Kamis, 22 April 2010

Unforgettable memories in Singapore

2 komentar
Beberapa hari yang lalu. Tak akan pernah kulupakan. Tak kan pernah ku buang sia sia. Dan tak kan pernah kuacuhkan.
Kukutip kata kataku di laporan : “Aku seperti mimpi. Dan kini telah terbangun dari mimpi itu”.
Kata banyak orang itu lebay. Yeah, memang saya lebay, kan! Wkwk.
Tapi iya juga ya. Benar benar tak terpikirkan untuk kesana. Cita cita ku yang aneh telah tercapai (hei, cita citaku yang lain belum tercapai, seperti bertemu dengan member JSFC seperti amy, ria, ka Julie, ka rv, ka ade, terutama master pula, dll, lalu kuliah di univ yang aku inginkan).
Namun sekarang lebih dari puas.
Aku kesana hari jumat, sebenarnya hari kamis, namun diganti hari jumat (tak tahu kenapa).
Kesan awal naik pesawat (widih, ndeso banget seh!) membuat telinga bindeng ( mir, bahasa apa tuh?),
Kesan awal perjalanan ke hostel (ckckck, singapura rindang juga ya! Teratur!)
(maaf ya aku nggak ceritain sedetail detailnya, karena aku udah nulis kronologinya di laporan untuk majalah, nanti insy aku upload kok).
Waktu itu yang menemani kami jalan jalan adalah Bu Salha cs. Dan aku kagum dengan Bu salha. Alasannya? Ada deh!
Kami ke bukit Candu, ke musical REACH, ke Vivocity, ke woodlands library, ke little india, ke china town, ke polytechnic, ke Kampong Glam, ke science centre, ke Singapore flyer, dan pastinya ke sekolah (REGENT SECONDARY SCHOOL).
Cantik sekolahnya, besar, kegiatannya moving class.
Banyak perbedaan dengan sekolah kita.
Disana terdiri atas 5 tahun, namun di Indonesia, smp 3 tahun, sma 3 tahun.
Disana terdapat air minum gratis lhhooo! (mulai deh ndeso).
Disana multi culture, ada orang china, india, melayu, dan lain lain, namun disana toleransi amatlah besar.
Disana hanya terdapat 8 mata pelajaran, namun disini hingga 15 lebih pelajaran.
Disana sebelum mengikuti pelajaran, berkumpul di lapangan untuk menyanyikan lagu kebangsaan dan ikrar (aku nggak tahu ikrar apa), namun setiap hari selalu melakukan itu.
Satu hal yang kita berbeda lagi dnegan mereka.
Disini kita cenderung sangat hormat dengan guru guru kita. Namun disana tak seberapa.
Mungkin inilah budaya timur.
Aku dengan Firda homestay di rumah Raihanah (nana, I miss u!!!).
Kami tak di flat.
Na, aku senang sekali dengan perlakuanmu. Makasih banyak yah. Aku tunggu kamu di sini. Aku tunggu kamu di rumahku. Okeh!
Banyak kosakata yang kudapatkan darisana.
Seronok : menarik
Best : terbaik
Tandas : kamar mandi
Bilik : ruang
Dewan : aula
Top up : pulsa
Dan lain lain deh, aku lupa. (hehe, pikun lagi pikun lagi).
Udah dulu ya.
Salam persahabatan



Miranti Verdiana Dewi

Sabtu, 17 April 2010

Trailer about singapura. wkwk (nggaya)

0 komentar
hm, welcome to regent secondary school!!
yey, aku telah tiba di Singapura.
Seneng? iya! capek? iya! penat? iya! Sedih? iya! Kesal? iya!
banyak sekali kata sifatnya yah?
wkwk. banyak cerita seronok disini (hehe, reihana, aku pakai kata melayu ya disini, seronok : menarik) wkwk.
keren sangatlah!
aku tak tahu mau caerita apa.
Sekarang, tinggal 2 hari lagi kami akan pulang ke Indonesia.
Dans ekarang saya sedang berkutat di depan laptop buddyku (reihana halim), tengah malem, oiii!
aku tak mau tidur. aku tak mau istirahat. Meski kutahu mataku telah lelah.
Meski kutaku aku telah capek.
Tapi aku tak mau tidur!
Whats wrong with me?
yah, enathlah, aku tak tahu mau mengungkapkan apa disini.
Biasanya saya mendesain dulu(yaela), maksudku menulis di microsoft word. mencari topik, lalu ku copy ke blog. Tapi sekarang tak!.
rasanya aneh banget ya? hehe.
Yah, well, kalau begitu, setelah saya pulang nanti, saya usahakan ke tempat laptop untuk mengobati laptopku yang sedang terkapar, terluka parah di ruamh, dan saya ketik segala yang ku anggap best. dan ku posting disini. Okeh!
ya sudahlah, saya akann tidur dulu.
Semoga besok hari menyenangkan!
Semoga besok aku tak sedih!
Semoga besok aku tak cepat lelah!
Dan yang paling penting, semoga besok aku tak ngantuK! wkwkwk.

Salam persahabatan



Miranti Verdiana Dewi

NB : eh, aku ada banyak foto, kapan2 ku upload yah! okeh!

Kamis, 01 April 2010

kisah wanita tegar di Indonesia

2 komentar
Well, beberapa hari yang lalu, mungkin sekitar satu minggu yang lalu, aku minta e-book dari temanku alivia ayu savira. Ada e-book ciptaan helvy tiana Rosa. Member FLP (pokoknya seperti itulah, entah member atau apa), aku baca baca, dan tertarik pada salah satu tulisannya dan juga sedang berkaitan dengan kehidupanku saat ini.
Well, langsung saja. Baca aja di bawah ya! ^_^
Tahukah anda apa yang membanggakan saya dariseorang kinanti Nasanti?
Setiap orang merasa aman mempercayakan rahasia mereka padanya! Begitu banyak teman (bahkan yang baru mengenalnya) menjadikannya tempat curhat.
“saya sudah cerita semua masalah saya pada Kinan, mbak,”kata Vita.
“Aku ceritakan saja semua pada Mbak Kinan,”tutur Dian.
“Aku sampai nangis, lho, curhat ke Kinan,” kali ini Wida.
“Mbak Kinan, aku mau ceritaaaa…”.
“Nan, ada waktu nggak untuk dengar ceritaku?”tanya Ika.
Dan, apa yang dilakukan Kinan?
Ia mendengar dengan telinga dan hati sekaligus. Ia tidak semata menunjukkan simpati, tapi juga empati. Ia berusaha mencari solusi atau member nasihat yang berarti. Lebih dari itu, komitmen.
Tapi tahukan anda siapa Kinan sebenarnya?
Ia hanya seorang muslimah biasa dengan tubuh yang sangat mungil (serupa anak saya yang menjelang kelas II SD). Hari harinya adalah cobaan. Ayahnya sudah meninggal. Sang ibu sakit sakitan. Ia masih harus menghadapi seorang kakak yang tidak stabil secara mental serta seorang adik yang sakit jiwa! Belum lagi masalah lainnya. Dan, ia menghadapinya dengan ketabahan luar biasa.
Bagaimana bisa? Pikir saya.
”Allah, mbak. Allah tempat bersandar yang sejati. Ia pasti tak akan membiarkan hambaNya. Ia tak akan membiarkan saya, mbak,” katanya suatu ketika.
Di tengah dera cobaan, ia bisa lulus kuliah dari Universitas Indonesia dengan nilai baik. Ia mengajar di sebuah pesantren dan dicintai begitu banyak muridnya. Ia masih sempat bekerja di sebuah penerbitan, menulis untuk beberapa majalah dan antologi cerpen bersama, membina majelis taklim, menjadi pengurus organisasi Forum Lingkar Pena dan aktif dalam berbagai kegiatan Partai Keadilan di wilayahnya.
Tidak hanya itu. Hari hari belakangan ini, ia sibuk memikirkan teman temannya yang belum menikah pada usia menjelang atau lebih dari 30 tahun, dan mencoba mencarikan untuk mereka lelaki muslim yang baik. Tidak memikirkan diri sendiri. Tidak rendah diri karena tubuh mungilnya. Hanya kerendahan hati. Tak ada duka karena derita. Hanya mata yang berbinar dan senyum saat bertemu kami.
By : Helvy Tiana Rosa



Akhir kata, maaf beribu maaf, aku telah egois.
For : someone

My activities

style='overflow:auto; height:200px'>