Selasa, 24 Mei 2011

Amanatif

0 komentar

          Seorang Lee sedang tergeletak di rumah sakit. Mungkin ia sudah bosan di sana, ingin cepat pulang, letih menahan sakit. Tetapi doa kita selalu mengalir untukmu. Tanpa sengaja, aku memimpikanmu ketika akan bangun tidur sebelum shubuh. Seakan masa lalu itu hidup kembali, kamu ada di sekolah. Bercanda dengan lucunya. Ternyata aku rindu candamu, Lee.

Kuacuhkan mimpiku dengan rumor mimpi. Berharap itu tidak akan terjadi, karena kamu akan segera sembuh, ya, secepatnya.

Dia yang kukenal sangat baik denganku, meski akhir-akhir ini aku kurang nyaman dengannya, tetapi aku baru sadar sekarang, mengapa aku nggak nyaman dengannya?!

Dia selalu mencoba agar sahabatnya berbahagia, tidak ingin mengecewakan semua orang, tidak ingin menyusahkan orang-orang di sekelilingnya. Inspiratif dan kreatif. Ternyata aku terlalu suka dengan kepribadiannya untuk kujadikan sahabatnya.

Semoga cepat sembuh ya. Kita selalu mendoakanmu.

Amanatif (ada nggak bahasa itu di bahasa Indonesia? Hehe). Ya, aku juga coba untuk menjadi amanatif dengan mempublish cerita ini. Dia pernah berpesan untuk mempublikasikan cerita ini di mading kelas kita, tetapi mading itu untuk fotografi.



Si Bebek Lee

                Ini kisah dari seekor bebek buruk rupa dengan seekor elang yang sebenarnya hanya suatu perumpamaan untuk tokoh sebenarnya.

                Kisah percintaan seekor bebek buruk rupa dengan sang elang.

                Bebek buruk rupa duduk termenung meratapi apa yang sedang terjadi tapi ia tak menangis, ia mencoba untuk tegar.

                Di saat itu sang elang datang dan hanya bermaksud untuk menghibur. Seiring berjalannya waktu mereka menjadi sahabat unggas yang sangat erat.

                Hingga suatu hari, muncul perasaan lain dalam hati bebek buruk rupa yang sudah mengenali sang elang walau hanya sedikit.

                Karena merasa sang elang tidak akan mengatakan perasaannya pada bebek, si bebek buruk rupa memutuskan untuk mengatakan perasaannya tapi dengan tujuan ia hanya ingin sang elang tahu bukan untuk menciptakan suatu hubungan di antara mereka.

                Karena bebek sadar bahwa ia buruk rupa dan tak pantas untuk berada di samping sang elang yang gagah dan dapat terbang mencapai langit yang tinggi.

                Setelah mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan, tanpa diduga sang elang menjawab dengan jawaban yang benar benar membuat hati bebek buruk rupa bahagia.

                Semua itu mampu merubah hidup dan cara fikir si bebek hanya karena sang elang.

                Ya, sang elanglah yang mampu melakukan perubahan pada diri si bebek buruk rupa.

                Waktu telah berputar, tanpa henti. Terus berputar dan menjadi saksi bisu kisah mereka.

                Si bebek buruk rupa tak mau mengumbar kisah mereka pada unggas lain, karena si bebek beranggapan aka nada hati yang tersakiti gara gara si elang.

                Tapi sebenarnya selama si bebek dekat dengan si elang, ada rasa tak percaya pada sang elang sehingga muncul anggapan bagi si bebek bahwa elang hanya ingin membuat bebek senang dan tidak ada maksud lain.

                Entah benar atau tidak, si bebek berusaha percaya agar tidak menyakiti perasaan sang elang.

                Suatu hari datang si burung merpati mengungkapkan perasaannya pada bebek.

                Agar tidak menyakiti hati si merpati, si bebek tak menjawab dan menggantung pertanyaan si merpati namun ternyata si merpati telah mengetahui bahwa ada sesuatu yang special antara bebek dan elang.

                Tapi entah mengapa, si merpati tetap mengungkapkan pada si bebek, karena setiap hari si merpati tetap mengungkapkan pada si bebek. Karena setiap hari si merpati selalu berusaha mendekati si bebek, si bebek merasa terganggu juga.

                Bebek menceritakan pada sang elang tentang hal itu dan berharap agar elang tidak salah pahan pada sikap si merpati.

                Terjadi percakapan antara si merpati dan sang elang. Entah apa yang mereka bicarakan.

                Waktu tetap berputar tanpa henti.

                Tanpa mempedulikan mereka, tak peduli apa yang terjadi tapi tidak bagi sang elang.

                Persahabatan unggas antara sang elang dan merpati sangat bermakna baginya.

                Agar tidak terjadi perselisihan antara mereka, sang elang mengatakan pada si bebek buruk rupa untuk mengubur perasaannya tanpa mempedulikan perasaan si bebek, hancur hatinya lebih dari berkeping keeping, sang elang mengakhiri rasa cinta di hati bebek, mengatakan kata kata perpisahann dengan mudahnya.

 

                                                                                                                By : Lee dya Rainy @gain.



My activities

style='overflow:auto; height:200px'>