Rabu, 23 Februari 2011

Nambah Satu

1 komentar

Walaupun curi curi untuk update blog, pasti akan aku lakukan yang terbaik untuk blog ini.

Well, opini berkelanjutan rasanya kurang nikmat. Sehingga mari kita membincangkan sesuatu hal yang baru. It’s really fresh, gan!

Iyyaaaaa, itu dia.

Best friendnya miss Lauren.

Pertama kali apa yang kalian pikirkan ketika melihatnya?

Yah, sebelum kalian menjawabnya. Lebih baik kujawab dulu pertanyaan yang kubuat itu.

Sejujurnya kaget, lebih tinggi dari kita, dengan hidung yang mancung, kulit yang lebih putih (aku suka kulit putihnya orang), ramah, tetapi agak, yah, begitulah.

Her name is Kelly Fearman (Hope that she doesn’t know my blog, because I said about her).

Dia asli dari Kanada dan mengunjungi Indonesia dalam rangka travelling.

Berhari hari, aku berfikir, enaknya mereka travelling ke luar negeri. Kalau kita! Paling banter juga di Jawa, luar jawa sudah terlalu keren. Atau, orang orang yang sangat keren ke Singapura, Malaysia, dll.

Itu karena apa? Karena kurs Indonesia ke mata uang dunia rendah, hampir sangat rendah. Sehingga, ketika kita berkecukupan hidup di Indonesia, kita merasa sangat miskin di luar negeri. Sebagai contoh, di Singapura, kursnya dari rupiah ke dollar Singapura : 1 Dollar Singapura itu 6500 rupiah. Jadi semua barang di sana (sekitar makanan, minuman, dan kebutuhan pokok lainnya) berkali lipat. Itu masih di Singapura, belum lagi kita di Amerika. L

Menunggu kita harus pintar dulu, kerja, dapat uang banyaaaaaaak, lalu kita bisa travelling. Atau kalau tidak, kita harus pintar, unggul, lalu dapat beasiswa ke luar negeri. Pingiiiiiiin.

Nah, btw, dia di sini sekitar satu bulan. Tetapi tidak stay di sini terus, katanya sih mau ke Lombok dan Bali.

Otomatis, bule di rumahku bertambah satu.

Alhamdulillah, masih ingat dengan opiniku dahulu. ’KETIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN APA YANG KITA INGINKAN, PERCAYALAH BAHWA ALLAH SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK KITA”.

Yah, Allah memberikan hal hal yang tidak kita duga. Karena aku yakin Allah memberikan yang terbaik untuk kita.

Makasih Ya Allah.

Btw, I miss my besties L. I know you have big business. I will not disturb you.


Kamis, 17 Februari 2011

Whatever You Do, Just Take The Experience

0 komentar
Sekali lagi, dan sekali lagi. Aku diajak merenung dangkal.
Yah, mungkin sekiranya seperti itulah.
Sebenarnya bukan gara gara ketika temanku bermuram durja karena tidak masuk dalam seleksi, tetapi emang sudah dari dulu aku memikirnya itu. Dan diperkuat oleh sakit hatinya temanku ini + ceramah sedikit dari guruku.
Yah, “What do you think when you loose in some competition?”
Mungkin itu sekiranya topik utamanya.
Iya, itu dia.
Kejadian ini timbul lagi ketika seleksi lomba jembatan di sekolahku.
Begitu banyak tim yang ingin mengikutinya, hampir setengah dari semua kelas SEBELAS mengikuti seleksi itu, tidak luput juga teman teman di kelasku (tapi aku tidak ikut, ntah kenapa), nah karena begitu banyaknya yang ingin mengikuti. Tidak akan mungkin diikutkan semuanya di kompetisi yang sesungguhnya, alhasil diseleksi, diambil 7 tim.
Ketika hari rabu, hari satu satunya yang masuk diantara senin sampai kamis, jembatan yang dibuat oleh tim masing masing itu di uji kehebatannya, dari kekokohannya hingga kuat berapa berat yang bisa dibeban dan keringanannya.
Karena tidak lolos dalam seleksi, temanku di kelas menangis. Dia tidak terima menjadi seseorang yang selalu kalah. Walaupun sudah ada guru, dia tetap meneruskan air matanya untuk menetes. Teman teman berhuu ria.”Nangis, bu. Nangis bu!”.
Dia membela,”Masak bu, ini kalah, karate juga kalah”.
Dari situlah, guruku berceramah. Begitu banyak hal. Kalau aku tulis di sini, tidak akan ada habisnya.
Well, dari situlah, aku terharu. Bener.
Satu hal yang aku simpulkan,’KETIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN APA YANG KITA INGINKAN, PERCAYALAH BAHWA ALLAH SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK KITA”.
Dari tadi bertele-tele. Menurutku iya.
Gampangannya gini, Kamu sudah berkali kali mencoba untuk mengikuti berbagai kompetisi, ikut sana, sini, sono, sene, dan sebagainya. Tetapi, dewi fortuna benci kepadamu, sehingga kamu kalah. Ternyata, dibalik kekalahanmu, ada hikmah yang besar di dalamnya, dan Itulah yang Allah berikan untuk kita yang terbaik.
Ya Allah, ijinkan aku percaya quote ini. Agar rasa optimis yang kecil itu tetap tersemat di hatiku. Amien.
By the way, dulu aku juga mikir lho. Kalah di banyak hal. Sakit banget rasanya, Ikut ini kalah, itu kalah. Sebagai contoh, Aku ikut lomba cerpen, kukirim ke koran, majalah, lomba di univ, facebook, lomba dari penerbit, dan kemanapun, tetapi resultnya sama, KALAH. Hampir putus asa, dan banting haluan entah kemana. Belakangan aku baru tahu, tulisanku emang jelek. Hwahahaha. Jadi, Hikmahnya adalah kita bisa memperbaiki tulisan kita menjadi yang lebih baik (adik adik bayi juga tahu, mir ! )
Nah, setelah kita lihat di segi kalah, mari kita lihat di segi menang. Semester kemarin, Alhamdulillah, ujian mid matemku mendapat nilai yang bagus. Alhamdulillah, terbagus. Tapi, entah, it doesn’t make any sense for me. 
Tahu nggak apa kesimpulan dari ini?
Iyaaa, ternyata kompetisi itu yang terpenting pengalamannya. Hehehe (sumpah, aku juga baru nyadar waktu nulis artikel ini).
So, whatever you do, just take experiences in it. And take anything positive.
Akhir kata, (kayak Mario Teguh , ah)

Salam Super

Senin, 14 Februari 2011

RENUNGANS

1 komentar

Tiba-tiba saja aku berfikir.

Akhir akhir ini aku sering berfikir. Berfikir tentang sesuatu hal yang jelasnya secara umum solusinya ada di buku buku terkenal, tetapi aku tidak mau membacanya. Berifkir tentang hal yang kurang bermutu, tetapi ketika kudapatkan hasilnya itu, aku merasa bahwa it’s really wonderful. Memang berfikirku lamban sekali, kurang ilmiah. Tapi yang penting aku berfikir kan. Lebih baik aku berfikir, daripada tahun tahun sebelumnya, aku jarang merenung.

Tapi sayangnya, ketika perenungan itu, aku jadi sering sensitif sama siapapun. Kadang marah marah gak jelas, kadang diam sendiri, kadang juga menelungkupkan kepala ke tangan. Begitulah.

Kadang juga sering mengatakan,”menyebalkan”. Atau apalah, banyak, hingga lupa apapun yang terjadi ketika perenungan itu.

Just one characteristic about me. Yes, yes it’s about me. :D

I like to bury about me, ex : problems, renungankus (berhubung di kanan dan kiri kata ini noun plural, aku kasih ‘s’ di kata yang satu ini), experiences. Dll.

I am sure all of you knowing my sentences.

BTW, tentang itu. Aku jadi mikir, mikir, dan mikir. Gara gara mikir. Aku menemukan suatu problem, dan kutemukan alasan dari itu. Kelihatannya bukan hipotesis lagi kayak di praktikum praktikum biologi itu. Tapi ini sudah menjadi conclusion my renungans. :D

Renungan gak pentingku adalah : “Suatu kejahatan pasti ada alasan tertentu yang sangat kuat untuk melakukan kejahatan tersebut”.

Ayeyey, saya yakin seratus persen, semua orang bakal meninggalkan tempat ini, dan malas melanjutkan untuk membaca.

Gini, gini pembahasannya.

Ini yang mendominasi hasil dari renunganku. Masih tahu tentang master? L. He is a freak man. (astaghfirullah, sekali aja aku ucapkan ini ya, aku jarang pakai kata ini kok, bener. Hehe).

Nah, memangnya ada apa. Dia melakukan kejahatan secara halus, (bukan..bukan karena profesinya. Itu kan cuman hiburan), pokoknya ada lah. Nah, ternyata, beberapa minggu yang lalu, aku menemukan alasannya dia melakukan itu.

Percaya nggak percaya, ‘suatu cinta bisa merubah orang tersebut’. Nah, itu satu kalimat yang ada hubungannya dengan ini. Percayalah, fikirkan tentang itu, maka kamu akan percaya.

Aaaaah, masih gak percaya?

Maaf ya kakak, aku ceritakan ini di sini. (mulai geje).

Iya, ya, singkatnya, dia itu melakukan hal yang gak baik gitu, aku kesel. Gak terima. Semakin lama, miscontact, hilang deh kehidupannya di kehidupanku.

Suatu hari, ada wawancara tentang dia. Eh, ternyata secara tersirat alasannya adalah satu kata itu,’love’.

Hahahahahahahahahahaha.

(mulai geje lagi. Gak ada hubungannya ketawa dengan topic ini).

Nah, sejak itulah, aku mafhum. Meskipun iya, bener, itu hal yang memuakkan. Tapi emang hal yang berbau kata yang digarisbawahi itu emang agak strange.

Pokoknya, ada lah contoh lainnya tentang result renunganku itu. Tapi ketika selesai menulis ini, lupa apa lagi.

Lagipula, posting artikel banyak banyak gini, buat orang yang membacanya mual. So, aku sudahi saja.

“PERCAYA GAK PERCAYA KITA SEMUA BUTUH MERENUNG”.

Salam


Rabu, 02 Februari 2011

Pengharapan untukmu

1 komentar
Sejuta rasa yang kupunyai
Pedih, pahit, terbengkalai
Itu yang lebih kamu rasakan
Ku hanya mencincipi setitik saja

Kutuangkan luasnya samudera doa untukmu
Rasa ibaku, kasihanku hanya tersirat di pelupukmu
Meski pun juga deritamu tidak mematikan
Yakinlah, samudera doa itu tidak akan habisnya

Selalu berharap di dinginnya bumi
You get better


My activities

style='overflow:auto; height:200px'>