Kamis, 15 September 2011

SULIT

2 komentar

Sulit untuk mengakuinya. Entah, lingkaran setan apa yang telah memasuki alam bawah sadarku? Atau segitiga Bermuda yang menarik semua energy positifku ke dalam lubang yang dalam. Sulit untuk dikatakan dengan kata-kata tetapi aku ingin mengatakannya. Aku tidak akan melakukannya seperti mengiris bawang merah. Dan amin itu berlari, jauh, hampir aku tidak dapat melihatnya. Kali ini aku ingin mengatakannya..

Aku bodoh, terlalu bodoh untuk menjelajahi langitan pikiran ini. Aku suka matematika, tetapi aku benci logika di dalam pelajaran itu. Haruskah itu kubedakan lagi untuk kesekian kali aku fikirkan walau entah kubu mana yang berkata bahwa simpulanku benar? Hampir kupercayai simpulanku salah tetapi aku berfikir lagi. Karena pada hal seperti ini, aku tidak dapat meminta bantuan lagi. DIA tidak akan mencampuri urusan seperti ini. Lalu bagaimana?

Aku tahu bahwa aku ingin menghindarinya. Tetapi DIA tidak mungkin salah mengerti fikiranku, apalagi negative thinking. Dia serba tahu bagaimana aku lahir, bagaimana aku berjalan, merangkak, dan suatu hari nanti aku kembali ke tempatku.

Sulit untuk mengatakannya. Karena berkali-kali pesan sembunyi itu memberi energy negatifku untuk tetap berdiri. Aku tidak kuat berdiri. Setidaknya dengan mereka dengan dia pula.

Bukan karena apa, tetapi untuk apa.

Aku akan menunggu hingga itu mudah untuk mengatakannya. Suatu hari nanti, walau itu sudah kusam. Aku masih menunggu. Semoga DIA memberi fikiran itu padanya yang sama. Hanya untuk mengatakan. Bukan lebih. Agar aku tidak menyesal.

Tak peduli dengan janji dan sumpah yang tak terbukti. Tetapi aku nggak butuh pembuktian itu.

In thats day, i have said it. But there isnt responds. Whatever. Just let it flow!

Sabtu, 04 Juni 2011

First Experience : Opname

1 komentar
Jujur, aku malas malas piye gitu nulis di blog lagi. Tetapi dengan sedikit senang hati, kudapatkan modemku kembali, online. main typing maniac, dan ingin ngeblog.

Oh dear, mau curhat saja..
Kemarin aku sakit maag + tipes. Dan akhirnya saya harus diopname di RSUD Jombang.
Well, begini ceritanya..
Akhir akhir ini aku sakit perut. Sejak selesai tanggal 11 Mei, aku mimpi aneh, lalu paginya kurang enak badan. Malas makan pula, perut tuh rasanya kenyang terus, padahal nggak makan sama sekali, lalu hari jum'at nya biasanya kalau makan siang di Bu Mun aku habis, tapi nggak. Aku makan sepiring berdua dengan Lee, dan aku makan hanya sedikit. Eh, jarak beberapa hari, perutku sakit, tapi setelah beberapa hari lagi, aku ke belakang, nggak sakit, alhamdulillah.
Eh, hari jum'at kemarin kambuh lagi! Rasanya sakittt banget.. Aku sampek mlungker mlungker gak karuan. Diobati. Lalu malamnya aku ke belakang dan alhamdulillah sembuh.
Aku kira sembuh total, minggunya aku makan sambel banyak, aku tambah minuman kecut karena segernya nggak karuan. Eh, malamnya aku kira aku lapar, aku buat mie goreng. Nah, ironisnya, mie itu mie baru, aku nggak pernah merasakan rasanya, karena lapar ku makan aja. Ternyata mie itu pedassssss!!!!!
Paginya perutku sakit, minum obat, dan kemudian aku berangkat sekolah.
Sampai di sekolah, OMG!!!! waktu ujian tuh ya, BAHASA INDONESIA. Perutku sakit nggak karuan, aku kira aku lapar. Maka dari itu aku buru buru keluar dari ruangan untuk makan.
Unfortunately, buk mun, buk fatin, buk mah tutup! Alhasil aku hanya makan jajan dari kopsis yang nggak banyak.
Setelah ujian, aku berlari pulang ke rumah dengan kesakitan yang luar biasa.
Sampai di rumah, aku minum obat, agak reda. Jarak beberapa menit, sakit itu datang lagi!
Sampai malam sakit itu nggak reda.
Hingga puncaknya adalah tengah malam..
Perutku sakit dan tidak ada makanan untuk mengganjalnya. aku kesakitan. Bangunkan yuk serta ibuku yang padahal baru saja pulang dari Jogja.
Hingga aku muntah-muntah. Aku kasih nasi sedikit (tanpa lauk , gan! gara gara nggak ada lauk), nasi itu keluar lagi dengan air yang menjijikkan.
Aku coba nyebut Allah, beristighfar, membuatku sedikit reda. Aku pasrah.
The ending, akhirnya aku dilarikan ke UGD Jombang, dan mendapatkan perawatan di kamar VVIP RSUD JOmbang (terpaksa, gara gara nggak ada kamar lain. hihi).
Respon banyak orang : Gak kaya di rumah sakit ya. Kayak di hotel malahan.
Alhamdulillah, Allah masih menyayangiku dengan perawatan yang bagus.
Dan kini, aku sudah pulang, tadi sudah ujian bareng teman teman tanpa belajar yang maksimal.
Tapi aku bersyukur, Sakitku nggak parah.
Aku yang lebay mungkin. Hehe.
Thanks all, for my family (yang selalu tersusahkan olehku), my motivator, all my friends.
I LOVE YOU.

Selasa, 24 Mei 2011

Amanatif

0 komentar

          Seorang Lee sedang tergeletak di rumah sakit. Mungkin ia sudah bosan di sana, ingin cepat pulang, letih menahan sakit. Tetapi doa kita selalu mengalir untukmu. Tanpa sengaja, aku memimpikanmu ketika akan bangun tidur sebelum shubuh. Seakan masa lalu itu hidup kembali, kamu ada di sekolah. Bercanda dengan lucunya. Ternyata aku rindu candamu, Lee.

Kuacuhkan mimpiku dengan rumor mimpi. Berharap itu tidak akan terjadi, karena kamu akan segera sembuh, ya, secepatnya.

Dia yang kukenal sangat baik denganku, meski akhir-akhir ini aku kurang nyaman dengannya, tetapi aku baru sadar sekarang, mengapa aku nggak nyaman dengannya?!

Dia selalu mencoba agar sahabatnya berbahagia, tidak ingin mengecewakan semua orang, tidak ingin menyusahkan orang-orang di sekelilingnya. Inspiratif dan kreatif. Ternyata aku terlalu suka dengan kepribadiannya untuk kujadikan sahabatnya.

Semoga cepat sembuh ya. Kita selalu mendoakanmu.

Amanatif (ada nggak bahasa itu di bahasa Indonesia? Hehe). Ya, aku juga coba untuk menjadi amanatif dengan mempublish cerita ini. Dia pernah berpesan untuk mempublikasikan cerita ini di mading kelas kita, tetapi mading itu untuk fotografi.



Si Bebek Lee

                Ini kisah dari seekor bebek buruk rupa dengan seekor elang yang sebenarnya hanya suatu perumpamaan untuk tokoh sebenarnya.

                Kisah percintaan seekor bebek buruk rupa dengan sang elang.

                Bebek buruk rupa duduk termenung meratapi apa yang sedang terjadi tapi ia tak menangis, ia mencoba untuk tegar.

                Di saat itu sang elang datang dan hanya bermaksud untuk menghibur. Seiring berjalannya waktu mereka menjadi sahabat unggas yang sangat erat.

                Hingga suatu hari, muncul perasaan lain dalam hati bebek buruk rupa yang sudah mengenali sang elang walau hanya sedikit.

                Karena merasa sang elang tidak akan mengatakan perasaannya pada bebek, si bebek buruk rupa memutuskan untuk mengatakan perasaannya tapi dengan tujuan ia hanya ingin sang elang tahu bukan untuk menciptakan suatu hubungan di antara mereka.

                Karena bebek sadar bahwa ia buruk rupa dan tak pantas untuk berada di samping sang elang yang gagah dan dapat terbang mencapai langit yang tinggi.

                Setelah mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan, tanpa diduga sang elang menjawab dengan jawaban yang benar benar membuat hati bebek buruk rupa bahagia.

                Semua itu mampu merubah hidup dan cara fikir si bebek hanya karena sang elang.

                Ya, sang elanglah yang mampu melakukan perubahan pada diri si bebek buruk rupa.

                Waktu telah berputar, tanpa henti. Terus berputar dan menjadi saksi bisu kisah mereka.

                Si bebek buruk rupa tak mau mengumbar kisah mereka pada unggas lain, karena si bebek beranggapan aka nada hati yang tersakiti gara gara si elang.

                Tapi sebenarnya selama si bebek dekat dengan si elang, ada rasa tak percaya pada sang elang sehingga muncul anggapan bagi si bebek bahwa elang hanya ingin membuat bebek senang dan tidak ada maksud lain.

                Entah benar atau tidak, si bebek berusaha percaya agar tidak menyakiti perasaan sang elang.

                Suatu hari datang si burung merpati mengungkapkan perasaannya pada bebek.

                Agar tidak menyakiti hati si merpati, si bebek tak menjawab dan menggantung pertanyaan si merpati namun ternyata si merpati telah mengetahui bahwa ada sesuatu yang special antara bebek dan elang.

                Tapi entah mengapa, si merpati tetap mengungkapkan pada si bebek, karena setiap hari si merpati tetap mengungkapkan pada si bebek. Karena setiap hari si merpati selalu berusaha mendekati si bebek, si bebek merasa terganggu juga.

                Bebek menceritakan pada sang elang tentang hal itu dan berharap agar elang tidak salah pahan pada sikap si merpati.

                Terjadi percakapan antara si merpati dan sang elang. Entah apa yang mereka bicarakan.

                Waktu tetap berputar tanpa henti.

                Tanpa mempedulikan mereka, tak peduli apa yang terjadi tapi tidak bagi sang elang.

                Persahabatan unggas antara sang elang dan merpati sangat bermakna baginya.

                Agar tidak terjadi perselisihan antara mereka, sang elang mengatakan pada si bebek buruk rupa untuk mengubur perasaannya tanpa mempedulikan perasaan si bebek, hancur hatinya lebih dari berkeping keeping, sang elang mengakhiri rasa cinta di hati bebek, mengatakan kata kata perpisahann dengan mudahnya.

 

                                                                                                                By : Lee dya Rainy @gain.



Jumat, 08 April 2011

Ulat Bulu

0 komentar

Ah, kembali lagi, tiba-tiba ingin nulis di blog. Tapi nggak tahu mau nulis apa.

Yang aku tahu, aku kembali normal sekarang (memangnya dulu nggak normal?! Entahlah).

Yang aku tahu juga, kalau boleh jujur, aku bosan. Berangkat pagi (sekarang aku rajin berangkat jam setengah tujuh lhoh! Kadan pernah kurang dari jam itu, jam 6 juga pernah, setengah 6 juga. Padahal nggak ada apa apa). Nah, alasannya apa? Tumpangan gratis, naik mobil. :D

Lanjutan => kemudian pulang sore. Padahal juga jarang bimbel, tapi ada-ada aja yang membuat pulang sore. Kadang karena malas (berjalan 500m, panas-panas+bawaan berat), kelompokan, nggak jelas, dan pastinya bimbel, atau malah pernah gini, katanya ada bimbel (kata teman-teman sih), eh, ternyata nggak ada -,- kayak hari kamis tanggal 7 April 2011!

Semua orang pasti sering update kabar, entah itu dari surat kabar, televisi, atau internet sendiri. Nah, akhir-akhir ini ulat-bulu-yang-membuat-gatal-tubuh sedang rajin rajinnya membunuh keceriaan penduduk. Guess what? Di belakang rumahku yang rindang ini ternyata terdapat pohon mangga, yang akhir-akhir ini jarang berbuah, ditempati oleh berbagai ulat bulu!

Alhasil (berdoa sekarang nggak ada lagi), tubuh sekeluarga gatal semua. Pokoknya semua tubuh deh yang ada kulitnya. Dan ketika kita selesai mandi, gatal itu semakin menggatali kami. Minyak kayu putih habis banyak, caladine sudah kami tabur, Alhamdulillah, lumayan, nggak segatal sebelumnya meskipun hanya 10%.

(Dulu sebenarnya mau masukin artikel di bawah ini. Tapi ketika tiba di warnet, gatal itu tidak menjalar lagi, nggak seru).

Dear ulat berbulu yang bijaksana

How do you do? Aku pernah melihatmu tersenyum kepadaku, dan kuuluk salam. Tetapi kita belum pernah berkenalan langsung, bercanda. Terima kasih karena kamu telah menjadi tamu terbaikku di rumah nan rindang ini.

Ulat berbulu yang bijaksana

Aku memakai kata ini ketika ingat dengan hal-hal bijak. Dan anda telah sangat bijak sudi memberikan rasa gatal yang kamu miliki kepada kami. Sebagai oleh-oleh tentunya.

Ah, hadiah yang kauberikan ini tidak pernah dapat aku lupakan. Setiap aku selesai mandi, hadiahmu menari nari di seluruh tubuhku. Melumatku. Menyatu dengan kulitku. Dan muncullah sisik sisik karena tanganku yang berpuluh kali menggaruknya. Tidak akan pernah aku lupakan.

Hingga sekarang aku sedang dibalut dengan hadiah terbesarmu, Sudah berapa kali perih yang kurasakan akibat tanganku sendiri. Sudah berliter minyak kayu putih untuk menawarkan hadiahmu itu. Aku masih tidak bisa melupakannya. Sangat tidak bisa.

Ulat bulu yang bijaksana

Kalimat-kalimatku di atas bukanlah kalimat penghinaan untukmu. Aku tidak bermaksud untuk membencimu, lalu mendewikan (aku lebih suka dewi daripada dewa) hasil metamorfosismu kelak. Sungguh, dahulu ada sebersit senang kepadamu (ah, seperti yang kukatakan di atas, bahwa kuuluk salam kepadamu), tetapi karena hadiahmu yang mewah ini, ada seidkit perubahan. Satu tingkat menurun, tetapi tidak sampai menuju kebencian.

Ulat bulu yang bijaksana

Sangat menyenangkan berkenalan denganmu. Tetapi bolehkah aku memohon? Tolong ambil hadiahmu kembali, ini terlalu istimewa untuk kami. Kami tidak bisa menyimpannya terlalu lama. Kami ingin hal yang lebih cerah daripada kali ini. Aku mohon, segera bersihkan dirimu dari gatal itu, sehingga rasa gatal itu tidak terlumat dengan bajuku dan menempel di kulitku.

Ulat bulu yang bijaksana

Sejuta terima kasih kuucapkan. Kuizinkan kamu mengabulkan permohonanku.

Rumah nan rindang, WRK(Waktu bagian kamar)

Miranti Verdiana Dewi

Lalu mengapa mau menulis ini di blog? Alasan yang pertama adalah niat dan sedang terjalin dnegan internet, daripada kasihan dengan nasib buruk blog yang semakin melarat dari pengunjung, maka aku pun ingin mengisinya kembali.

Yang kedua, karena ulat yang kelihatannya amat sangat bijaksana itu kembali memberikan hadiah kepadaku. Tepatnya ketika tanggal 6 April 2011. Aku tersiksa lagi setelah mandi.

Semoga kamu tidak memberikan hadiahmu lagi. :D



Kamis, 24 Maret 2011

Maret Maret Maret

0 komentar

Bulan apa sekarang? Maret!

Ya, ketika aku sedang berjalan ke terminal untuk urusan masing masing dengan Lely (habis dari wasari dari puskesmas, dia sakit _____), Lely berkata,”Tinggal beberapa hari lagi kita kelas 12”. Berapa bulan lagi ya, sekitar 3 bulan lagi. Kita berbincang tentang berapa bulan lagi kita memasuki wahana yang berbahaya (baca: kelas 12). Lalu kita berbincang tentang hal lain.

Sampai di rumah, tiba tiba aku ingat teman teman di kelas, mungkin mereka nggak begitu membangkitkan kebahagianku, aku juga. Tetapi sudah berapa bulan kita hidap bersama. Menjadi satu keluarga yang utuh (hingga menjenguk wasari pun juga bersama sama, yang dijenguk sampai menangis terharu, hehe). Ah, tadi. Seperti biasa, aku berbicara sendiri di samping miss lauren,”Sebentar lagi aku kelas 12, pisah sama XI IPA4, terus nggak tahu sama siapa di kelas 12, aku seneng nggak seneng pisah sama teman teman”, miss lauren noleh, memandangku sejenak, aku memasang tampang innocence, lalu tersenyum gak jelas. Kemudian miss membuang muka lagi melihat sepak bola (penjelasan gak penting seperti ini selalu ada di novelnya bang dika. Hehe).

Hmm, iya. Sebentar lagi aku akan pisah dengan teman teman, ada seseorang yang membuatku semangat, ada banyak sahabat yang aku temukan di sini. Dan yang terpenting, dari mereka semua aku telah belajar banyak, banyak banget. Dari keikhlasan mereka, kepandaian mereka dalam berbagai hal di skill berbeda, dari kesederhanaan mereka, dari lelucon mereka, dari keistiqomahan mereka, dari kerajinan mereka.

Satu hal yang aku yakini, jika aku yakin, di tingkat yang selanjutnya nanti semoga aku mendapatkan semuanya yang lebih baik lagi. Amien.

Oh ya, hingga aku berpisah dengan mereka dan menempuh kelas baruku, aku juga berharap nggak akan ada yang aku sesali. Ya, berharap nggak akan ada apapun.

Forever and always :3 ===>by TS (g nyambung abis. Yang penting nambah bloglist)

PS : segala setting waktu terjadi kemarin, sebenarnya kemarin mau ngenet. Tapi tercancel karena hujan


My activities

style='overflow:auto; height:200px'>