Rabu, 25 Agustus 2010

Tak ada rotan akar pun jadi, oh cas leptop

3 komentar
horeeeeeee.
tak ada rotan akar pun jadi.
Mungkin itu prinsip aku untuk kali ini. *yey yey yey yey*. lol.

Jadi begini blog tersayang,
Kamu, seorang blog yang amat sangat kusayangi, harus berterima kasih kepada orang orang di bawah ini.
Adapun alasannya, karena, dan yang major adalah :
MEREKA PARA ORANG ORANG YANG BAIK HATI MEMINJAMKAN AKU CHARGER LEPTOP
hehehehe

Eh, niatnya mau ngetag mereka lewat facebooknya, tetapi sungkan. Tapi beneran. Mereka masya allah baiknya. Kalau tidak, pasti terbelengah blog aku ini, terkusamnya fasilitas lainnya.


Sebenarnya, saya punya dua charger, tetapi yang pertama rusak, yang kedua, rusak pula. Parah banget ya? Dan karena itu, saya putuskan untuk pinjam mereka. Hehe :D


Terimakasih aku tujukan kepada :

  1. Bapak Fajar Indra Kurniawan. Dialah yang menawari aku casnya.
  2. Mas Wahyu Purnomo. Yang pertama kali meminjamiku. Itu pun karena disuruh Pak Fajar.
  3. Bapak Putut. hehehe. Pak, maaf ya. (sepertinya nggak boleh bilang di sini, *doakan g ada yang baca*), Ini yang minjami Pak Fajar.
  4. Ahmad Rizky Yansah, sekarang, yang sedang aku pakai, hehe. Maaf ya.
Okeh, terimakasih, banyaaaaaaaaaaaak. *dasar, miranti peminjam*.
Well, terserah lah, tapi mau gimana lagi. Ini sedang mau proses membeli cas baru. Doakan saja cas baru segera kudapatkan, dan tidak merepotkan kalian.
Sekali lagi, maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaf banget, dan terima kasih .

Senin, 23 Agustus 2010

Yang Hilang Itu Tertambat Lagi

0 komentar
Masih teringat olehku.
Dari gelagaknya, dari sopannya, dari prinsipnya, dari semangatnya.
Tapi semua itu tiba tiba menghilang begitu saja
hilang, diterpa angin
hilang, dihembus hawa
hilang, sisakan makanan jiwa

Aku sudah tidak bisa lagi berandai andai
Ucapkan 'hai' saja tak mampu
Hatiku tidak bisa berboohong untuk bilang 'iya'.
Aku tertipu, atau menipu diriku sendiri
Aku tak berprinsip
Sori. Buat kalut

Ku mohon, dia masterku
Ku mohon, ingat yang dulu
Ku mohon, aku tak bisa lupakan itu semua

Di kala malam ini
Aku tak bisa membendung itu
Selayaknya bendungan waduk selorejo malang
Aku terbius kau lagi
Sel kanker yang akan sembuh, menari nari lagi
Dengan senyum tak wajar
Dengan gaya sok sombong
Dengan tipe low profile
Ah, kau tetap seperti yang dulu

MASTER JOE.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Resensi negeri 5 menara

3 komentar
Ah, gan
suasana sedang tidak mengenakkan.
Bada serasa meriang, watuk, pilek, panas, eh, ditambah puasa.
Nih, disini sedang hujan pula.
Benar benar tidak enak.
Ditambah pula, bada yang kurang sehat ini tiduran di lantai. ckckckck. P.A.R.A.H

Sebenarnya, akhir akhir ini, saya enggggaaaaaaaaaaaaaaaaaaan sekali update postingan di blog.
Engggggggan sekali ngapa ngapain.
Enggggggaaaaaaan sekali buka facebook.
Engggggaaaaan sekali baca novel.

Suasana hati yang kurang sehat, ditambah suasana fisik yang tidak sehat.
Eh, tapi ku rasa, mereka berdua tidak ada hubungannya lho!

Well, langsung saja.
Meskipun beribu ribu enggan terlampiaskan.
Saya ini masih suka baca novel satu satunya dari sahabatku.
inih dia nih novel!
*tarrrraaaaaaa*
keren!
Abang A. Fuad benar benar menyajikan itu dengan baik.
Dengan begitu banyak kata motivasi, begitu banyak pengetahuan, dan kata kata yang hebat.
Yang lebih buat aku nyengir, bisa membuat aku ingin sekali masuk pondok! *hmm, kalau ponok madani pikir2 dulu ya".
Aku rasa kita perlu membuat resensinya.
Jadi, kalau ada tugas dari guru Bahasa Indonesia, tinggal copast saja kesini, hihihi.
Mari, monggo!!!!

Judul : Negeri 5 Menara
Pengarang : A. Fuad
Penerbit : Gramedia
Jumlah hal :416 halaman
Cetakan : I, Juli 2009

Negeri 5 menara ini adalah suatu novel karya dari abang Fuad yang di dalam novelnya mengaku sebagai Ali Fikri. Meskipun saya belum selesai membacanya. Tapi cukup menuai decak kagum. Abang Fuad bercerita tentang seluk beluk dia mondok hingga selesia mondok. Benar benar cerita motivasi seperti hal nya Laskar Pelangi. Pondok bukanlah lembaga atau tempat buangan dari SMP atau SMA. Meskipun memang, banyak rumor mengatakan bahwa pondok banyak didatangi anak tak berduit atau anak yang kapasitas otaknya minim.
Tetapi tidak untuk Pondok abang Fuad, pondok Madani atau yang sering disebut pondok Gontor ini bukan sembarang pondok. Pondok ini lebih efektif sekiranya, karena sangat ketat dari penerimaan siswa baru hingga waktu dan bahasa.
Meskipun demikian, abang Fuad bahagia bisa mendarat mulus di pondok ini. Walau, masih ada kepahitan untuk gagal menjadi murid baru dari SMA.
Mungkin gara gara ketebalan kali ya, aku jadi kurang semangat membaca, ya gara gara tadi di awal, karena E.N.G.G.A.N.


Cukup sekian, novel ini sedang saya bawa, dan saya pun hanya meminjam karena uang sedang nipis. Dan kabarnya, novel ini akan dipinjam dengan orang lain lagi.

Aih, formal banget! haha.
Okelah, cekap semanten, monggo tumbas novel punika, kula pungkasing kiyambek.

Salam persahabatan :D



Miranti Verdiana Dewi

Kamis, 19 Agustus 2010

maafkan aku mengabaikanmu

0 komentar
well
Kerjaan ku sekarang emang bisa dikatakan ngelamun, ngenet, main ma teman.
Ntah nggak tahu kenapa, waktu buka buku pelajaran, ilmu itu blank semua! jadi malas, jadinya, hanya ngeliatin, baca sambil ngelamun dikit dikit sekitar satu jam aja *g sampek*, setelah itu selesai.
Okeokeoke , saya pemalas.
Tapi, mau bahas tentang si ngenetnya.
Yah, meski suka ngenet, tapi ngenetnya geje pula.
Buka tutup Facebook, kadang nyesel juga punya facebook.
Lalu, liat liatin twitter, ah, sepi.
Terus beralih ke plurk. Hiks, karmaku maish sedikit, enggan.
Lalu liatin website magz-o. Ah, bersemangat saya, saya bangga ekskul di Mojoagung bisa eksis di luar sekolah *amin amin, semoga bisa eksis*.
Dan terakhir, buka buka nggak jelas.
Tahunya, aku sudah di depan leptop selama bermenit menit, dan bisa pakai hitungan jam.
Hmm, sayangnya, maaaaaaf sekali blog tercinta, kamu terabaikan.
LEPTOP aku sudah kembali, yey, senangnyaaaaaa.
Tapi maaaaaf sekali, saya males banget dengan namanya ngetik sekarang, begitu juga dengan yang namanya nulis. Jadi terabaikan.
Entahlah, tidak tahu kenapa.
BTW,


"SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA"

Kamis, 12 Agustus 2010

Malam pertama hingga aktivitasku

0 komentar
Well, Ngerti nggak sih?
Kalau bulan Ramadhan adalah bulan yang paling istimewa dari bulan lain lainnya.
Aku harap ngerti.
Yah, to the point saja.

Ya, pemirsa, saya di sini akan mengajak kalian untuk membaca kegiatan kegiatan saya yang sedang saya kerjakan.

Dimulai dari malam sahur pertama,
Dan ini emang benar benar malam yang pertama *eits, jangan pikir macem macem*, yah, pasalnya, waktu itu adalah malam pertama aku benar benar ngalong hingga pagi.Dengan ditemani amy ma temannya.
Bukan main plants vs zombies, bukan main facebook, bukan ngblog, tapi main transformice, haha, makasih ya teman teman.
Sekitar jam tiga, kutinggal mereka, dan aku sahur bersama keluarga.
Well, Miss Lauren yang dari Amerika pun merasakan malam pertama seperti aku juga, yaitu, malam sahur yang pertama seumur hidup, sekaligus, puasa pertama selama hidup yang dijalaninya.
Gara gara tidak tidur, setelah sahur, aku tidur, lalu sholat, ngaji sebentar, lalu tidur lagi.
Aku terbangun tepat ketika ayahku berkata,"Eh, bangun, bangun, Miss Lauren cuci cuci piring lho".
Aku kaget, tapi males juga nanggapi, bukannya gimana ya, tapi tubuhku rasanya uaneh, aku merasa, aku lagi mau sakit.
Dengan berat hati, aku membantu miss Lauren, *seharusnya, kalimat tadi perlu di sunting, maksudnya'miss Lauren bantu aku cuci piring, karena aku yang dapat bagian cuci piring'. Untungnya miss Lauren cuci piring masih di awal, jadi, kita kerja sama dalam mencuci, miss lauren yang nyabuni, aku yang cuci pkk air, mksdunya bilas, lalu ditaruh di tempat piring2 dan lain lain*.
Setelah itu, dia ada ketemuan dengan teman Peace Corps nya di Mojokerto, *Kasihannya, mereka nggak jadi ketemuan di Mojokerto, tapi di alun alun JOMBANG, buset!*
Dia bercerita,"I found many ice cream shop, but i am fasting, and i said,"Lauren, dont ice cream! dont! you are fasting!".
ckckck, kita harus mencontoh seperti itu ya, kawan.
Dia yang bukan pemeluk agamanya saja begitu konsisten. Tapi kita sering tidak konsisten.
Seperti biasa, aku menghabiskan waktu ku dengan internet. Anehnya, aku tidak bisa tidur siang, padahal malemnya nggak tidur.
Dari siang, berganti sore, dan berganti ke maghrib. Alhamdulillah, kami berbuka puasa bersama.
Kami berbuka dengan menu kesukaan Miss Lauren, RAWON.
Setelah itu, kami ke musolla untuk tarawih *pastinya nggak sama Miss Lauren*. Jadi, di rumah hanya ada Miss Lauren dan nenek aku dari ibu *Ya, mbah ke rumahku, alhamdulillah, beliau sudah hampir sembuh dari sakitnya*.
Aku ingin cerita tentang beliau, jadi ceritanya gini.
Yah, sekitar dua tahun yang lalu, aku masih ingat, setelah ujian nasional, tiba tiba mbah sakit keras, yang aku ingat, tangan dan kakinya sulit digerakin *eh, stroke? bener nggak? aku lupa*.
Nah, mbah dirawat di rumah, karena perawatannya di rumah sakit jombang, mustahil kan, kalau PP babat-jombang. Nah, saya dengan tampang pahlawan kesiangan membantu beliau untuk melakukan aktivitas sehari harinya. *Rasanya tuh, ya pingin aja, seperti momong anak kecil alias bayi, tahu nggak sih, mereka tuh kayak sama dari sifat mereka. Nggak seperti orang sebaya, atau orang produktif, mereka masih punya ego, yang tidak mau aku kalahkan, sumpah, buat orang kesal.*.
Kembali ke topik, kami tarawih, terus, aku langsung tidur, untuk menembus ngalong kemarin. aku terbangun karena ayah mengetuk pintu ruang tidurku. Kami sahur bersama.
Setelah itu sholat, ke musolla, ngaji, dan kembali pulang. Pinginnya nggak mau tidur, eh, akhirnya ketiduran juga. Bangun, di suruh ibu ngetik, setelah itu, buka leptop, dan ngetik ini deh :D

Selasa, 10 Agustus 2010

Limit di bulan Ramadhan

0 komentar

Yah, sesuai dengan judulnya,

Ngerti limit ngga sih? (neng, sabar neng, jangan marah marah, akhir akhir ini neng sering marah ye) *Aih, sapa yang marah? Nggak marah kok , gan*.

Well, kata itu aku dapatkan dari guru aku tercinta yang berada di SMAN Mojoagung, waktu itu pelajaran Matematika (hah, apa hubungannya Puasa dengan ramadhan) *grr, bawel amet sih !*, nah, guru itu suka banget jodoh jodohin kedua temanku *untung bukan aku*, terus bilang,”wah, si T ada limit dengan si Z ya” *sorry, nama aku samarkan, aku fikir fikir nggak sopan aku mengumbar nama orang di sini tanpa izin*.

Nah, artinya itu kedekatan.

Well, kita bisa menyimpulkan limit itu adalah kedekatan. So, Limit di bulan Ramadhan artinya Mendekatkan diri di bulan Ramadhan. *eh, menurut kamus saya lho ya!*.

Yah, kurang semarak tanggapan aku di bulan Ramadhan, sebenarnya ada kebanggaan, kepuasan, kebahagiaan tersendiri. Biasanya, ketika aku menghadapi suatu acara, atau agenda, bakal bersorak lebay,

Okeh, akan aku lebay kan

WELCOME TO RAMADHAN!!!!

Hahahaha.

Well, seperti yang aku katakana di sebelumnya, sebenarnya ada kebanggaan, kepuasan, kebahagiaan tersendiri, yah, emang iya.

Ngerti nggak sih (aih, curcol nih), waktu bulan sebelumnya, maksudnya bulan bulan sebelum ramadhan, Ibadah aku benar benar terminus gara gara aktivitas, bukannya aku sok sibuk, tapi aku yang sok malas.

Nah, melalui bulan Ramadhan ini, aku akan membayar itu semua. Doakan ya, amin, amin, amin.

How about you, all?

Are you like me?

I think so.

Mari kita melimitkan diri di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini (halah, kayak iklan iklan aja).

Salam persahabatan


Miranti Verdiana Dewi

Minggu, 01 Agustus 2010

Titik titik kebenaran aku

2 komentar
Buku buku telah kehilangan titiknya
Meskipun kata demi kata terurai indah
Judul judul menyentuh jiwa
Desir desir suasana mengharumkan cerita

Kemana titik titik itu?
Ialah penetral kalimat
Ialah referensi kata
Ia jugalah begai kakak kakak

Titik titik itu hilang seketika
Terbawa oleh waktunya
Terbawa ketinggian bukunya
Terbawa arus arus ketidakpastian
Menghilang

Ku hanya menaikkan alis mata
Apakah titik itu sombong?
Apakah titik benci aku sebenarnya?
Hei, inilah aku
Butuh titik titik yang menanti mereka

My activities

style='overflow:auto; height:200px'>