Minggu, 30 Desember 2012

Semangat berilmu, eh?

0 komentar
Pernah baca novel ini?
 Ah, jangan pernah merasa beruntung jika belum pernah baca novel ini.
Bukan, aku bukannya mau resensi, atau malah promosi bahwa novel ini bagus.
Meskipun novel ini masih punya banyak celah kesalahan, tapi novel ini perlu diberi acungan jempol. Membuatku semakin menatap ke depan, meskipun itu terkadang memuakkan, memaleskan. Perlu menjadi suatu inspirasi yang perlu kita pegang saat ini.

Novel yang penulisnya mengaku gara-gara ngefans dengan novelnya andrea hirata ini memang hampir persis ide ceritanya dengan novel bang andrea, tetapi ada nafas dan aliran baru yang timbul di novel ini.
Novel ini bercerita pada kita bahwa kita , walaupun banyak rintangan yang ada, kita harus tetap semangat menuntut ilmu, karena percayalah ilmu itu untuk masa depan kita.

Dalam novel itu diceritakan bahwa seorang anak yang memiliki orang tua tidak berkecukupan memiliki keinginan yang besar untuk sekolah, maka dia harus membagi waktunya untuk bekerja dan sekolah. Sungguh, cerita yang menggunggah.

Tapi sekali lagi, bukan novel ini yang menjadi garis besarku menulis di sini.
Tiba-tiba aku teringat percakapan di skype dengan orang yang paling aku sayang.
Seseorang yang mejadi multifungsi mengenaiku.
Seorang anak petani yang menjadi pejuang untuk masa depannya. Sungguh, jika kamu tahu semangatnya yang ada, logikanya yang menarik, sifatnya yang kekanak-kanakan, suatu kombinasi yang unik, kamu akan malu dengan kombinasi itu, yang menimbulkan peluang yang indah untuknya menjadi insan yang lebih bagus (halah, bahasaku semakin apik ae).

Kembali pada cerita.
: aku adlh seorg pjuang
: dari kecil aku sdh harus semangat dan mencapai apa yang aku inginkan dengan susah payah.
: tdk ada yang mengaturku masuk smp 1
: tdk ada yang mengaturku masuk SMA mjg
: aku dulu di suruh ke STM
: tpi semua aku pilih sendiri.
 : maka dari itu aku pasti menjalani ini semua dengan seluruh tenaga yang ada
ralat dikit
: dan sekarang aku juga tidak tahu mw masuk apa
: mungkin aku akn pilihyg akn aku suka
: mskipun nanti akan  membuatku kelelahan aku tidak akan menyerah
: Allah pasti akan memmbantuku

Kalau dia aja bisa, kenapa kita nggak, yang semuanya tersedia, kasih sayang, sarana prasarana, apalagi dengan sekolah kedinasan. Semua materi kamu dapatkan. Kenapa nggak?

Meskipun begitu, semangat itu tetap dari hati, sulit untuk mendapatkannya secara instan.
Nah, ityu lah aku, setelah dikobarkan sedemikian rupa, tapi aku tetep aja masih malas. haha.
nggak, nggak malas, aku harus semangat! yak!
Kan demi masa depan.

Bismillah.
Orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah.
Amin

Jumat, 07 Desember 2012

Refreshing : di balik pengamatan akustiknya

2 komentar
Senayan saat ini masih dan sedang berlangsung acara demi acara yang ada.
Yap, kali ini, aku ingin meghilangkan penatku, segala fikiran, negatif thinking, mumet, geje, pada satu hal yang absurd dalam hidupku. Konser.
Siapa sih yang mau berdiri lama, melihat berjinjit ria, antre beli tiket, teriak-teriak, gak keliatan si pemuka konser? gak adaaa. :p
Kecuali orang itu keluar dari zona nya, menuju zona yang ini lebih pas untuknya.
Langsung aja, taraaaa.
Kita kesana hanya satu tujuan. Secondhand Serenade.

(maaf ya gak ada foto, kata masku, foto itu sangat gak penting, hanya buat pamer, jadi buat apa foto :D *modus*)
Yap, setelah bakda ashar, kita semua (maksudku penyusup (lagi) pada mereka) berangkat ke tempat.
Pada awalnya kita naik busway, lalu turun ke UKI, kemudian ke semanggi, jalan dengan begitu amat sangat panjangnya menuju busway yang kita inginkan, dan tibalah pada shelter gelora bung karno. (Ini gak penting, skipe aja yah).

Singkat cerita, kita sampai di sana, dengan menghembuskan nafas yang benar-benar muak, ngantuk, sebel, kecapekan.

Masalah inti :
Pernahkah kamu, mencoba keluar dari zona nyamanmu, misal sedang duduk bercanda dengan orang tua yang sangat kamu cintai, mengobrol dengan saudara yang sangat kamu sayangi, bercerita banyak hal. Tersenyum. Ketawa. Gila-gilaan. Dan suatu hari kamu harus keluar dari tempat itu, menuju impian yang kamu inginkan dan butuhkan. Mungkin seperti itu.
Dengan wajah tanpa  berdosa, baju casual, kerudung dengan lengkap tas ransel. kita menjajaki tempat yang tak seharusnya kita datangi. Dengan begiu banyak emo. barang mahal.
Dengan terpaksa kita terus melangkah, menjejaki setapak demi setapak, mencari tempat sholat yang memprihatinkan, mencicipi makanan yang mengajak kita hedonisme.
Lebay? okeh, ini mungkin iya. All over, i like it kok. Mengamati masing-masing orang dengan tipe yang berbeda-beda, memandang, menilisik, mengagumi, mencemooh, bergumam, mendesah. Ah, sungguh menarik kehidupan mereka.
Namun, tiba-tiba aku teringat, akan suatu hal.
Suatu hal yang biasakan bergandeng tangan, tangan cewek dan cowok merangkul pinggang cowok dan cewek, cowok merangkul punggung si cewek. Cewek bersandar pada cowok.
Entah, itu memang biasa dalam berpacaran, mungkin ini amat sangat biasa, daripada kita lihat pada daerah barat, namun, entah sekali lagi, aku kurang menyukainya, aku bukan orang munafik yang yah, memang, aku mempunyai itu. Coba fikirkan, semua manusia punya nafsu, seperti nafsu berpegang erat dengan pasangannya, dirangkul dengan pasangannya, dan stop, itu aja, tapi tergantung bagaimana kita mengolah nafsu kita, menahannya, kita simpan untuk hari esok.
Ya, semua itu berada pada hati dan fikiran kita, jika kita mampu mengendalikan nafsu kita, apa salahnya kan?!
Aku tertegun, speechless. Dan seketika membenci cowok itu-itu. entah, inilah aku, hanya insting seseorang yang begitu banyak dosa dan terperangkap dalam pencitraan yang ada.
Maaf yah, tempat, bukan maksudku untuk mengatakan ini tidak baik, aku menghargai dengan kegiatan besarmu, jackcloth, berbagai acara penampilan, konsernya jhooon, akustiknya!!!!
Sungguh, menghiburkan ketika bisa melihatnya secara langsung, memberi dengan tulus sedikit waktunya untuk kami, meskipun kami rela berdesak-desakkan, berdiri, kaki kapalen. dengan lagu yang tentunya miliknya sendiri. I'd love it. Tetapi, yah. ntahlah.
Ini masih di Indonesia dan hal itu ada banyak seperti itu. nah lho?!

Good night all, good night secondhand serenade.
Thanks so much, big applause for you, thanks for coming and giving me much
 lesson :)





Selasa, 04 Desember 2012

Adem?

2 komentar






Pengadem, gak pernah bikin Adem.

Selasa, 04 Desember 2012. Akan kucoba untuk selalu kuingat, kebahagiaan sekejap, hilang tertelan oleh Pengantar demografi yang menggiurkan.
Ya, entah apa yang mereka katakan tentangnya. Aku tahu, aku harus diam, meringankan dosaku yang sudah sangat banyak sebelum aku berjuang, sebelum aku memohon kepada-Nya bahwa aku sangat membutuhkan pertolonganNya, bukan hanya sekarang, namun setiap hari, tak luput dalam satu kejadian apapun. Namun ini lebih dari kejadian biasanya.
Berbagai hal obrolan mereka, hanya dapat kudengar, aku tidak suka menambahi apapun, aku tahu, itu bukan aku.

Setelah UTS selesai, langsung kumeninggalkan tempat, meninggalkan beberapa percakapan teman-teman tentang soal yang kita kerjakan.
aku gak boleh mengeluh
Gak.

Belajar yah mir, gak boleh mengeluh, apalagi selesai dan mengeluh pada orang yang terbebani hal yang sama.

Aku tahu, aku lebih suka kesendirian, berfikir, imajinasi dalam ruangku yang sulit diketahui orang lain. Meskipun juga berkeluh kesah pada diri sendiri serta orang-orang yang sangat kupercaya.

Entah, baguskan itu? Namun, setiap orang memiliki sifat seperti itu, aku yakin. Mereka pernah berharap sendirian dalam sekali waktu, entah dua kali, entah beberapa kali.

Itulah aku.

Mungkin hanya bisa mengungkapkan dalam bentuk tulisan ini. Bersilat kata, memberikan sensasi kata yang tersembunyi dalam kata.

Taukah kamu?
Harapan itu berbeda dengan keinginan.
Kandas sudah keinginanku padamu.
Awal yang jelek.








#Wish adem, berbaik hatilah padaku nantinya.
Agar aku bisa berfikir untuk dua mata kuliah yang tersisa.
Thanks :) 





Kamis, 22 November 2012

Untaian kata semangat UTS

2 komentar



Semangat! Semangat! Semangat!
Sudah berapa kata itu kata itu terkicaukan di bibirku ini, sudah berapa kali kata itu tersematkan di otakku. Tapi kapan realisasinya?
 Yak, welcome UTS. Disaat teman-teman berjibaku dengan buku, paket, modul, pensil, dan tentunya kalkulator. Tapi malam ini aku ingin duduk depan laptop, tapa kedipan sesering mungkin, antara facebook, twitter, google, dsn blogger.
Hanya ingin meneteskan sedikit semangat tanpa kehadirannya. Aku ingin semangat yang tak semu lagi. Tapi memang itu sangat sulit. Maka aku harus standby disini, duduk, termenung lagi, duduk, dan aku menulis. Hanya ini yang membantuku keluar dari kenyataan ini.

Walaupun begitu, aku harus bisa bangkit! Semangat! Karena janjiku padanya untuk tidak murung ketika bertemu lagi, janjiku pada Allah jika aku bisa mencicipi takdir di STIS ini, janjiku pada orang tua secara tersirat bahwa aku akan berhasil.
Yak, harus berhasil! kembali bekerja, tanpa semangat darinya itu tak masalah, toh sudah tiap hari dapat semangat! udah dapat kaktus!
Dunia itu memang kejam, bukan, bukan karena kita lunak pada dunia, karena kita harus bertutur lemah lembut dalam komunikasi yang dianjurkan oleh agamaku.
Pacu semangatmu mir!
Kalo semua orang bisa ngerjain, kenapa kamu nggak?
Kalo semua orang bisa rajin, kenapa kamu nggak?
Kalo beberapa orang bisa bermalas-malasan, kenapa kamu iya?

Good luck everybody.
STIS, I love you.
*****, love you too
Parents, really love you
Allah, always love you :-*

Jumat, 16 November 2012

"Meeting" ?

1 komentar




Pelan-pelan, kita berjalan beriringan, makan bersama, dan kemudian kamu meninggalkanku, di belakang, tanpa senyuman, tanpa lambaian tangan.
Ku berbalik arah, berjalan cepat, tanpa menoleh.

Nggak, ini hanya sementara, jangan sampai kelenjar air mataku bekerja

Kemarin adalah hari yang indah, dan sulit untuk terlupakan.

Dua kali sudah, namun mengapa ini lebih dari yang kemarin?

Tidak ada hal yang dilarang itu kami lakukan, sungguh, ultimatum itu berfungsi, dan aku merasa duduk dalam kebahagiaan sementara, cukup sementara saja saat ini. 
Meskipun ada sedikit musibah yang datang, tetapi semoga hikmah dapat kami petik.
Menikmati kehilangan satu demi satu yang Tuhan titipkan pada kita, hingga amanah itu diambilnya kembali?
Terimakasih Ya Allah, Engkau ajarkan kita arti kehilangan, hingga kehilangan lainnya yang berturut-turut, kita masih bisa tersenyum senang, sambil mengatasi musibah itu dengan tangan kami sendiri.

Kau beri aku sebuah tanaman yang indah.
Sebuah kaktus dengan penuh makna.
Sekali lagi, Allah menitipkan suatu makhluk yang berharga melaluimu.
Semoga aku bisa menjaganya, hingga nanti kita bersua.
Semoga..
Semoga...
Semoga....
Semoga.....
Semoga......
Semoga.......



Selasa, 13 November 2012

belajar ikhlas yah miranti

2 komentar

Dikala motivasi itu telah hilang
Dikala hati itu rapuh
Dikala masalah itu datang silih berganti
Mungkin hanya menulis yang bisa kita sampaikan, lewat kata-kata yang sulit terkeluarkan, lewat desahan suara yang tak terjamahkan.

Mungkin.

Benar.

Ya?

backsound *safe and sound*

Bermula pada coretan tinta di baju putih, HP hilang, kendala pengerjaan tugas yang tidak biasa, sakit berturut-turut, dia dapat nilai jelek, masalah beli hp yang bingungkan, dan prioritas UKM ku gagal hanya dalam tahap pertama *wow*

Yah, kompleks namun tak sekompleks masalah pada umumnya, tak sekompleks dunia ini.

Namun, memang begitu banyak hikmah yang kuraih.
Justru harus kukatakan maaf yang tak hingga kepada mereka.
Ketika teman lain kurang beruntung sama denganku, ketika ada pembicaraan orang lain kehilangan HP, ketika dan banyak ketika lainnya yang aku tahu bahwa aku terlalu cuek pada orang-orang yang sedang terkena musibah.
Lebay? Okelah, mungkin iya, tetapi percayalah, ketika kamu menaruh suatu benda pada pualam, kamu akan menjaganya.
Ketika kamu menyayangi seseorang, melepasnya sangat sulit sesulit pada awalnya bersama dengannya *nahlho, kok jadi kayak gini?

Great. Kita lagi kena musibah nih, semoga lusa berjalan lancar dan tidak ada musibah yang melanda. Kami hanya silaturahmi, insyaAllah, maksiat itu akan jauh jauh dari perkataan, perbuatan, dan berbagai hal pada diri kami. Amin.

Selamat malam dunia.
Selamat malam STIS
Selamat malam mereka, yang mungkin memang belum tahu mengenalku
Selamat malam terkhusus orang yang telah mengambil HPku, terimakasih telah mengajariku keikhlasan, meskipun nggak enak, kehidupanku sedikit berubah *pasti* setelah ditinggal sahabat yang menemaniku selama setahun lebih.
Terima kasih pembaca. 

Minggu, 28 Oktober 2012

Idul Adha ku istimewa

0 komentar







Happy Idul Adha! ^-^
Hari raya kali ini adalah hari raya yang paling kontras dengan hari raya sebelumnya.
Yah, berhubung sudah ada di tempat perantauan, tidak bisa seenaknya pulang dengan biaya yang lumayan, dan terkhusus waktu yang lemayan, akhirnya aku harus berbahagia lebaran di sini, dengan keadaan yang mendukung kelihatannya.
Lihat saja, betapa tidak mendukung, subhanallah banget gitu, ketika hari raya, tidak ada kendaraan satupun di jalan raya (dialihkan ke jalan busway semua), dsebabkan jalan raya digunakan untuk sholat idul adha.
Eh, jarang jarang kan di kota terbesar, Jakarta, sesepi ini :D
 Yah, hanya ingin ikut euforia idul adha, dan membantu dengan sesama, sedikit membantu meneteskan peluh untuk kebajikan. Mengikuti panitia kurban, sayangnya nggak ada fotonya, karena tidak kefikiran untuk berfoto, initinya seru. Kami menyembelih 14 kambing dan 5 sapi, dan saya bergabung dengan seksi konsumsi.
Kami masak sop, rendang, nyate, dll (tapi nggak semuanya aku lakukan, aku ikut nyate aja sih) :D.
Nat, setelah itu kami makan bersama, karena laki-laki dulu tuh yang makan, yang perempuan yang terakhir, kita nggak dapat sate, tapi nggak papa deh, masakannnya top! enak sekali.
Kemudian kami mengambil jatah kurban kami. Aku bingung, nggak pernah masak daging. Dengan nekat yang membara, aku bisa menghadirkan semangkuk daging yang telah kusulap menjadi masakan istimewa. Nikmat kok, aku nggak bohong :)
 Liburan belum usai, siang tadi aku mengantarkan temanku yang sedang mengantarkan adikku ke kampung rambutan, menuju sekolah tercintanya, STPDN. Ketika dia ngantarkan adiknya duduk ke bus, aku menunggu di luar.
Eh, ada penjual donat menawari jajannya, aku iseng untuk bertanya, ternyata terjadi transaksi di sini.
Akhirnya aku terpaksa membeli donat yang sebanyak 10 ini dengan harga Rp10.000,- Murah banget , eh?
Nggak tahu entah iya apa gak, meskipun agak ragu, ya sudah, itung-itung mendengar tutur katanya,"Saya orang islam dek, nggak mungkin jual barang kadaluarsa", "Saya jualan untuk anak istri, neng".
Eh, aku luluh dari kata-kata itu. Suer!
Dan sekarang, badanku remuk, kawan. Bukan, bukan karena ke kampung rambutan, tapi karena tadi pagi ikutan taekwondo, masih awal bangets pula.
Kenapa sakit semua ya? Padahal begitu doang -_-

Yah, semoga idul adha kali ini istimewa untukku. Amin.
Selamat idul adha. Wish we will be better always.


Minggu, 21 Oktober 2012

Special Persons... Thanks

0 komentar
Sungguh elok hidup ini :)
Yippi, Entah, pagi minggu ini aku bisa tersenyum dengan tulis, seakan berat jantung ini hanya sebesar zarrah :)

Allah tidak akan menguji umatnya tanpa penyelesainnya.
Ya, percayalah, seperti menu makanan di Mas mono, satu paket adalah ayam bakar, nasi, sambal, dan lalapan. Begitu pula tak luput dengan menu masalah yang disajikan oleh Allah.

Kemarin adalah hari yang panjang yang melelahkan.

Suatu hari kelabu, yang telah disiulkan oleh dosen kita tercinta, aku melamun, melambung jauh, tinggi, setinggi angkasa, melalang buana, mengarungi samudra awan nan biru, "Mengapa aku semaunya seperti itu padanya?"
Setelah siulan itu berhenti, lalu seperti biasa, aku mengecek HPku. Hanya ingin mengecek aja, mungkin ada sesuatu yang penting.
Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan..
Masalah kedua muncul. Oke, aku yang salah saat itu, dengan polosnya aku ceritakan yang seharusnya aku bagi dengan pikiranku saja, hanya karena dipancing sedikit aja,.
Yah, singkat cerita, aku benar-benar menjadi orang yang paling bersalah.
Kuceritakan segalanya, meskipun kata beberapa orang menertawakan, betapa bodohnya aku karena bercerita sangat polos, namun, aku tahu, ini pasti bisa menyelesaikan masalah dengan lebih cepat dan aman. Walaupun entah, mungkin, si korban thinkingnya sudah beda.Yap, singkat cerita, alhamdulillah, masalah terselesaikan dengan indah, mungkin cara pandang korban itu sudah beda pada kita, atau harus lebih berhati-hati dengan kita, atau yaaah, positif thinkingnya, mungkin hanya bergumam dengan tulus 'take it easy'. What? aku orang yang selalu suka memikirkan sesuatu , apalagi secara mendalam.

Malam kelabu dengan badmood yang luar biasa, entah, ini sudah berada di titik puncak rasanya.
Dengan menimang kata demi kata yang tiba tiba muncul silih berganti, kuputuskan keputusan yang terputus. Yap, yap yap, kuputusan yang serasa akan meringankan jalanku ini, nyeseeek banget :(
Aku tertidur dengan linangan ari mata dan berseimut dengan tissue yang berserak diri, dikelilingi laptop yang menyala, dan aku terbangun dengan situasi yang panjang, dengan keadaan yang tak kunjung membaik.

Aku tidak tahu, bahwa segalanya akan lebih buruk daripada memperbaikinya sedikit saja

Pagi yang melelahkan, hari itu adalah hari yang bersejarah dengan lamanya waktu menangis yang pernah kualami. Menyebut namanya pun saja sulit dengan diikuti air mata yang terus mengalir, apalagi menceritakannya?!
Aku hampir tidak siap.
Hati boleh terhenti, namun waktu selalu berjalan, berjalan hingga batasnya nanti berakhirlah ia.
Ya, suatu tempat yang bersejarah lagi menitikkan air mata, hanya dengan sentuhan kata yang sering kami dengar, namun kami tetap tak kuat untuk hanya tersenyum sejengkal saja, aku terombang-ambing, tak kuasa pula menutup perisau diri.

waktu ke waktu berjalan dengan cepatnya, menghindar pun darinya cukup sulit, aku kesulitan menjauh padamu, sulit, walaupun jarak mata ini tetap jauh, menembus gedung-gedung bertingakt, seribu jembatan penyebrangan, jalan tol yang bertol tol, ilalang, sawah, tanaman tinggi, pegunungan, bukit, lembah, kota. Namun, sulit, sulit, cukup sulit.

Sore yang indah dengan ditemani teman dekat yang sepesial-spesial. Metstat.
Hanya dengan acara makan-makan, acara pun dimulai. Melihat mereka yang tersenyum, mengobrol, tertawa, bercanda, berbagi, hangaaaaaaaaaaaaat sekali. meskipun pikiranku ini sedang tidak hangat, kaku, maaf, teman teman.
Namun aku bahagia melihat kalian seperti itu, melihat temanku terlepas dari masalah kedua bersamaku, melihat kelegaan hatinya, melihat kakak PK yang bercerita banyak hal, hanya melihat, mendengar. Namun kurasakan kebahagiaan yang sedang tersumbat dengan masalah pertama.

aku terpaku, diam, dengan senyuman kecil yang abstrak

Malam itu adalah malam yang kelam, aku merasa orang paling sendirian di sela-sela hirup pikuk candaan ulangtahun kk tingkat di kostku yang dirayakan dengan keluarga rohkrisnya.

Aku terbangun dengan dengungan HP yang datang bertubi-tubi, ash, ia menelponku kembali, menanyakan kepastian. tidak atau iya selamanya?
hal yang selama ini aku fikir.

Dengan perdebatan yang terlalu lama dengan batin, diputuskan dengaaaaaaaaaaaan...

Perfect,
kita baikan :)



 Terimakasih Allah, Kau kirimkan masalah yang aku buat, namun Kau atur pula bagaimana menyelesaikannya.
Thanks for my special persons, two brothers, especially, trby :)





Jumat, 19 Oktober 2012

Inikah badmood?

3 komentar


Welcome to big badmood :(


Hampir enam bulan berlalu, sudah selama itu kah? lalu aku nodai sedikit saja?
Campur aduk, hingar bingar, gemerlap.
Hidup kita tidak jauh beda dengan hari kemarin. Merugi kah? Atau memang kita akan ditemukan lagi oleh Yang Maha Kuasa dengan peristiwa yang hampir sama, dengan pelaku, waktu, tempat, dan suasana yang berbeda.

Mengingatkanku pada masa kelam yang sulit untuk memutus akar yang kuat itu, merobek sedikit kesakitan yang selama itu tidak aku rasa.

Liburan setelah masa SMP adalah liburan paling lama selama aku hidup pada masa itu. Entah, ada saja yang bisa aku lakukan dengan liburan yang serba panjang itu, dan salah satu itu adalaaaaaaaaaaaaaaaaaaah
"Mengenal superstar kita serta kawan-kawannya".
Singkat cerita, dengan dibarengi buku yang tak pernah kujamah, dan komputer yang sering di depan mata serta HP yang tak kunjung mati, putus sudah nama 'belajar' secara sempit di hatiku ini.
Singkat cerita pula, hari SMA pun tiba, dan ternyata hal itu menjadi hal yag penuh masalah yang bisa memicu ketidakfokusanku untuk merajuk lagi pada belajar istilah sempit ini.
Karena tidur kemalaman, bangun kesiangan, kepala sering pusing, mata sering menerawang, pikiran melambung tinggi, sulit menerima hal yang baru, dan entah ada sebersit tidak keikhlasan menjalankan ini.
Yap, alhasil, setengah kudapatkan, nilai pun setengah semangat menopang dadaku.

Dan, ternyata hal itu terjadi lagi sodara-sodara, ketika masuk kuliaaaah, dan liburan itu semakin lma, sekitar 5 bulan aku tidak pernah memegang yang namanya B U bu K U ku, BUKU!

Entah iya atau tidak, tetapi aku memang sedang kesulitan sekarang, plis, bantu aku.
Alasan terbesar menjadi badmood :(


Dies Natalies AIS/STIS 54

0 komentar
Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you.

Sebelum kamu memeluknya, kenali dan sayangilah ia dulu.

Yap, STIS.  Sudah agak lama aku mengenalnya, sekitar setengah tahun yang lalu, kucoba untuk menyayanginya, dan aku peluk badge itu dalam kehidupanku kelak. Amin.
Anyway tentang menyayangi. Kita bisa apresiasikan dalam menyadari ulang tahun STIS yang ke 54 (angka ini bakal menjadi moment yang legendaris dalam kehidupanku), dan pastinya kita harus turut ikut campur dalam acara puncak yang nama kerennya........
DIES NATALIS AIS/STIS 54
 Sudah sekitar satu bulan warga STIS merayakan acara ini, semenjak kita belum menginjakkan kaki ke STIS hingga kita sudah digodok berkali kali, dikenalkan banyak hal berkali-kali, hingga terharu berkali-kali.
Dan pada tanggal 15 Oktober 2012 itulah diadakan acara puncak tersebut.
Begitu banyak sajian acara yang disajikan dalam acara puncak tersebut, diantaranya penampilan excelsior (bener g ya tulisannya?!) yang membahana, sambutan-sambutan, yang paling menyedihkan sambutan terakhir bapak kita tercinta, Pak Adi Lumaksono yang menyerahkan jabatanya sebagai ketua STIS, lalu penampilan budaya dari hampir seluruh Indonesia (Subhanallah, ini nilai plus sekolah kita, di tempat mana pun ada), eh iya sekaligua peresmian stan setiap himada, pemilihan papida, pemilihan dosen ter-teran, pemberian beasiswa pada SD dsb.

salah satu stan yang ada*
makanan khas lampung nih :)*
tria changcuters ^_^ berpose chibi sebagai guest star*
Semangat dies natalis itu semakin meriah dengan adanya bintang tamu Changcuters, dengan menyanyikan beberapa lagu favoritnya (soalnya memang itu-itu saja yang sering aku dengar lagunya :D) dan banyolan yang lebih aku suka banyolannya daripada konsernya.
Semoga STIS semakin baik dan baik menuju kesempurnaan yang menghampiri DIA yang punya. Amin.

Bye the way, Hidup di STIS ituu semakin berwarna, ada saja sengatan kejutan yang silih berganti, atau mungkin maklum masih newbie ya. 
Semoga saja seiring dengan lamanya aku tinggal disini, merantau bersama sahabat-sahabat yang baru, semakin lama pula aku menikmati hidup dengan kujalani dengan tulus, ikhlas, dan penuh semangat yang tersembunyi.
Caiyoo :)

*courtesy of teman-teman STIS semua di FB :)


Senin, 08 Oktober 2012

Komitmen? insyaAllah

0 komentar


Perlu komitmen dalam menjalankan sesuatu.
Mengena banget ketika mendengar beberapa patah kata yang ia lontarkan.
Banyak apa yang aku lakukan, tapi melakukan komitmen itu salah satu hal yang tersulit.
Membuat ceritaku tentang magradika belum rampung, sholat yang dulu biasanya aku kerjakan sekarang terhenti, amalan yang sering aku kerjakan tak pernah kusentuh, terlebih juga janji yang dulu aku pupuk hingga sekarang tumbuh daun-daun yang hijau kini terlihat menguning. Ya, ia menguning tapi hanya setitik, namun setitik demi setitik.

Galau. Entah, kita hidup dalam banyak pilihan, dan sekali kita memilih tanggung jawab dan resikonya terlalu besar, tinggal kita menjalaninya dengan penuh ikhlas dan semangat. Namun, apakah pilihan itu benar?

Jadi teringat percakapan dulu yang nyesek banget, meskipun kelihatannya halus, tapi kenapa aku tersindir hebat ya.
orang bebal itu orang bodoh yang tidak pernah mengetahui dan tidak mau tahu apa yang didengar, dilihat, dan didengarnya.
Ya Allah apakah aku baru tersadar bahwa pilihan itu salah? memenjarakan hati sesungguhnya itu kurasa menjadi semangat di masing-masing pihak, membantu mengarungi bahtera samudra setetes demi setetes yang Engkau punya?
Aku tidak mau jadi orang yang penuh kebingungan. Yang aku inginkan hanya iya, jalan terus dan tanpa bumbu yang Engkau larang itu. Hanya itu kok, selebihnya bisa kami selesaikan dengan baik-baik.

Whatever we want, whatever we do. Nggak bisa giu aja dong!  STIS saja masih diatur oleh BPS dan pemerintah, apalagi kehidupan kita yang hanya selembar ini?!


Maaf, jika tidak sesuai dengan kehendakmu, aku hanya mencoba untuk lebih baik lagi untuk kita juga. Tolong, jangan goyahkan lagi pendirianku, aku ingin berdiri dengan orang-orang yang benar, bukan karena yang lain, karena itu keinginanku sejak dulu.
komitmenku untukmu, tapi bukan berarti komitmen itu untuk semuanya, ada batasannya :(

#backsound safe and sound

Kamis, 04 Oktober 2012

Magradikaku STIS *part 3

3 komentar


Awal baru mengenal kampusku. Itulah tema pada magradika hari pertama dan memang benar-benar baru. Hanya baru tahu secara umum saja, mungkin yang paling dikenal hanya basement-auditorium, basement-auditorium, basement-auditorium, dan ATM :D.
Seperti biasa, kami berkumpul ke basecamp dahulu untuk menyelesaikan tugas yang belum kami selesaikan, setelah itu sarapan seadanya dan kami berangkat bersama-sama, meraih impian kita sejengkal demi sejengkal untuk segera menyelesaikan rangkaian magradika yang masih lama ini.
Alhamdulillah, seperti hari sebelumnya, tidak ada satupun anggota kelompok kita yang telat, dengan semangat membara *membangun perstatistikan Negara, menyajikan data apa adanya, obyektif tanpa rekayasa. Eh, sori, kelewat ngafal lagu mars STIS* kelompok kita sudah moving ke auditorium yang telah ditunggu oleh PK masing-masing.
Dalam hitungan menit, pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, lagu mars STIS oleh paduan suara STIS, sambutan-sambutan, doa dan sebagainya. Maaf sekali lagi, lpa bagaimana pembukaannya, soalnya yang diingat, betapa beratnya tasku ini, ingin segera duduk dan menghempaskan tas yang berat ini.
Setelah pembukaan selesai, dilanjutkan dengan pengecekan tugas magradika *apa kebalikannya ya, jadi lupa sendiri, hehe*. Atribut satu persatu disebutkan oleh kakak panitia dan syukurlah kami sudah mengumpulkan tugas yang kami berikan. Meskipun kalau tidak slaah ada beberapa temanku yang belum mengerjakan, tapi kami sudah nyob untuk memberi tahu ya.
Acara dilanjutkan dengan acara inti pada setiap magradika, yaitu STADIUM GENERAL (SG).
SG yang pertama yakni disajikan oleh Ketua STIS, Pembantu Ketua (Puket) 1 dan Pembantu Ketua 3. Dalam SG yang pertama ini dijelaskan bagaimana sih struktur STIS ini. Yang intinya STIS dibawah naungan Pusdiklat dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga STIS memadukan permintaan dari BPS dan peraturan dari Pusdiklat.
SG yang kedua dibagi menjadi dua, yakni 2A dan 2B. Pembagian tersebut berdasarkan jurusan yang ada dalam STIS, Statistika dan komputasi statistik. Sedangkan statistika nanti dibagi lagi dalam dua konsentrasi, yaitu kependudukan dan ekonomi. Tentu saja pembicara dalam SG kali ini berasal dari jurusan masing-masing termasuk laborannya juga. Berbagai hal dijelaskan oleh para pembicara. Dari deskripsi jurusan tersebut, mata kuliah, hal yang mengenai praktek dalam laboratorium.
Setelah acara dilanjutkan dengan pembicara kakak-tingkat yang penuh menginspirasi kita. *Maaf kak, bukan bermaksud untuk tidak mengeksiskan kk, ingin menjaga privasi kakak*, diantaranya adalah penulis komik yang memenangkan lomba, penulis asli yang memenangkan lomba dan membuat buku, dan juara bridge dan banyak lainnya. Benar-benar banyak yang memberikan kami motivasi untuk tidak hanya berprestasi dalam akademik, tapi kita juga bisa mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan yang sering kita asah ini.
Pada akhir hari magradika, tibalah evaluasi. Namun, kata kakak tingkat, evaluasi angkatan kit tidak seberat dengan angkatan mereka yang diharuskan untuk setengah berjongkok pada saat evaluasi. Pada angkatan kita, kita disuruh untuk berdiri sembari dievaluasi apa saja kesalahan kita pada hari itu. Kita tidak tertib, tidak menyapa, ada yang pulang larut malam, ada yang tdiur pada saat Stadium general, ada yang mengobrol pada saat itu atau pun minum. Berbagai kesalahan kami yang memang kami salah dan tidak sopan dievaluasi lah oleh mereka. Seakan-akan kita memiliki sejuta kesalahan yang tiada hentinya mereka koreksi.
Maaf kakak Tibum, kita akan berusaha untuk lebih baik dari hari sebelumnya, terima kasih J
Berikut ini tugas magradika yang diberikan oleh kakak panitia.
Atribut yang sama yakni baju, rok, jilbab, sabuk, sepatu, kaos kaki, sandal, topi, tas, papan nama, ID card, name tag, pangkat, buku diary, polibag, ponco, kotak makan, botol minuman, papan hukuman.
Makan siangnya meliputi nasi, popeye berbiji kuning, ikan teri hamil 54 hai digoreng, kedelai berjamur dengan ditulisi makan siangku yang sehat dan ekonomis. Buah bulan sabit, minuman sari daun dengan tulisan nomor satu perbedaan, dan air mineral dengan tulisan murninya intregritas calon statistisi, madu dengan tulisan magradika 54, 3 permen anti tidur, roti semir cukup untuk satu kelompok.
Lalu menulis curhatan selama magradika hari pertama di buku diary, menulis kesalahan dan solusinya, menulis ide kreatif go green, menulis nama dan alamat 5 tetangga terdekat dan ketua RTnya, resume perkembangan teknologi, menulis rangkuman SG di double folio satu halaman penuh. Menulis peranan teknologi informasi dalam perkembangan perstatistikan di Indonesia dengan format sedimikian rupa. Menulis surat untuk PK *cieee*, menulis esai. Juga menulis karya lucu dan sifat dan karakter anggota kelompok dikumpulkan hari keempat. Ada tambahan bila sakit, tidak masuk dan terlambat menulis esai.
Namun, tibalah pada pengumuman 5 terbaik dan terburuk kelompok dalam magradika hari pertama. Saya tidak merasa terburuk dan terbaik ya, sedang-sedang adalah posisi paling nyaman bagiku. Namun, karena kita (aku dan Dhila) paling belakang, kak Fajar berbisik,”Siap-siap mendapatkan juara”. Aku pun membatin karena tidak berani melontarkan suara,”Mana mungkin dari mana kita bisa terbaik, ngerjakan banyak yang ngasal”.
Kakak panitia berkata,”Dan juara 2, kelompok 16”. Horeeeee. Nggak menyangka, ternyata benar apa kata Kak Fajar, aku kira kak Fajar bakal meledek kita. Hehe J
Terimakasih kak Fajar yang memberikan sedikit semangat lagi untuk kelompok kita dengan cara yang berbeda. Mau tidak mau, seperti yang aku bilang diawal, bahwa kelangsungan hidup kita di Magradika juga ditentukan oleh PK kita. J
Seperti waktu di pare dulu. G doubleO DJ O B. Good Job, Good Job.

Rabu, 03 Oktober 2012

Magradikaku STIS *part 2

1 komentar


03.00 Waktu Indonesia Barat, itulah waktu yang kita tentukan untuk berkumpul di basecamp yang beralamatkan di gang asem ini. Matahari masih enggan tuk terbangun, ayam masih serak untuk berkokok, semut masih giat berjalan di kamarku, apalagi laki-laki yang bertitel preman dengan gencarnya memenuhi sudut sudut gang yang sepi nan remang-remang. Dengan langkah yang maksimal dan didampingi oleh ayahku yang terpaksa harus terbangun di malam yang indah itu, sampailah aku di basecamp. Dan alhasil, masih sepi ternyata dan masih aku ingat seseorang yang pertama datang disitu. Khairul Azmi. Seseorang anak Jakarta selatan yang biasanya memakai sepeda motor dan sebagai tukang pengantar barang-barang kebutuhan magradika kita. Ayahku kembali ke kos, aku sendirian di depan basecamp sembari menunggu penunggu basecamp yang masih tidur membukakan pintu.
Beberapa menit kemudian yang kurasa lama, beberapa temanku datang dengan diantar orangtua, adapun yang sendirian.”Maaf kami ucapkan untuk yang diantar orangtua, maaf sekali lagi. Sebenarnya, waktu kumpul ini disesuaikan dengan jam karet Indonesia, karena biasanya kita akan nelat sejam ato lebih sesudahnya”.
Dengan sekejap, kita melanjutkan acara penggarapan tugas yang kita berikan, ini yang aku senang dengan kelompokku, ada yang punya print, ada yang inisiatif melaminating sendiri. Terimakasih ya Allah, cukuup tepat aku memiliki kelompok seperti mereka. J
Oh ya, satu lagi pesan yang penting dari angkatan 54. Benar-benar perhatikan apa yang diucapkan kakak panitia, sebagai contoh, sering cek web portal magradika (yang nantinya akan dapat perorangan dengan login sendiri-sendiri), di situ kamu akan dapatkan yang serasa sulit jadi gampang. Percayalah.
Kami tepat menyelesaikan hampir semua yang diberikan kecuali papan hukuman yang ternyata kami salah pengertian dalam membuat, langsung saja kita membeli roti untuk sarapan dan bergerak menuju basement mengikuti acara PRA MAGRA HARI KEDUA.
Pagi-pagi sudah dengan suara keras kakak tibum kita berkata,”Cepaaaat dek” dan berbagai kata yang memekakkan telinga. Alhamdulillah, kita sudah ada di basement dan teriakan itu tak ditujukan kepada kami. Dengan hitungan menit, kita sudah moving ke auditorium dengan pesan yang selalu mereka lontarkan,”Salam, senyum, sapa, hormat”.
Dengan tertib kami menuju auditorium, dengan sekejap dibuka dengan pembacaan ayat suci alquran dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah rangkaian pembukaan pra magra hari kedua ini, dilanjutkan dnegan pengecekan barang dan tugas yang diberikan oleh panitia. Satu persatu kami mengangkat barang-barang yang ditugaskan dengan tangan setinggi mungkin. Kakak PK kita yang cukup baik orangnya seringkali memperingatkan kita untuk mengangkat tangan kita setinggi mungkin agar nggak kena semprot tibum-tibum kita yag cukup baik hati juga (kok jadi maksa ya tulisanku. Hehe), tapi emang bener kok, malah PK kita ikutan ngangkat tangan. Karena aku sering duduk di belakang sendiri *bukan karena terpendek sih, awal memang aku suka mengalah, lalu lama-lama suka PW di tempat itu, jadi sering paling belakang*, waktu lihat ada yang ngangkat tangan kosong *yang artinya itu dia gak bawa barang yang ditugaskan*, ingin tahu siapa anggota kelompok kita yang berkali-kali ngacungkan tangan kosong, eh, ketipu, ternyata PK kita yang angkat tangan. Hehe.
Setelah acara pengecekan selesai, dilanjutkan dengan *kalo nggak salah* pengenalan gedung-gedung dan isinya dalam kampus tercinta kita. Jadi formatnya gini, sebagai contoh jika kita ada kumpul biroma di ruang 321. Jadi tempat kita nantinya adalah gedung 3 lantai 2 ruang 1. Keren yah?! Nggak ada kelas, tapi nomornya, jadi serasa statistic banget deh *endel men*.
Karena sudah buram pengingatan pada masa lampau, dilangsung saja dengan penugasan untuk magradika hari pertama. Yaitu memakai atribut yang sama seperti hari ini, baju, sepatu, sandal jepit, topi, tas, ID card, nametag, pangkat, buku diary, ponco, botol minuman, tempat makan, papan hukuman, alat sholat+sajadah.
Untuk makanan, nasi secukupnya, sayur combo 3 in 1, kentang lunak, dodol sapi, wortel dan kol berselimut digoreng dengan ditulisi makan siangku yang sehat dan bervariasi.
Dengan buah melon air merah dengan tulisan semangat kakak. Lalu air kemasan dengan tulisan minuman tanpa rekayasa dengan volume 54 x 10 pangkat min 2 dalam botol minuman dengan tulisan manis pahitnya kebersamaan dengan madu bertuliskan magadika 54, 3 permen beda rasa. Roti 3 rasa dan hand cleaner untuk satu kelompok.
Menulis curhat pramagra hari kedua, menulise resume berita tentang ekonomi dan sumbernya, menulis 5 warteg dan 4 warnet di sekitar kos dengan keterangan nama, nama pemilik alamat dan jam buka tutup, menulis 20 panitia lengkap dengan asal daerah, jabatan di A4 wajib untuk menulis coordinator tiap seksi, Sc, BPH. Menulis cerita road to STIS maksimal 2 halaman, menulis jadwal pribadi 7 x 24 jam di excel, essay ekonomi mikro makro dengan ketentuan sedimikian rupa minimal 2 halaman, dan mencari deskripsi nama statistika dikumpulkan dalam softcopy, menulis surat untuk orangtua dengan nama pengirim dan dikirm harus lengkap dan jelas dengan dilengkapi perangko yang dipastikan sampai pada tujuan. Membawa 1 polybag besar, membuat denah basecamp sekelompok dengan alamatnya dalam A4. Membuat kliping dan menulis sifat dan karakter sekelompok dikumpulkan pada hari keempat.
Tambahan membuat narasi bagi yang sakit, terlambat dan tidak masuk.
Terima kasih kami ucapkan kepada kakak panitia yang memberikan tugas yang bermanfaat *nggaya banget, padahal juga kadang ngeluh, hehe*, berkali-kali kak PK kita, sebut aja kak Fajar deh, mengatakan beli yang mendesak dulu, yaitu perangko. Tapi sedikit kami abaikan.
Ah ya, sampai lupa, ternyata sebelum kita pulang itu kita ada latihan buat pembukaan magradika hari pertama, yah, kayak latihan apel gitulah, aku nggak seberapa suka kalau ngomongkan baris berbaris, fisikku lemah J.
Sebelum zuhur kami sudah dipulangkan, mungkin dengan harapan kita semua yang belum tuntas membuat atribut segera menyelesaikan atributnya.
Ternyata, taraaaa, masalah besar muncul. Hari itu adalah hari minggu dan kantor pos tutup, kata abang kita yang berprofesi membeli barang sudah mumeti (memutari) Jakarta dan sulit menemukannya, alhasil kita kesulitan dalam membeli perangko. Tapi syukurlah, setelah malam tiba, saudara Ayu seolah malaikat yang datang di malam yang sibuk ini membawakan perangko sejumlah lupa tetapi perangko yang seribuan. Mana nyampek ke tempat tujuan kita masing-masing yak -.- . Tapi daripada nggak ada, kita tempelkan saja masing-masing ke surat kita. Yang penting tugas selesai deh, walaupun kurang memenuhi syarat.
Alhamdulillah, masih bisa tidur dengan agak lama mungkin sekitar 5 jam. Meskipun harus bangun terlalu pagi dengan mandi yang ternyata aku bisa kedinginan di Jakarta.
Ya Allah, nikmatnya Pramagra yang Engkau takdirkan untuk mahasiswa STIS

Senin, 01 Oktober 2012

Magradikaku STIS *part 1

0 komentar



Alhamdulillah, subhanallah, allahuakbar.
Terimakasih ya Allah, sebuah kata magradika, yang sebelumnya terlihat menegangkan, mencengangkan, mengherankan, menjadi testimoni yang penuh kegembiraan, kepuasan, keindahan dengan kata-kata ‘wow’ yang menakjubkan.
Insya Allah, rangkaian kegiatan yang mengesankan sebagian orang ini terdapat hikmah yang jarang kia temukan di kehidupan kita. Amin.
8 September 2012 adalah permulaan kegiatan kita yang menjadi sejarah dalam subbab penting ini. Kuliah Perdana. Ya, awal kuliah kita yang pertama dengan didampingi oleh orang tua kita dengan menyaksikan rangkaian pidato yang disajikan oleh pihak STIS di auditorium STIS. Dalam acara itu terlebih untuk orang tua kita mengetahui ‘apa sih sebenarnya STIS itu?’
Dari mereka yang mengira, perguruan tinggi swasta, atau Stikes, atau nggak penting menjadi semakin mengerti, betapa bangganya mereka dengan anaknya masing-masing. Semakin percaya untuk menyerahkan anaknya yang diatur sedemikian rupa, yang dibimbing sehati-hati mungkin, yang dididik sesempurna apapun kepada orang tua kedua kita, yaitu pihak STIS.  Alhamdulillah.
Setelah acara kuliah perdana selesai, langsung saja kita dibagi dlama 24 kelompok. Dan aku berada dalam kelompok tengah. Apaaa ya? ‘Kelompok 16 lah’.
Setelah pembagian kelompok, hanya dalam waktu satu jam kita sudah harus membawa barang-barang yang dibacakan oleh kakak panitia dan sudah selesai sholat bagi yang menunaikan dan makan siang. Jadi kayak shock terapy, dengan kekuatan sepenuh tenaga yang masih maksimal, aku pulang ke kos, ambil botol minuman, ponco, kotak makan, dan entah apa lagi yang disuruh bawa *lupa, hehe*, sholat, lalu ke kantin dan sudah dipesankan mie ayam oleh orangtuaku, dan aku ke bawah, yakni ke basement.
Di tempat itulah, aku bertemu dengan teman satu kelompokku. Yaitu Ria, Widya, Ayu, Mia, Dhila, Mardiati, Titin, Livi, Swarni, Bel, Adi, Ilham, Azmi, Putra, Pandu, Darmawan, Ifur, Chandra, dan Miko.

Otomatis belum kenalan dengan semua, dan hanya beberapa orang saja yang kenalan karena kendala waktu. Tapi, wkatu melihat teman-teman cewek seangkatan yang pada memakai rok, langsung aku gaduh,”Eh, aku yang pakai celana sendiri? Gimana nih”.
Ria langsung dengan cekatan berkata,”Kamu di tengah aja, nggak papa, tenang aja”. Teman-teman mengiyakan. Aku juga berkata,”Maaf ya kalau dihukum gara-gara aku memakai celana, perasaan tadi yang cewek nggak harus pakai rok, tapi nggak tahu juga, mungkin aku salah dengar”. Lalu ada yang bilang,”Iya, nggak papa. Tenang aja”.
Tetap aja, aku masih nggak tenang, dengan berat hati aku meminta kepada orang tuaku untuk membawakan rok itemku yang di kos ke basement. Maaf ya orangtuaku, merepotkan.  Eh, ternyata kita moving ke auditorium.
Di auditorium diawali dengan pembacaan ayat suci alquran. *Subhanallah, langsung aku percaya agama di sini kuat banget. Jadi nggak sia-sia perjuanganku masuk STIS, dan keinginan mondokku sebagai alternatif tidak diterimanya aku di kuliah manapun aku cancel*. Lalu dilanjutkan dengan sambutan kak Faras, dan pembacaan peraturan yang begitu banyaknya.
*Sholah dulu yah, sudah maghrib nih. Assalamualaikum (jadi islami banget ya tulisanku, tumben. Hehe)
Horee, balik lagi. Tadi habis sholat dan perangkat lainnya rutin setiap selesai maghrib (sayangnya selama magradika jadi gak bisa rutin, hehe), Wira ngajak keluar, aku ngantar, alhasil, dalam sekejap uangku 50ribu habis, tapi toh uang itu juga buat kebutuhan sehari-hari nantinya, hehe. Dari mana tadi ya? Oh ya, setelah pembacaan ayat suci alquran dilanjutkan dengan pembacaan peraturan yang bejibun banyaknya, hampir saja aku mengeluh karena tidak biasa menyesuaikan cepatnya pembacaan dan nulisku, tapi biarlah. Setelah itu, waktunya Biroma.
Nah, kegiatan biroma ini cukup menjadi kegiatan favoritku dalam rangkain magradika. Rasanya tuh kalau air, sejuk banget, nggak dingin, nggak panas, meredakan hausku akan kebutuhan air dalam raga ini. Dan taraaa, bertemu lagi dengan mbak Rara
Yap, mb Rara yang memandu kita dalam biroma selama magradika yang mencengangkan ini J
Ada beberapa teman di sana, diantaranya, Ajeng, Dian, Imas, Linda, Syifa, Dyah, Nur Azizah, Annisa, FM, dan Intan.
Setelah acara biroma selesai, dilanjutkan bertemu dengan kk PK di ruangan yang telah diatur oleh panitia *hehe, pikun saya tingkat tinggi, pokoknya 32 lalu entah berapa, gak inget*.
Siapa PK kitaaa? Dan ternyataa kak Fajar Sidik Gunadi.
Dari awal mendengar nama itu, kayak pernah baca nama itu ya, aku putar otak yang bertriliyun triliyun panjangnya, dan ketemu, ya, kak Fajar sering main di grup angkatan kita, dan aku nya yang jarang, pantas aku harus memutar otak begitu lama. Dan ternyata yang namanya PK itu berpengaruh pada kelangsungan kelompok kita *maybe* J
Ah, hampir lupa, PK itu singkatan dari Pendamping Kelompok, tapi dalam seksi panitia, dinamakan KESTARI yaitu Kesekretariatan dan buku, tiap kelompok memiliki PK, dan PK nantinya yang bertugas mengecek tugas tugas kita, tapi ada yang aneh nih *sst, jangan bilang PK ku ya*. Aku kaget waktu tahu tulisannya kak Fajar yang asli, tapi biasanya waktu kita nulis di diary, tulisannya beda dengan tulisan yang kak Fajar tulis, yang mana yang benar benar asli ya? O.o *peace kak :D*
Di tempat itu juga, kami mengenal siapa PK kita. Dari papua, masih di 2KS1 *ckck*, tapi sekarang 3KS1, dan entah lupa apa lagi perkenalannya. Dilanjutkan dengan perkenalan anggota kelompok serta diperkenalkan bahwa nama kelompok kita METSTAT *ini bakal legendaries, boy*, dengan namaku yang begitu panjangnya *entah kenapa aku yang paling panjang, takdir mungkin ya?* DEGREES OF FREEDOM.
Yap, setelah perkenalan itu, dipilihlah ketua kelompok kita yang bernamaaaaa, Adi. Dengan nama statistika Duncan. Gampang aja sih pemilihannya, gak ada coblos aau contrengan, Cuma milih siapa yang bersedia, tapi gak ada yang bersedia, dan dipilihlah oleh PK kita secara acak, dan takdir membawa Adi menjadi ketua kelompok kita. *Perasaan dari tadi takdir mulu ya, hehe*.
Ini yang fenomenal, setelah itu kita diberikan tugas untuk Pramagra hari kedua, gak menyangka tugasnya begitu.
Ini nih.
Baju, rok, kerudung, celana dalan, ikat pinggang, sepatu, kaos, sandal jepit, tas pinggang, topi yang sudah kita siapkan sebelumnya. Membuat papan nama tas yang diatur sedimikian rupa dan harus rounded rectangle dengan bagian depan warna kelompok yang sudah ditentukan RGB nya dengan ditulis Kelompok dan nama yang diberi ketentuan sedimikian rupa, delaminating, diberi lubang pojok kiri dengan tali koor warna hijau 21 meter.
ID card berukuran 20 x 15 dengan background warna kelompok, bagian kiri bawah diberi foto terbaru, bagian kanan dengan ukuran 3,5 x 3,5 diberi nomor absen, lalu ada kelompok, nama lengkap, nama statistika, kelompok apa, motto hidup dan dari atas ke bawah ditulisi magradika 54, serta diberi logo. Juga delaminating.
Lalu membuat nametag dengan ukuran 10 x 2,5 cm dengan background item, diberi nama lengkap putih, delaminating, diberi peniti.
Pangkat trapezium dengan panjang 4 dan 4 serta tinggi 8 cm dengan RGB 235493 serta symbol zigma bagiatan atas ditulis miba dan stis. Delaminating, ditempel di kertas asturo warna biru dan warna sama seangkatan.
Buku diary berukuran 14,8 x 10,5 dibungkus dengan kertas koran yang ada statistikanya, dengan ada tema magradika, logo, nama lengkap, nama statistika dengan diberi warna berukuran 3 x 2,3. Buku diary landscape. Halaman pertama diberi nama, nama statistika, asal daerah, tempat kos, nomor, nama ortu, asal SMA, motto, foto terbaru.
Membuat papan hukuman telat 22 x 15,5 , background warna hitam dilapisi kasturo item.
Dengan tulisan. ‘kesalahan saya datang “terlambat”’ dengan kalung raffia item panjang 80 cm
‘kesalahan saya “tidur” di saat yang tidak tepat’ dengan kalung raffia item panjang 100 cm
‘kesalahan saya tidak “beretika”’ dengan kaluang raffia item panjang 120 cm.
Kalung raffia dikepang sedimikian rupa.
Ini masih atribut, belum tugasnya yaitu.
Menulis biodata lengkap, nama lengkap, nama statistika, ttl, asal, no hp, alamat daerah, alamat Jakarta, ttd, di kertas A4. Denah jalur kos dengan alamat kost di A4. Membawa ember, kain pel, pewangi, kardus bekas fotocopy, ttd RT dan capnya bahwa diizinkan kelompok itu membuat basecamp. Cerpen jika ada yang sakit, terlambat,  dan tidak masuk.
Yap,  belum jelas semuanya, kita sudah disuruh kembali ke auditorium. Dengan buru-buru kami harus kembali. Setelah di sana dengan banyaknya makian yang entah sering kulupakan, dan konfirmasi lagi pada PK apa yang perlu dibawa, kita pulang waktu maghrib. Keren yah, kita harus menyelesaikan PR ini selama 3 jam pada malam itu karena jam 9 kita tidak boleh berkeliaran atau mengerjakan tugas kelompok. SEMANGAT!

My activities

style='overflow:auto; height:200px'>