Sabtu, 30 Oktober 2010

Kerikilku : Cambrirdge dan Midtest

0 komentar
Sebelum itu. Mari kita menundukkan kepala. Mari kita kenang jasa para pahlawan kita, bukan hanya pahlawan dari '45, tetapi untuk merapi, mentawai, dan semua korban bencana malam (kepala semua tertunduk).
Semoga warga Indonesia beserta pemerintahnya mendapat ketabahan. Amien.
Saya pribadi mengucapkan ikut berbelasungkawa atas semuanya. Saya ikut bersedih, saya hampir menitikkan air mata (tapi segera saya seka). Saya mengerti bagaimana perasaannya.
Ketika mental itu terguncang, sulit sekali untuk sembuh. Ya, i know. Aku pernah mentalku terguncang, meski terasa sulit untukku, tapi terasa mudaaaaaaaah sekali untuk kalian semua. #prayforindonesia.
Pesan moral : orang yang merasa semuanya sulit, pasti apapun akan dikiranya sukar.

Bye the way any busway, Kalo ada #prayforindonesia di twitter. Aku juga ingin buat topik ah, #prayformiranti. hihihi.
Landasannya, waktu tanggal 27 oktober kemarin. Hampir semua sahabatku dan saudara saudara ku sms semua, dan minta doanya untuk cambridge di esok harinya.
Cambridge biology, yah. CAMBRDIGEEEEEEE, can i kill you?
Hehehe, mungkin ada sebagian yang aku kirimi gini,"Aku cuman bisa ngandalkan doa kalian".
Sumpah! Swear! Kata itu bener bener dari hati yang paling dalam. Bener bener dari pikiran paling dalam. Dan itu emang benar! (dijamin anda bingung kalimat saya).
Usaha kami maksimal, tapi pembinaannya terasa nggak maksimal. Tapi, walaupun juga, Thank you so much for Bu Ida yang selalu bilang,'Wah, guru yang lebih muda ini pasti lebih bisa arti bahasa inggrisnya', dan Bu Emil yang ternyata guru ini narsis juga. hehe. Makasih, makasih banget bu. Aku nggak bisa sedikit tersenyum tanpa kalian. Walaupun modul ada di aku, walaupun kunci jawaban juga ada di aku.
Alhamdulillah, aku bisa mengerjakan cambrdige pertama kali : paper 6. Meskipun nggak tahu bener ato salah. Pasalnya, aku ngerjakan pakek insting. Ngawur.
Terima kasih banyak ya teman teman.

Seminggu yang banyak kerikil, batu, duri, spina, sengatan ubur ubur ini akan segera mulus. Tinggal gronjal gronjal cambridge aja. Ditambah Pasirnya kimia. Alhamdulillah.
Selamat tinggal MID TEST. Akan kukenang kamu, di saat sedikitnya waktu belajar dengan banyak faktor, dari kepala pusing lah, paranoid sama tulisan lah, sulit bagi waktu lah (dasar anak malas).

btw tentang MID TEST, ada satu subject yang sekarang menjadiku trauma.
TIK.
Jadi, TIK dan kimia adalah subject pada hari kamis. Dan waktu itu aku ada cambridge biology.
Mau tidak mau, ujian susulan kan. Nah, hari ini, aku sudah siap untuk kimia. Sudah belajar. Dan nanti aku akan ketemu bu Titik.
~lalalalala~
Aku berangkat sekolah agak pagi untuk bimbingan cambridge matematika sama Ms Maluren.
~lalalalala~
Nengok ke BK, eh, ada Bu Ika, guru TIK. Sekalian mau bilang, ntah hari apa, mau ujian susulan.
me : Bu, mau minta ujian susulan,
Bu Ika (BI): Wah, ya ke panitia
me : panitianya siapa, bu?
BI : (suaranya kecil), pak Fajar paling. Eh, ya udah wes, pakai ini aja.
Me : (mikir), lhoh?
BI : Soalnya mau sama atau beda?
Me : Lhoh bu, hari selasa saja bagaimana?
BI : Wah, nggak bisa. Rabu bagaimana?
Me: nggak bisa, cambridge.
BI : Ya udah, sekarang aja.
Bu retno (BR) : Iya, nggak papa. sebentar aja , mir. arek arek setengah jam wes mari.
(Whaaat?)
Alhasil, dengan terpaksa, aku ikut ujian TIK susulan. Aku bilang ke Bu Umi untuk bimbingannya diundurkan.
T.T
Nilaiku pasti jelek. Remed. Nyesel.
Pesan moral : Jangan deh kamu ambil keputusan tanpa persiapan dan terpaksa.

Yah, lupa mau cerita apa lagi.

Ya sudah, doakan ya, tanggal 1,3,4,10 Nov, cambridge. Doakan memuaskan. dan nggak ada yang kecewa dengan ini semua.

Sekali lagi. Lets pray for mentawai and merapi.
Selamat tinggal mbah Maridjan. I really miss you (lhoh?)


Salam persahabatan


Minggu, 24 Oktober 2010

Teman, makasih teman teman

3 komentar



Oh well, well, well

arti sahabat

tak mudah untuk kita hadapi
perbedaan yang berarti
tak mudah untuk kita lewati
rintangan silih berganti

kau masih berdiri
kita masih di sini
tunjukkan pada dunia
arti sahabat

kau teman sehati
kita teman sejati
hadapilan dunia
genggam tanganku

tak mudah untuk kita sadari
saling mendengarkan hati
tak mudah untuk kita pahami
berbagi rasa di hati

kau adalah..
tempatku membagi kisahku
kau sempurna
jadi bagian hidupku
apapun kekuranganmu

by : Nidji

Tepuk tangan untuk nidji *plok**plok**plok*.
Tepuk tangan untuk nidji. Karena membuat lagu yang bukan cinta cinta'an.
Heran ya, kawan. Kenapa lagu itu kebanyakan tentang 'LOVE'. Tahu artinya kan? LOVE. CINTA. Bener, heran saya. heran bener saya (Mir, jangan kumat lagi di blog, plis).
Yah, tahu kan arti dari lagu itu? tentang persahabatan.
Ketika pikiran masih setengah sadar setelah bangun tidur, sholat, lalu baca buku pkn, aku pun tiba tiba terpaku pada satu kata. Ya, kata. Lupa kata apa. Pokoknya, tiba tiba aja ingat masa lalu, dari TK, SD, SMP, sampai sekarang SMA.
Pernah, kalian sadari atau tidak. Di manapun kalian, pasti punya teman? Entah dia abaikan kita, atau dia rindu kita. Nggak mau pisah. Tapi pasti itu teman *iya, masak hantu, mir*.
Nah, aku juga. Aku jadi teringat teman TK, SD, SMP, sampai SMA.
Aku mau cerita ya? :D

Great day, ya, hari yang indah karena aku tiba tiba teringat kepada teman. hahaha.

Waktu TK, ketika aku masih kecil sekali. Aku tidak sekolah di sini. Aku duduk di bangku TK pada suatu tempat yang permai. Dan seingatku orang sana memanggilku 'cemplok'.
Temanku, yang kuingat, ada dua. Waroh sama Mail. Ke mana mereka? Ya masih di sana. Aku malah sudah minggat dari rumah itu, rumah nenekku. Eh, nggak ding, nggak minggat, pindah rumah maksudnya.
Masih kuingat, waktu pulang dari TK. Saya waktu itu masih bau kencur. Dikit dikit pingin nangis. hehe (secret ya). nah, waktu pulang sekolah, aku nangis. Teman teman pada ngehibur aku. Mereka menggulung nggulungkan badan mereka di atas rumput rumput di jalan. Eh, jadinya aku ketawa. Hehehe, aneh ya? Tapi itu yang kuingat.
Waroh itu ada di belakang rumah nenekku, dan Mail tepat ada di sebelah kiri rumah nenekku.
Kalau sepulang sekolah, aku selalu ke rumahnya Waroh. Main main, kadang juga main bongkar pasang, main tanah tanahan, main di sungai belakang rumah Waroh. Sampai sampai, aku makan siang di rumahnya Waroh, dengan nenekku membawakan makanan. Yah, perfectly. Saya pendiam banget waktu itu.

setelah lulus TK. Aku pindah rumah ke rumah orang tuaku. Ya, padahal masih liburan sekolah, aku minta,"Bu, aku pingin cepet sekolah". Dan, gara gara aku sering ndesak, akhirnya aku segera didaftarkan walau masih liburan. Dari situ, aku tertarik dengan buku bukunya. Jadi rajin belajar deh *plok,plok,plok*. Ketemu sama Miranda, Markzy, Ninik, Fitri, dan kawan kawan.
Entah, wkatu kelas 3,4,5,6, sahabatku ganti. Ainun, Yoranda, Rahma. Kita berempat selalu bersama. kelompokan bersama sama, kemana mana bersama sama, emang, satu kita satu desa, jadi nggak kesulitan. Temanku lainnya, hehm, ada Bagus, Oddie, Tio, Bambang, Ganis. dan kawan kawan.
Oh ya, jadi inget, sampai sekarang masih teringat.
Waktu kelas 6. Biasa, lagi sibuk sibuknya kita belajar. Kita belajar kelompok ke guru guru. Kita les ke pak Yudi, ke Bu Ani. Nah, Jadi kita sering bareng bareng, Aku, yoranda, Inun, Rahma, Bambang, Ganis. Bu Ani itu ibunya Ganis. Yang kuinget, waktu ditanyai. "Cita citanya apa".
Karena aku anak yang lugu aku ngekor aja,"Dokteeeeer", lalu ada yang jawab guru, pilot, dan lain lain. Eh, tiba tiba aku berubah pikiran,"Aku pingin jadi artis ae wes, banyak uang", waktu itu sih, sebelumnya, ibuku cerita,"Dian(miranti), pekerjaan paling enak iku yo artis. Ake duwit'e". Teman teman pada ketawa. haha.

Setelah dari SD, kita ngumpul lagi di SMP. Tapi sudah nggak seakrab yang dulu. Entah, aku sudah beda, dia beda, kita semua sudah beda(kalimatnya ngopast bang dika), ada apa dengan kalian? ada apa juga denganku? Aku kangen seperti waktu SD dulu. Bener, kangen banget.
Berhubung nggak bersama lagi, aku berteman dengan Silvy, dan teman teman lainnya.
Kita memanggilnya 'best friend'. <3
Dan, waktu demi waktu berlalu, kita masuk ke 9D, masih SMP lho. Ada Alvi, Hana, Fauziah, Ayu mus, Femi, Markzy, Oddie (hei, ketemu lagi kita Bang? hehe), Vando, Yunus, dan lain lain. Senang. Kita berteman. Kita anggota 9d yang kompak :D.
Ada satu orang teman, teman sebangkuku malah. Dhotun. Orangnya aneh. Yah, biarlah.
Oh ya, ada juga Dewi. hehehe. Orang yang seringnya curhat apapun ke aku.

Beralih dari teman sekolah, aku punya teman les. Cukup aneh, cukup gila. Adelia, Lita, Annka, Rona, Rizkia, Rosa, Windra, Andika, Jhovan, Thony.

Nah, setelah itu, kita masuk ke SMA. kelas satu, temanku : Eliya, Alivia, Markzy. Kita berempat, sering bersama. Padahal ya, rumahku di subontoro, Eliya di curah malang, Alivia di brangkal, Markzy di miagan. Gilaaaa, jauh jauh banget. Jadi kita sering pulang sore. haha (secret lagi ya). Yang kutahu, hobby kita sama : NGENEEEEEEEEEEEET.

Kelas 2 SMA, kita pisah, aku dan Eliya di IPA4, Alivia di IPA1, Markzy di IPA3. Tapi kita masih bareng bareng di lesnya Bu Umi, iya kan? :D Haha, temanku ganti lagi deh, Mami, Lely, Teguh, Yansah, Haidir, Azza, Yuni, Windra (lah, lagi?), Tika, dan lain lain. Tahu nggak? 5 orang di atas itu, dulunya satu kelas waktu kelas satu SMA, tapi nggak akrab akrab juga, sekarang keliatan akrab :D

Hehm, beralih dari semuanya, ada yang terlewatkan. Teman mayaku. Amy, Ria, Kak Ade, Kak Rv, Kak Julie, hmm, sapa lagi? ada Heyder, Darwin, dan segenap teman teman blog di sini. Kalian seakan akan teman nyataku.

Teman, makasih jadi temanku ya. Aku senang. Kita tetap teman, kan? Ya, kalian temanku. Aku bahagia punya teman kalian. Jangan lupakan aku ya. Jangan berubah :D


Air itu dari ikatan hidrogen dan oksigen seperti sahabat ikatan para insan

Sabtu, 23 Oktober 2010

Ketika gila itu tersemat. Ya, tersemat, dan merasuki aktivitasku

0 komentar
Hoamb,

Depresi

Hoamb,

Depresi

Hoamb

Supinasi, pronasi, elevasi, ekstensi, flexi.

(lhoh?)

Ini lah gara gara gila biologi.

Hwaaaa, bukan menggilainya maksudnya. Tapi gila (nggak bisa), gara gara dia.

Dia =>>>>>>>>>> BIOLOGY.

Hwah, hari sabtu yang buram ditambah cerah.

Happy weekend, all.

Kalau wekend gini, rasanya pingin di depan laptop, lalu ngedate sama laptop semaleman. Rasanya dunia milik kita berdua.

Pokoknya, harus ada waktu untuk laptop. Ya, harus. Walau badai menghadang, terik matahari emang serik. (lhoh?).


So, ceritanya gini.

Saya makin lama semakin gila. Sebenarnya, nggak tahu ya. Gerak refleks mungkin.

Pertama : baca marmut Merah Jambu. Sudah lama sih. Dan berdecak kagum kepada otak brilian itu (swear, aku nggak, bohong, bang! Abang abangan : santri, abangan , priyayi ).

Bang dika : abangan,santri,priyayi

Kedua : Horeee, si alivia ayu minjemin aku buku abangan,santri,priyayi yang kedua. Namanya kalo nggak salah : Radikus makan kakus. Ah, otak brilian. Ckck.

Ketiga : Ngecek, (halah nggaya), alias minjem buku nya abangan,santri,priyayi yang pertama kali dibuatnya : Kambing jantan. Hahaha, dari sinilah. Yang membuatku dan melinda, waktu pelajaran bahasa inggris, dan disuruh pak Sam (guru tercinta kita, pak well, hehe) untuk membaca bacaan bahasa inggris. Dan kita berdua tertawa nggak selesai selesai bersama sama. Okeh. Ingin tahu kenapa? *maaf ya, agak jorok. Tapi emang abangan,santri,priyayi ini sering pakek tuh kata, awalnya geli geli gimana, tapi, dia nya emang agak sarap*.

Tahu nggak, kalau orang di luar indonesia, yah, semacam orang inggris, amerika, dan negara lain yang memakai bahasa utama Inggris. Itu orangnya agak gimana gitu. Masak, sudah tahu jorok, tapi masih aja dipakai jadi nama. NAMA, rek! NAMA! Nama orang gitu. Seperti namaku : Miranti Verdiana Dewi. Nah, orang luar negeri bukan pakai nama gitu, tapi nama jorok. Dan nama itu tersemat di buku bahasa inggris buat bimbel kita. Ini dia :

Nama itu, ternyata disematkan di buku bimbel bahasa inggrisku

Hehe, perkiraan ku : 1. kalian mbatin = maksudnya ranti nih apa sih. Fotonya jelek (eh, iya iya. Aku foto pakai webcam laptop, jadi burem).

2. waaaaa, tidak. Eh, hapus tuh kata hapus, wah, gawat (heh heh heh heh. Aku kan hanya niru abangan,santri,priyayi, jangan salahkan aku ya.

3. Apaan tuh artinya? (yeee, nggak tahu? Coba deh, cari aja sendiri. Aku sungkan kasih tahunya. Aku aja dikasih tahu abangan,santri,priyayi (bang DICKa).

Tuh kan, mulai ngaco, ya Allah, ampuni miranti ya Allah.

Well, Kembali lagi saya di blog. Lamaa sekali nggak nulis aneh aneh seperti ini ya. Biasanya nulis, cerpen nggak jelas, puisi nggak jelas. Tapi kali ini, akhirnya aku nulis aneh aneh. Alhamdulillah.

Meksipun seperti itu. Aku belum bisa pulih dari kerileksanku. Malah harus lebih ekstra. Saking ekstra nya, nih mid test nih, males belajar. Kalau buka buku sebentar, okeh, bisa. Lalu, lama lama, kepala pusing. Nggak tahu kenapa. Lalu sakit perut. Pikiran pecah. Aku maish berjuang untuk belajar, tapi, jarak beberapa menit sudah nggak kuat. Dan ”terpaksa kututup buku ku”. Sebenarnya, aku nggak rela, belajar bentar banget. Tapi daripada nggak masuk, ya kan?

Waaaaa, cambrdige!!! May i kill you? *Damn!*. Jadi tekanan batin di sini. Rasanya kelu, peluh, sakit, capek jadi satu dan diaduk, dicampur, dan dijadikan adonan. Pingin nangis.

Apa yang harus kulakukan? Kalau ceritanya sudah seperti ini. Aku nggak bisa belajar maksimal. Ya olooooh (abangan,santri,priyayi, aku niru lagi nih kata, nggak papa ya), apa yang harus kulakukan?

Lalala, mid test pun datang. Pertanyaanku : kenapa smanema mendatangkan mid test di akhir akhir seperti ini? Coba liat PB, sudah dari dulu, smada, sudah selesai seminggu yang lalu. DAN LAIN LAIN. Tapi smanema seperti ini? Numpuk sama cambridge nih. Bingung baginya. Halp halp (nangis nangis jadi tikus di transformice *nggak nyambung ya*).

Hari ini agama dan matematika. Minta doa restunya ya. Tanpa doa restu, pasti saya yang akan paling jelek di kelas. Karena belajarku minim sekali.

OOOhhh no. I love short story. Maybe. My second husband after laptop. Heh heh heh.

Kemarin, habis ikut LMCR, ternyata Lely juga ikut. Lalu, kita beruda eh, maksudnya berdua lihat pengumuman pemenangnya. Dan, kita tersenyum bahagia ”Horeeeee, kita nggak dapat juara”. Karena penasaran, kulihat beberapa sampel dari populasi pemenangnya (maklum, mau mid matem), dan kubaca. Dan aku sadar,”ooooo, ternyata bahasa literer (bener nggak tulisannya gitu?) itu seperi itu. Diksinya kuat, indah, banyak kata kiasan. Padahal cerita ku hanya curhatan. Dan kasar banget. Yang penting adalah pengalaman dan prosesnya. Itu yang paling berharga setelah sertifikat, hehehe”.

Oh ya, makasih ya atas saran dan kritiknya dari teman teman yang rela membaca cerpenku. Bella, alivia, eliya, markzy, dan, entah lupa sapa lagi. Dan ayahku yang rela nganterkan aku ke manapun, dan mendukung aku

Ada satu point yang buatku lega. Aku bisa sampaikan segala uneg unegku, tentang kakak, tentang kebohongan kakak, tentang hal yang membencikan dari kakak di cerpenku. Sebenernya, aku hanya ingin share ke semua orang. Tahu nggak? Idola itu janganlah jadi pusat perhatianmu. Bener, jangan sampek deh. Meskipun aku ngefans sama bang dika, tapi aku nggak ngefans ngefans banget sama dia. Kapok aku. Tahu hal yang mendetail, yang buat aku muntah, mual mual. Kapok. Kapok. Kapok.

Ingin tahu ceritaku? Hehm, coba klik di sini. Insya allah. Nanti koment ya.

Yah, yang kedua, aku ikut lomba cerpen di UM. Nah, ini hasil perkenalan sama teman baru, dan aku modifikasikan. Ayeyey, dan terima kasih lagi kepada teman teman yang telah membacanya ya. Saya bangga punya teman seperti kalian (eheh heh hehe heh).

Dan terakhir, ikut lomba cerpen humor. Makasih kepada mbak Mieny yang telah meng info kan saya adanya lomba itu. Lomba itu ada di facebook.

Well, semoga aku bisa dapatkan pengalaman dari lomba lomba itu. Ataupun, kalau toh cerpen saya jelek, saya rela, emang saya jelek, tapi saya ingin tahu yang menang itu kayak gimana.

Hmm, bye the way, Hari ini miss lauren pulang. Amien. Tapi masih rencananya sih. Kangen juga sama dia. Lama nggak di rumah selama dua minggu. Di rumah sepi, nita nggak ada, mbak ku nggak ada, miss Lauren juga. Makin depresi saja. Welcome , wilkommen miss Lauren.

Tahu nggak, setelah nulis begitu banyaknya tulisan di atas, rasanya hati itu lebih lega. Beneran lega. Kayak punuk sampek ke bulan *kan dia merindukan bulan. Nah, akhirnya dia sampek ke bulan. Dan de end, dia jadi lega*.

Akhir kata, saya ternyata omong kosong ya. Katanya mau hibernasi, tapi masih nulis apapun di blog. Sebenarnya emang mau hibernasi. Tapi alhamdulillah, ada waktu buat ngenet, akhirnya beruang itu jalan jalan sebentar, dan hibernasi lagi. *ngerti? Saya aja juga nggak ngerti maksud perkataan saya*.

Wah, sudah pagi. *dari tadi kali, mir*, sudah dulu ya. Nih mau makan, belajar agama (konon, saya hanya belajar agama dengan membalik balik kertas saja, jadi nggak saya baca tuh buku, habisnya pusing), lalu, cek internet, dan berangkat perang.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Bye blog,

Salam persahabatan



Sabtu, 16 Oktober 2010

Terkikis

0 komentar
Lalu kamu mengijinkan aku terbang. Terbang tanpa kaki kaki? Ya, itu benar. tetapi bagaimana terbang tanpa sayap?
Keteguhan itu belum pernah aku dapatkan. Kekuatan itu juga. Kepercayaan itu sangat rapuh untukku. tetapi mengapa aku menjadi kupu-kupu yang telah berjuang dalam kepompong, lalu kau tidak memberiku sayap? Mengapa??
Aku pelik. Tak bedanya dengan manusia manusia di jalanan yang sering kulihat ketika menjadi ulat, dengan badan kotor, bersimba debu, baju tersobek sobek. Dan, ah, apakah aku akan mati di pinggir jalan dengan ditutupi koran?
Atau aku akan terinjak oleh makhluk makhluk yang tak berdosa
Hingga paru paruku
Kakiku
jantungku
otakku
Remuk. Redam. Hancur.
Dan bercampur dengan debu debu yang bertebaran untuk orang orang pinggir jalan?
ku ingin menekankan
Tubuhku akan semakin terkikis oleh kekuatan, kepercayaan

Jumat, 15 Oktober 2010

Terbang saja

0 komentar
Lalu, apa yang bisa aku katakan?
Angan terabaikan, imajinasi tertelungkupi. Jiwa layu
Di mana bunyi bunyi merdu nyanyian hati?
Bunga bunga dari kupu kupu pink

Itu rumit seawrat bejibun masalah
Terbang!
Terbang saja kamu,
Menaiki tingkat udara
Dengan jetz secepat cahaya
Tinggalkanku

Allah.
Aku ingin terbiasakan
Tenang. Sabar
Man shabirra zhafirra
Never ever give up
Meski kekalahan itu
Sering menghantui, sering menghadangku



NB : Aku akan mencoba untuk terus menulis tanpa beban dengan kepahita kepahitan kebodohanku

Kamis, 14 Oktober 2010

Am i greedy?

0 komentar
Heran. Mengapa dunia yang serba kompleks ini, disetiap detik, selalu ada masalah.
Di sini ada masalah. Di sana ada masalah. Di mana mana ada masalah.
Well, alhamdulillah, cerpen buat lomba di UM sudah selesai. Sial ya, ambisi itu membuat semuanya menjadi berantakan. Please tell me, how to change ambition to a good direction. Hahaha.
Back to the topic.
Well, saya sekarang mungkin sudah menjadi gila. Karena apa? Am i greedy? haha.
Aha, sudahlah, tidak penting curhatan saya. Saya off dulu ya.
Pamit mau lihat Bang dika dulu di Provoactive.

Salam Persahabatan


Minggu, 10 Oktober 2010

ajaRi ngedit2 dun.. ska nlis a??

0 komentar

Well, berhubung nggak ada namanya. Dan daripada nggak aku balas. Dan berhubung tadi, habis check point cambridge yang menggila tadi lalu refreshing bentar, eh lalu cek formspring. Dan akhirnya, aku akan membalasnya (sorry geje. saya sedang gila).
Hmm, jawabannya adalaah.

tarraaaa. taaarrrrrrraaaaaaaaaa.

Hmm, ngedit apaan nih? aku nggak seberapa pinter ngedit. Tuh liat, aku nggak punya header, nggap punya iklan (lhoh?). Botoshop ku , hehe, (eh, malah ada yang bilang sotoshop loh!) nggak pandai pandai banget, malah bodooooh banget, atau namanya, akju belum bisa.

Nulis? suka, suka. Tapi nggak sesuka para penulis di dunia ini. Dan tulisannya masih jelek, paling jelek dari penulis penulis terkenal atau nggak terkenal di dunia ini

Ask me anything

Sabtu, 09 Oktober 2010

Hobby Ayah Bukan Meeting Lagi

0 komentar

Ayahku. Seorang pekerja giat untuk pekerjaanya. Pulang telat tiap hari. Ketika aku sudah kecapekan dan menguap. Aku sendiri hanya balita yang baru bisa membaca, menulis dengan rileks, dan bermain di seluruh kehidupanku.

Sering kali aku mengeluh dan bertanya,”Ayah, ayok bermain?”, tetapi tidak ada tanggapan dan aku akan selalu berkutat dengan boneka Barbie ku yang baru baru dan banyak teman karena Barbie ku.

Saking kesalnya, aku pernah berkata,”Yah, ayo jalan jalan?”,

”Ayah lagi banyak kerjaan, sayang. Lain kali saja ya?”,

”Lain kali kapan? Nunggu aku punya pacar seperti kakak kakak di mall itu?”, ya entahlah aku diajari siapa untuk berbicara sepandai itu.

”Nunggu ayah selesai meeting , ya?”, kata ayah lembut.

”Ah, ayah. Hobby ayah meeting mulu”, kataku kesal.

Lalu kutinggalkan ayah dan bermain dengan barbie barbie ku.

Tetapi, dunia yang semula tidak adil kini berpihak padaku.

Ketika hujan menggelegar. Entah, perasaanku nggak enak. Aku menunggu ayahku pulang dari meetingnya.

”Nak, ayo tidur”. Itulah kesekian kali ibuku berucap padaku. Tapi tidak kuhiraukan.

Lama lama aku kecapekan menunggu dan memutuskan untuk ke tempat tidur.

Lamaa... sekali untuk berupaya tidur. Tiba tiba, ’krek’, ada seseorang membuka pintu tempat tidurku. ’pasti ibu’,batinku, maka aku berpura pura tidur.

Orang itu memegang rambutku dengan lembut, mendekatkan kepalanya ke telingaku, dan berkata,”Nah, hobby ayah bukan meeting lagi sekarang, ayah sudah tidak bekerja lagi di sana”..

Ayah? Ayahku? Entah, mataku tidak mau membuka, malah tertidur dengan tersenyum dan ayah mengelus elus rambutku.


HARI INI, AKU DENGAR BANJIR AIR MATA DI SMPN MOJOAGUNG. TEMPAT DI MANA AYAHKU TERAKHIR MEMPUNYAI JABATAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH. SEKOLAH YANG PERNAH MASUK DALAM KEHIDUPANKU. SEMOGA, SEMUA ADA HIKMAHNYA. AMIEEEENNNNN.

NB : Well, sepertinya aku mau off sejenak untuk blog.



Hibernasi Blog, kawan. Please read

1 komentar

FOR EVERYTHING?

MAU TUKERAN LINK? DI FOLBACK?

COMMENT SAJA DI BUKU TAMU ATAU DI POSTING, BILANG MINTA DI FOLBACK (dengan syarat sudah ngefollow saya) ATAU MINTA TUKERAN LINK (dengan syarat taruh link anda di blog masing masing). PASTI AKAN AKU AKU LINK-AN DAN AKU FOLBACK.

PENULIS SEDANG HIBERNASI. ENTAH SAMPAI KAPAN. MAAF, MAAF, MAAF, MAAF, MAAF, MAAF, MAAF, MAAF, DAN BERIBU MAAF BLOG.





Selasa, 05 Oktober 2010

Good Reader Bloggie Award

0 komentar
Hai teman teman,
To the point saja,
Alhamdulillah, miranti dapat award lagi, kali ini dari sahabat blog yang sudah lama saya kenal. Ayarui Nina. Nah, setiap award pasti ada rule nya, makanya, akan saya bacakan rule nya.
Berikan 2 pertanyaan yang berhubungan dengan blogmu untuk ditanyakan ke orang yang mendapatkan award ini selanjutnya!

OK!! saya akan menjawab pertanyaan Nina

  1. Sehari berapa kali anda ngupil?? (pertanyaan macam apa ini?? ==")
  2. Menurut anda yang punya blog ni gimana sih?? dan Apa Kekurangan Blog saya dan apa yang anda sukai dari blog saya http://ninalqatami.blogspot.com ??
Saya jawab ya
1. waaa, mana pernah ngitung saya? hayo, Nina sendiri gimana? :))
2. hmm, bagus kok. aku suka templatenya, aku suka headernya, tapi akhir akhir ini jarang update, lagi sibuk ya, nin? yah, masalah baru dari anak SMA, saya tahu.

Nah, sekarang, award ini akan saya berikan kepada :
2. Putu

Okeh, berikut ini rulenya :
Kerjakan 2 soal berikut ini .
1. Apa yang kamu ketahui tentang blog ini? blog miranti . Jelaskan secara terperinci, minimal 50 kata.
2. Jejaring sosial apakah yang kamu punya? dan gimana caranya memanage itu?

Selamat mengerjakan guys.. thanks for Nina


Sabtu, 02 Oktober 2010

Beruntung? Apakah itu?

2 komentar

Seringkali ketika lomba, atau sedang melakukan ujian atau sedang membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan kompetisi, ibuku berkata,”Orang pintar, sepintar apapun bakal kalah dengan orang beruntung”. Kata itu sering terngiang. Atau, temanku berkata,”Ah, beruntungnya dia ya”. Atau penulis penulis novel bercerita di novelnya,”ya, beruntung sekali Ida, dia bisa berpacaran dengan Adi, padahal Adi adalah idola sekolah. Sedangkan Ida? Hanya sedikit orang yang mengenal dia”.

Well, tahu nggak sih? Kita bisa ambil kata penting dari pengantar itu ’BERUNTUNG’, ya, beruntung! Ntahlah, apa definisi kalian tentang beruntung? Kita bisa ambil definisi beruntung dari contoh di atas.

Tapi, ada satu hal yang ingin aku katakan di blog ini. Rumus ini kudapatkan bukan dari Fisika yang mempunyai segudang rumus, bukan dari Matematika yang mempunyai bermacam macam rumus, bukan pula dari Kesenian yang aku lagi dikasih tugas buat batik *lhoh?*, tapi, rumus ini dari kedua penulis motivator di Indonesia yang meyindir sindir kata itu di bukunya, beliau adalah Pak Bobby dan Pak Johannes *serba salah, panggil pak? Mas? Bang? Atau kakak?*, RUMUS ITU ADALAH

BERUNTUNG = KEMAMPUAN X KESEMPATAN

Kawan, sahabat blog, para pembaca, apa yang kalian pikirkan dari itu? :O . wkwkwk.

Ya sudahlah, bilang wow saja supaya aku tidak kecewa*maksa atuh, neng?*.

Sebenarnya, jika para motivator yang baca itu, mereka pasti akan bilang,’elele, miranti nih, ndeso, nggak tahu, baru tahu ya? Habis tidur berapa tahun?’. Okelah, kegemaran saya emang tidur, tidak bisa dielak, aku juga wong ndeso, di sini nggak ada mall, nggak ada bioskop *tragis*, tapi jangan pakai kata saya ’elele’ *lhoh? Kirain*, itu hak cipta saya.

Kembali ke topik, ya, beruntung itu berasal dari kemampuan dikali dengan kesempatan. Ah, jadi teringat dengan kalimat motivasi dari guru cantik kita, Bu Himawati Adiapsari,”Kita boleh bermimpi, malah sangat perlu, suatu hari nanti kita pasti akan bisa mencapai mimpi itu, sekarang kita bekerja semaksimal mungkin, belajar semaksimal mungkin”. Aku tersenyum dalam hati. Eh, di lain hari, kawanku berkata,”Eh tik, kok tahu? Itu kata motivasi aku setelah dapat pencerahan dari guru aku”. Ayeyey.

Jadi, intinya, belajarlah, boy *laskar pelangi, neng?*, belajarlah semaksimal mungkin, suatu hari nanti, ketia ada kesempatan, ambillah kesempatan itu. Maka, nikmatilah kamu menjadi seorang yang beruntung! Oh ya, jangan lupa, keberuntungan itu selalu tarik menarik dengan doa *ini ide dari otak brilian saya, wkwk*, jadi, jangan lupa untuk mendekatkan kepada tuhan.

Gimana dengan kalimat pengantar di atas?

*Ayolah kawan, saya capek ngetik, simpulkan sendirilah*.

Okeh, saya ngalah,

Orang beruntung mengalahkan orang pintar? Hmmm, mungkin saja ia belajar terus menerus, meski nggak pintar, tapi dia maksimal, eh dia punya kesempatan, ditambah lagi dia bakti sama orang tua, sama tuhan, akhirnya nemulah sama BERUNTUNG. Dia? Beruntung? Enak banget nyebut si dia beruntung, padahal kamu hanya tahu hasilnya, tapi dibalik kerja keras itu, masya allah, dia kerja keras, keraasss banget, hingga gagal berkali kali, tapi ia pantang menyerah, dan akhirnya, dia mendapat gelar BERUNTUNG. Haha, *yaiyalah dibuat beruntung, penulisnya emang pingin kayak gitu*, eh, bukannya ituu! Bukan itu! Jangan ngeledek penulisnya! Tapi ambil relevannya dengan kehidupan nyata, Ida ternyata seorang cewek yang tekun, dia emang nggak supel, tetapi baik hati dan juga pintar, dia juga anak yang sholihah, dia sama juga dengan teman teman, menyukai Adi.eh, suatu hari, dia tanpa sengaja mempunyai masalah dengan Adi *masalah emangnya pernah terjadi dengan sengaja ya? Kulo nuwon dulu?*dan, timbullah benih benih cinta Adi kepada Ida. Dan, tersambunglah tali kasih di antara mereka. Dan Ida dikenal menjadi orang yang BERUNTUNG.*eh, sorry ya, nggak pinter nulis cerita tentang romantis, jarang buat gituan sih*.

Hmmm, kalimat pengantar sudah, isi sudah, kalimat penutup juga sudah. Sudah waktunya saya mengundurkan diri.

Selamat untuk para orang beruntung.

 

Salam keberuntungan!

 

                   

My activities

style='overflow:auto; height:200px'>