obrolan mereka, hanya dapat kudengar, aku tidak suka menambahi apapun, aku tahu, itu bukan aku.

Setelah UTS selesai, langsung kumeninggalkan tempat, meninggalkan beberapa percakapan teman-teman tentang soal yang kita kerjakan.
aku gak boleh mengeluh
Gak.

Belajar yah mir, gak boleh mengeluh, apalagi selesai dan mengeluh pada orang yang terbebani hal yang sama.

Aku tahu, aku lebih suka kesendirian, berfikir, imajinasi dalam ruangku yang sulit diketahui orang lain. Meskipun juga berkeluh kesah pada diri sendiri serta orang-orang yang sangat kupercaya.

Entah, baguskan itu? Namun, setiap orang memiliki sifat seperti itu, aku yakin. Mereka pernah berharap sendirian dalam sekali waktu, entah dua kali, entah beberapa kali.

Itulah aku.

Mungkin hanya bisa mengungkapkan dalam bentuk tulisan ini. Bersilat kata, memberikan sensasi kata yang tersembunyi dalam kata.

Taukah kamu?
Harapan itu berbeda dengan keinginan.
Kandas sudah keinginanku padamu.
Awal yang jelek.








#Wish adem, berbaik hatilah padaku nantinya.
Agar aku bisa berfikir untuk dua mata kuliah yang tersisa.
Thanks :) 





My activities

style='overflow:auto; height:200px'>