Sabtu, 20 Februari 2010

Orang yang beruntung

3 komentar

Orang yang beruntung. Apa yang ada dipikiran teman teman ketika ku mengatakan itu?
Terserah opini kalian, tapi, ibuku membandingkan antara orang yang beruntung dan TIDAK beruntung. Berkali kali. Maybe, setiap menasehatiku.
Dengan lembaran elektronik ini, aku pun akan membuat pengakuan, bahwa aku memang lah orang yang beruntung.
Aku adalah orang yang beruntung, karena aku bisa terlahir dengan sempurna dari kedua orang tua yang lengkap. Masih ada di luar sana yang lahir dengan cacat, ata terkadang (maaf) ada juga yang terlahir tanpa orang tua yang lengkap.
Aku adalah orang yang beruntung karena aku mempunyai orang tua yang masih ada hingga sekarang, dan aku yakin selalu mensupport aku. Masih ada di luar sana yang ayahnya atau ibunya masih ada ketika ia masih sangat sangat membutuhkannya, sebagai contoh yang paling gampang, adalah nabi kita, terlahir ketika ayahnya tidak ada, ibunya pun menyusul ketika beliau belum remaja.
Aku adalah orang yang beruntung karena mempunyai saudara kandung perempuan. Masih ada disana yang anak tunggal, ia luntang lantung sendirian tanpa sodara, benar benar butuh teman ia.
Aku adalah orang yang beruntung karena meskipun aku ingin banget punya kakak laki laki, tapi aku anggap semua teman laki laki yang lebih tua sebagai kakak aku. Masih ada disana, yang mempunyai kakak laki laki kandung, tapi tak bisa memanfaatkan itu.
Aku adalah orang yang beruntung karena aku adalah anak kedua dari 3 bersaudara, karena tengah itu lebih enak. Hehe. *alas an yang GJ*. Masih ada disana yang anak terakhir, amat sangat di protect oleh ortunya, dan kalau anak pertama, diberi tanggung jawab lebih besar daripada adik adiknya.
Aku adalah orang yang beruntung karena aku masih mempunyai keluarga dan saudara. Meskipun kedua kakek aku sudah dipanggil. Masih ada di luar sana yang sebatang kara, sehingga jika ada keperluan, ia tak tahu minta tolong kepada siapa.
Aku adalah orang yang beruntung karena aku mempunyai SD 1 Mojotrisno yang masih bisa aku banggakan dengan berjuta kenangan. Sahabat saya di SD, ainun jariyah, Rahmawati, Yoranda Putri Ristanti. Hehm, namun, sekarang sudah tidak serekat dulu. Masih ada di luar sana, yang SD nya berpindah pindah, sehingga harus menghabiskan waktu untuk beradaptasi.
Aku adalah orang yang beruntung karena aku mempunyai SMPN Mojoagung yang tidak kalah hebatnya dengan SMP lainnya. Dengan teater wadtera yang ku akui, bener bener buat ku nyaman, dengan guru guru yang tak sekeras SMA, dengan keunikan yang lain. Beserta teman saya lainnya. Saya yakin, masih ada di luar sana yang terpaksa nggak sekolah, atau ada yang homeschool *eh, bener nggak kata katanya? Maksudnye sekolah di rumah*.
Aku adalah orang yang beruntung karena aku dulu pernah mendapat juara cipta cerpen. Ini yang mengantarkku untuk punya motivasi, untuk tetap melanjutkan blogku yang semakin tercampur aduk dengan pikiran pikiran yang aneh, walaupun aku dapat itu nggak sengaja.
Aku adalah orang yang beruntung karena duduk di SMAN Mojoagung, bukan di SMADA yang dulu aku renungkan. Yang dulu aku mimpi mimpi kan, karena ya begitulah, aku bangga dengan SMA ku sekarang, pokoknya bangga, jikalau aku ke SMADA tak kutemukan banyak hal seperti disini. Aku yakin itu.
Aku adalah orang yang beruntung karena tiba tiba saja aku dibelikan laptop sama ayah, karena aku menuruti beliau masuk ke SMA ini. Ini lah yang membuatku menyukai IT.
Aku adalah orang yang beruntung karena aku cewek karena jikalau aku cowok, nulis aneh aneh, lembut lembut seperti segalanya yang telah ku tulis, akan terdengar antik. Mana adalah cowok seperti itu. Hehe.
Aku adalah orang yang beruntung karena aku duduk di X-1. Kata banyak orang, ini kelas piihan. N, I get it.
Aku adalah orang yang beruntung karena ngefans sama joe sandy. Karena dia, ku dapat segala manfaat, meskipun akhir yang pahit *mir, jangan crita mir! Stop! Udah ya*(sapa yang mau crita), pernah saya mengirim ini kepadanya,”kk telah mengajarkan ranti segalanya, bagaimana dengannya, cara bersahabat, cara cari teman, cara memotivasi, cara menghargai perbedaan, cara berteman, tapi juga mengajariku cara bermuka nggak tegaan (bermuka dua) …….”. Setiap pengalaman adalah sesuatu yang berharga untuk kita, dan segala yang kudapat akan membantu aku untuk melihat hari esok.
Aku adalah orang yang beruntung karena allah member masalah setiap langkahku, kata temanku, itu tandanya, allah memperhatikan kita.
Yang terakhir, Aku adalah orang yang beruntung karena aku adalah orang yang Islam dan ingin tetap Islam. Saat awal islam muncul, agama itu dilarang oleh orang orang tinggi, sulitnya orang untuk masuk islam, dan kita nggak boleh menyia nyiakan semua ini.
Well, finally, kita semua adalah orang yang beruntung karena kita dijadikan sebagai manusia. Bukan hewan, tumbuhan, setan, jin, dan lain sebagainya

Salam persahabatan



Miranti Verdiana Dewi

Tragedi blog anehku

0 komentar
Ayahku berkata,”bawaannya laptop, koq kalah lomba IT”.
Hah? Haruskah yang biasanya membawa laptop itu menang atas segalanya?
Ada banyak peminat IT di sekolah kita, tak ayal, biar kusebut satu satu, dari kelas X-1 sampai X-7 ya.
Saya sendiri (miranti), alivia ayu, markzy, zulfikar, haidir, bagus, oddie, adi, rahmada, jhovan, hasmi, indi, geby, yidda, fita, heri, faris, lita, adelia, andika, dan masih banyak lagi yang tak ku kenal namanya.
Itu masih kelas sepuluh, aku tak yakin yang kelas sebelas, ada banyak sekali, ada tuh, ketua IT yang menyebalkan *kerap kali teman2 menyebutnya .co.cc gara tragedi ngeselin itu (padahal aku yang bener looh!*, ada pula, yang pinter buat film, ada juga yang biasa kupanggil ‘pendek’, hehe, kalaupun ada yang tak terdengar kepandainnya dalam IT, tiba tiba muncul tak terduga.
Gue masih kelas satu, yah. Gue cewek, gue masih benih, nggak kayak orang orang yang sudah hebat, untuk install XP saja sampai ngeror, ribet kemana mana, gue masih bodoh.
Kelas satu, ketika aku berkata itu, lansunglah disangkal dengan guru TIK kita, toh, yang menang lomba blog kemarin juga ada yang kelas sepuluh *eeeh, jurinya lain, mas!*,
Cewek, yaela, ni disangkal lagi dengan kk IT, dia bilang,”tuh ti, lupa ya? Dulu sudah ku ceritakan, rekor IT yang megang aja cewek, masih muda pula”. Ketika ku berkata,”yah, dia kan jenius, aku pas pasan”, dan bla bla, tertepislah aku.
Masih benih, kalau kali ini, biar aku jawab sendiri, semuanya itu dimulai lah dari nol, mungkin kali ini kita nggak bias, tapi karena inilah, kita pasti akan bias di hari selanjutnya.
Well, lenngkaplah jawaban akan keluhan ku.
Tapiiii, masih ada tapinya nih,
Banyak pertanyaan mengganjal dihatiku.
Mengapa yang hebat IT kebanyakan cowok, bukannya cewek?, lihat saja, dengan kasusku yang kemarin, yang laptop eror, toh itu minta bantuan cowok cowok, ke cewek? Siapa?
Langsung sajalah, guru TIK di SMAN mojoagung, kebanyakan apa? Pastilah cowok! Yang cewek hanya satu! Itupun aku tak kenal siapa dia.
Pokonya jaranglah kutemui tentang cewek. Bisa juga sih termotivasi, seharusnya aku bisa membanggakan para cewek itu bisa meraih martabatnya, tapi kembali lagi, nginstal windows aja lum tentu bisa, palagi mau menandingi cowok. Heran? Iya! Apa istimewa cowok sehingga ia bisa hebat!
Mungkin itu salah satunya yang sedang mengganjal.
Ada tanda Tanya besar dengan lomba blog kemarin, okeh, saya terima, saya masih belia, tapi, saya tak mengerti criteria penilainnya,
Well, saya setuju dnegna pemenang lomba pertama, tapi kalau yang kedua? Masih tak mengerti saya!
Tapi, okelah, saya punya strategi lain di hari nanti, bagi yang mau ikut, nggeh monggo, kalau tidak, ya udah! Sekarang saya tahu akan semuanya.
Terkadang, jika melihat blog kami, kami merasa malu, tak bisa memberikan yang terbaik untuk mereka, okelah, sekarang saya akan memberikan yang terbaik untuk blog pribadi ini : pink butterfly.
Tetep eksis ya *kapan eksisnya ya? Perasaan sepi mulu, sedikit pengunjung*.
Oya, sedikit info,
Pemenang blog pertama : www.learnmorewithus.blogspot.com
Pemenang blog kedua : www.zhipzigha09.blogspot.com
Akhir kata, teruslah berkarya! Tuangkan ini smeua di blog tercinta. Yang insya allah, tak akan saya ubah alamatnya. Kecuali jika ada inovasi yang lebih bagus. Hehe
Salam persahabatan


Miranti Verdiana Dewi

Sabtu, 13 Februari 2010

SMAN Mojoagung, itulah SMA kita

0 komentar
RSBI SMAN MOJOAGUNG. Sekilas, suatu hal yang aneh, little antic, jika ada RSBI di pinggiran kota. Tapi tidak untuk mojoagung. Guru guru penulis mengatakan bahwa SMAN Mojoagung adalah satu satunya RSBI yang berada di pinggiran kota, atau , bahasa kasarnya ada di desa.
Hal semacam itu, bisa jadi membuat mental orang lemah, atau semakin semangat.
Dikatakan semangat karena ternyata, nggak hanya di kota yang lebih baik daripada di desa seperti pandangan orang orang kolot. Namun, di desa seperti di SMAN Mojoagung pun bisa berprestasi.
Namun, jika dikatakan lemah, karena artanipun mboten wonten. Bisa dibilang, *kata guru guru nih*, RSBI Mojoagung adalah RSBI yang paling murah. Terbukti dari kita yang masuk ke SMAN Mojoagung tercinta ini dengan membayar uang gedung. Hehm, di RSBI lain, penarikan uang gedung lebih tinggi daripada di sekolah tercinta. Sebagai contoh, SMADA *denger dengernya sih*, menarik uang gedung 5 juta. Lah, kalau sekolah kita? Hanya 1,5 juta, dan itupun belum lunas semuanya.
Hehm, ada hal yang aneh dengan penulisan ini kan?
Well, penulis suka banget banding bandingkan dengan SMADA. Why?
Mau dijawab simple, dijamin nggak bakal bisa. Tapi akan penulis usahakan
KARENA, sejujurnya, cita cita penulis di SMADA, penulis tak melirik sama sekalipun tentang RSBI yang satu ini *padahal tiap minggu melewati sekolah ini lho*. Entah, berjuta angan angan sudah kurajut di SMADA nantinya. Tapi, terkaget kaget, tersedak sedak, keselek selek, terheran heran, mengapa sekarang bisa duduk di bangku SMAN Mojoagung.
Mau Flashback? Keliatannya bukan hal yang tepat untuk saat ini. Lebih baik, baca sendiri di postingan sebelumnya ya! *mir, siapa yang mau baca blog kamu? Soto dah, wakakak*.
Sejuta cara aku lakukan untuk mencintai SMA ini. *TIDAK! Mari kita kembali ke bahasa yang awal*.
Sejuta cara telah penulis lakukan untuk mencintai SMA ini. Terlalu banyak. Saking banyaknya, entah, penulis lupa telah melakukan apa. Karena, konon, jika tidak mencintai tempat yang ditinggal *SMAN Mojoagung adalah tempat tinggal kedua setelah SMA. Itulah yang dikatakan banyak teman, dan postingan blog kelas tetangga*, tidak akan nyaman di tempat itu.
Dan termasuk tentang ‘itu’.
Waktu kemarin, berbincang bincang di saat jam kosong, bersama teman teman, *supaya mereka ikut terkenal, aku sebutkan juga ya disini, wkwkwk*, Eliya Nur Fadila, Markzy Brondy Laskmy, Alivia ayu Savira, heeh, suatu hal yang sedikit mengesalkan, berbincang bincang tentang d’maship, parsel, bulan, , etc, . Sebenarnya rek, itu adalah salah satu alasannya. Menurutku cuman dua orang sih, d’maship hanya bulan.
Udah trauma karena satu hal, penulis nggak akan suka sama orang sampai selama mungkin. Well, hanya akan jadi jembatan mencapai semangat *meskipun semangat itu racun*. Karena, No body is perfect.
Terlalu banyak omong kosong, kita kembali ke masalah awal.
RSBI Mojoagung, adalah SMA penulis tercinta.
Semakin hebat dengan prestasinya dan cetakan murid yang berkualitas. Terbukti dengan banyaknya murid yang terdaftar menjadi mahasiswa perguruan tinggi negeri.
Ada pula, *yang sedang di bangga banggakan guru guru*, cetakan SMAN Mojoagung itu sedang bekerja di Korea Selatan, dan menggiring adik kelasnya agar masuk di univ Korea. Semoga kakak kakak itu berhasil! Caiyoo!
Salah satu guru kami berkata,”Dari segala penjuru perguruan tinggi sudah dimasuki murid kita, tinggal ITB yang belum”, OMG, penulis membatin,”akuuuu! Akuu tuh yang akan ke ITB! Bersama sahabat tercinta, *disebutkan pula ya, supaya terkenal juga. Wkwkwk* Eka Utami Putri.
Wew, cita cita yang sulit untuk dikabulkan ya.
Ada juga tema penulis, yang amat sangat mencintai Negara sakura, Yep, Negara Jepang, yah, cewek yang sulit banget dipanggil namanya itu *tak tahulah, dari bahasa apa namanya*, mengatakan bahwa rela melakukan apa aja demi ke Jepang.
Tak jauh dari itu, sahabat penulis pun juga sama seperti itu, *penulis sebut juga ya, supaya ikut terkenal* Ria Anastasia, sekarang dia sedang semangatnya belajar agar bisa ke Jepang.
Buat teman teman, semoga sukses ya! Caiyoo!
Akhir kata, penulis berharap, SMAN Mojoagung tetap Berjaya! Semakin eksis! Dan tetap kompak, buktikan, bahwa kita tidak kalah dengan RSBI di kota!
Master joe berkata,”caiyoo!”.

Jumat, 12 Februari 2010

Kembali lagi penulis aktif di Facebook!

0 komentar
Sedeikit jadul sih, di saat dunia sedang merebaknya twitter. Disaat banyaknya maslaah tentang facebook. Penulis masih mencintai facebook.
To the point saja, salam satu minggu penulis tidak update status karena telah berjanji tidak akan update status, setelah mendapatkan wall dari ka joe.
Tapi bodoh tetaplah bodoh, itulah miranti. Sama saja, wall nya tenggelam, dikarenakan seringnya koment di status orang, dan kirim post di wall orang.
Tak ada bedanya kan?
Tapi berhubung penulis telah berjanji, maka penulis pun harus menepatinya.
Sebenarnya, tak ada hal yang istimewa sih, kontek juga pernah, mengapa di facebook ikut ikutan, kuker banget penulis kan? Tapi berhubung, dulu pernah ditanyai teman,”mir, kata’e suka joe sandy, tapi koq g pernah dapat wall dari nya”, jadi berfikir lola, dan ditamah pula, teman penulis ada yag sesame fansnya, mendapatkan wall dari dia, aku harus membuat straregi untuk mendapatkannya. Dan tak seperti strategiku yang biasanya gagal, untuk sekarang berhasil. Tak peduli, penulis lebay atau tidak, tapi bangga karena ini.
Tak ada hal yang istimewa tentang respon orang banyak. Malah, sebagian besar orang tak ada yang tahu jika penulis mendapatkan wall dari master joe. Karena seperti dulu, jika dulu saja, penulis sok menasehati teman teman untuk tidak pamer, mengapa tidak untuk sekarang? Penulis harus nggak pamer. Dengan cara, tak mengasih tahu, *tapi lewat note dan blog ini pun, sama saja dengan pamer!!”. Oh, menurut penulis itu beda! Pokoknya beda! Tak perlu penjabaran yang luas!
Tak update status seminggu, rasanya mengganjal sekali. Terlalu banyak yang ada di pikiran.
Di ambil to the pointnya saja.
1. Hari Minggu, ketika di pare, dan di saat di warung, dan pada saat minum es jeruk , tiba tiba,’ceplok’, ada cicak jatuh tepat di tangan kananku. Phobia, nggak sih! Tetapi kaget sekali! Ku bias biaskan, malah jatuh di mulut gelas. Sehingga es jeruk itu mubadzir.
2. Gara gara suka baca status orang, dan main main di profil orang, dan terlalu banyaknya teman penulis di Facebook, aneh aneh. Sekarang penulis sering ngobrol dengan nurani memakai, kata ‘gue’. Good or bad?
3. Bangga sekali lagi! Bcoz, joemania bangkit kembali, karena pesan iseng yang penulis kirim untuk all of members. Tapi sekarang meredup lagi sih, hehe
4. Hal yang paling benci, ada dadakan check point 1 cambridge. Zzzzz, benar2 soal yang susah! Dan penulis hanya bisa pasrah.
5. Libur berselang seling, mengapa disaat selasa yang masuk? Padahal penulis ingin ikut ortu ke Surabaya pada waktu hari selasa.
6. Pada hari rabu, disenangkan sedikit karena ada good planning. Ada bimbingan membuat flash! Ahai, aku ingin jadi orang IT sejati.
7. Well, sebenarnya valentine dilarang oleh agama. Penulis harus menanggapinya bagaimana?!
dan masih banyak lainnya. tapi lupa. maklum pikun. hehehe

okeh

salam persahabatan




Miranti Verdiana Dewi

pamer foto. haha

2 komentar
Sekilas, Nampak aneh jika ssaiiaa menulis kata tadi. Karena ssaiiaa biasanya memakai kata penulis.
Well, akan ssaiiaa kembalikan ke bentuk yang biasanya. Penulis.
Hihiihi, penulis mau pamer editan foto penulis.
Sedikit saja, biarpun jelek. Yang penting penulis telah berkreasi.
Ini dia!

Rabu, 10 Februari 2010

Valentine day

0 komentar

Dikhususkan untuk muslim

Hari yang dinanti nanti oleh banyak orang, khususnya remaja pada masa sekarang. Pada hari itu, hamper di seluruh dunia mengungkapkan kasih sayangnya, terutama kepada lawna jenis. Tapi, How about moslem? Can we join to this day? Lalu apa asal usul valentine day itu?

Well, pink butterfly akan mencoba mengupas kulitnya sekedik mawon.

Valentine day.

Nama ‘valentine’ adalah nama seorang pendeta katolik Romawi yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di bawah pimpinan kaisar Claudius yang terkenal kejam. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamnya. Oleh karena itu, Valentine amat sangat membencinya. Karena itulah, ia dipenggal pata tanggal 14 Februari.

Sebelum ia dipenggal, ia menyempatkan menulis sebuah pesan untuk seorang gadis yang telah ‘menemaninya’ selama di penjara. Di akhir pesan, ia menuliskan,”dengan Cinta dari Valentinemu”.

Ia meninggal pada saat rakyat Romawi telah mengenang Februari sebagai festival Lupercalia. Sebuah tradisi untuk memuja para Dewa. Dalam tradisi tersebut, para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.

Akhirnya, pada tahun 496 Masehi, pendeta Gelasius menetapkan 14 Februari sebagai hari penghormatan bagi Valentine. Seorang pejuang cinta. Semenjak itu, pada 14 Februari, dunia merayakan hari kasih sayang.

Well, itulah cerkat (cerita singkat. Wkwkwk) tentang sejarah Valentine day.

Lalu, bagaimana dengan acara itu di Negara kita?

Makin sumringah ya!

Pada zaman sekarang, banyak ornag mengatakan bahwa hidup ala barat adalah hidup yang modern. Semua budaya barat dianggapnya menarik. Banyak ornag mengatakan, itulah dampak globalisasi. Namun, jika negara kita, yang mayoritas agamanya islam, disamakan dengan hidup barat yang mayoritas agamanya nasrani *maaf, jika ada yang tersinggung*, amat lah berbeda. Begitu juga dengan VALENTINE DAY.

Dalam hadist Nabi Muhammad SAW,”Bukan umatku yang sempurna bagi orang yang tidak punya kasih sayang terhadap sesama. Dari itu, kalau kasih sayang ditentukan, berarti hari lainnya bukan hari kasih sayang”. Well, dari hadist nabi tersebut, kita sudah mendapatkan jawaban akan Valentine day.

Banyak ulama mengatakan bahwa Valentine day diharamkan, karena itu bukanlah hari kasih sayang, melainkan perayaan Dewa Romawi Kuno yang dilakukan umat umat Katolik Roma.

MUI pun juga mengeluarkan fatwa bahwa Valentine day haram, alasannya dikarenakan budaya tersebut berasal dari nonmuslim.

Bagaimana jika kita mengucapkan selamat pada Valentine day tersebut?

Salah satu pakar Agama mengatakan bahwa itu haram. Sekali lagi, alasannya dikarenakan budaya tersebut berasal dari nonmuslim.

Lalu, bagaimana dengan sobat semuanya?

Up to you. Kita hanya saling mengingatkan.

Jika ingin mendapatkan rahmat dari Allah, ikuti perintahnya, jauhi larangannya.

Salam persahabatan

Miranti Verdiana Dewi

Source : Majalah Nurani edisi 472

Senin, 01 Februari 2010

PUISI DAN BULAN

4 komentar
Angin semilir menerpa rambutnya yang kusam. Kusam. Tak terawat. Kusut. Wajahnya terlihat kuyu. Capek. Berminyak. Badannya letih. Lemah. Ya. Terlalu payah dia menjalani hidup itu.
Pagi bukanlah pagi untuknya. Siang bukanlah siang untuknya. Namun, malam pun bukanlah malam juga untuknya. Singkat kata, pagi, siang, dan malam di harinya sama saja. Hanya bermuka memelas, di pojok polisi polisi lampu merah. Seperti orang orang terdekatnya, ia diacuhkan, dibiarkan oleh sang pejalan besar (baca : orang berkendaraan. Red). Teringat olehnya satu puisi yang membahasakan dirinya
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi

Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di pagi hari
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda
Kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju arah padang bakti

Entah, ia selalu melantunkan puisi cantik itu. Dimanapun berada. Hingga suatu hari, ia pernah mengaransemenkan puisi itu dengan lagu. Hasilnya? Jangan ditanya. Rezeki nomplok.
Dengan bersahabat, ku dekati ia, ku pandangi sorot matanya akan kelemahannya. Kasihan.
“Sering main main disini ya dek?”, ku tanya dengan lembut. Namun ia hanya memalingkan muka. Terlihat akan sorot matanya, teriris hatinya’.
Ku ulangi kata kataku dengan semakin lembut, namun, hanya deruan mobil mobil mewah lalu lalang di depanku yang menjawab akan pertanyaan itu.

Aku kaku. Aku bukanlah orang supel. Aku bukanlah pendialog yang handal. Namun, dengan sejuta pertanyaanku terngiang di kupingku. Ku mencoba lebih ramah kepadanya.
“Adik, Mau kah jalan jalan bareng ama kakak?” kataku dengan sangat sangat, sangat ramah, namun, ku tak seantusias menunggu jawabannya seperti tadi. Satu menit. Dua menit. Ku terpaku. Hasrat ingin pergi meninggalkannya. Namun, Seuntai tangan menggandengku. Tangan berhati lembut. Meski dari kulitnya yang kasar.
Tak seperti yang aku bayangkan. Awal ia menggandengku dengan lembut. Namun jalannya menjadi lari. Semakin lari kencang. Kencang. Aku tak bisa mengikutinya. Ia menjadi menggeretku. Aku hampir terjatuh. Tapi ia tetap acuhkanku. Ku coba meronta ronta, keluar dari jeratan tangannya. Namun genggamannya se
makin kuat. Kuat sekali. Larinya semakin kencang. Dan ‘sreeet’, dia menjatuhkanku di belakang dinding rumah kosong. Telah berlumut. Sepi. Sunyi. Kumuh.
“Apa yang ingin kau lakukan?” ku tanya takut takut. Entah, aku jadi bingung dengan sendirinya. Otakku jadi teracuni akan hal hal negative tentangnya.
Ia berbalik arah. Tak terlihat dariku dari wajahnya yang ku anggap tegar itu. Tak terlihat pula sorot matanya yang ku kira sedang tersiksa. Dan ternyata semua ini terjadi tragis. Otakku termasuki sel sel yang kejam. Aku mencari beribu cara keluar dari sini. Ku lirik kananku, penuh lumut. Ku lirik kiriku, terlalu kecil celah untuk keluar kesana. Siap siap ku cari barang tajam sebisanya. Namun nihil jadinya. Hanya Tanah berlumut yang membuatku hampir terpeleset saat ku dijatuhkannya.
Namun, karena kesunyian di tempat ini, ku dapat mendengar isak tangis seseorang, kucari, cari dan, ternyata suara itu…

Ia membalikkan badannya. Masih terlihat olehku, tetesan air matanya. Ya, ternyata ia telah menangis. Entah tak tahu mengapa. Sel jahat di otakku tak kunjung pergi.
Ia menjatuhkan dirinya di sampingku. Meringkuk. Sesekali menutupi wajahnya dengan tangannya yang kasar. Sesekali pula menjauhkan pandangan jauh. Jauh ke langit yang kuning keoranyean.
“Kakak benci ma aku? Kakak muak denganku?”tanyanya yang semakin meninggi.
Aku semakin tak mengerti. Sebentar sebentar ia malang, sebentar sebentar ia kesetanan. Dalam hati,’are you psiko?’ ops, jangan dah sampai terdengar di telinganya
.
“nada tanya kakak, nada suara kakak menyinggungku. Kakak tega kepadaku”. Katanya merendah.
‘What the hell? Aku masih tak mengerti. Oiii, apa yang harus kukatakan. Dari tadi aku seperti orang bisu’, kataku dalam hati.
Ku hanya bisa merangkulnya. Speechless. Masih tak mengerti apapun.
Tangisnya semakin kuat. Tak kunjung reda. Ku biarkan ia membuang bulir bulir tangisnya. Biar. Biar ia tenang terlebih dahulu. Tangisnya semakin terisak. Memudar, hilang, hilang, dan berhenti.
Aku terpaku. Dalam hatiku menyuruh untuk diam kaku. Tidak bergerak. Entah, sekarang ku kasihan dengannya.

Senja telah datang sejak tadi. Malam akan segera mewarnai malam itu. Aku bingung. Badanku pegal pegal. Namun, tak bisa begitu saja ku biarkan ia meringkuk sendirian disini.
Ku pandang tubuhnya yang ringkih. Rambutnya, wajahnya, badannya, dan tangannya. Tangannya? Apa gerangan yang terselip di jemarinya yang kotor.
Dengan gerakan slow *mencoba untuk menjadi pencuri handal dadakan*, ku mengambil benda itu.
Matanya terbuka tepat ketika ku berjuang membuka jemarinya. Dengan sigap, ku lepaskan itu. Ku coba berdiri.
“kakak ingin mengerti benda ini?” tanyanya rapuh.
‘what? Ketahuan juga nih aku. Tamat dah’.

“Kakak ingin tahu, apa perjuanganku untuk tetap hidup? Kakak ingin mengerti betapa bodohnya sikap kakak? Kakak ingin tahu, mengapa aku bersikap aneh kepada kakak?”tiba tiba tanyanya aneh”aku bukanlah orang tegar kak, aku bukanlah orang yang berlimpang harta.Dan aku bukanlah orang yang biasa saja melupakan masa lalu pahit itu. Aku bukanlah itu kak!”
“maksudnya?” ‘oh my god, hanya itu yang bisa kukatakan? Tidak!’
“Maksudnya? Pertanyaan kakak nggak logis!” ia membuang muka. Dan dengan gerakan lambat dia berdiri. Tiba tiba saja, senyumnya mengembang. Merekah. Tak lama kemudian, tertawa, tawa yang tak wajar. Seperti tawa iblis. Aku mundur seketika. Entah, tak tahu apa yang bisa aku pertahankan. Aku hanyalah cewek, yang tak pandai mengontrol emosi orang, dan sekarang terperangkap nggak jelas di depan cowok psiko *maybe*. Ya, sejuta penasaranku tentangnya
tiba tiba saja menghilang. Sudah tak minat aku.
Ia berhenti tertawa, Mengawasi wajahku. Teliti sekali. Tak kutemukan kelopak matanya tertutup sebentar untuk mengedipkan matanya. Dengan modal nyali, ku berkata,”Dek, ka..kakak bo..bo..leh pulang?”. ‘fiuh, susah amat mengatakan kalimat tadi’.
Ia tetap memandangi wajahku. Dari sorot matanya, ia tak mau betul, ada yang mengganggunya.
Aku menjadi salah tingkah. Ku rogoh saku di bajuku. Ku ambil HPku sembunyi sembunyi. Aku mencoba untuk menelepon temanku yang tempatnya di dekat sini.
Jeglek. Suara itu, suara keypad HPku. Ku buat nyaring. Mati gue.
Dengan cekatan, ia merampas HPku. Digenggamnya erat erat. A
ku tak sanggup menolaknya.
Malam ini semakin dingin. Sayup sayup ku dengar suara adzan isya’. Bulan menyinari kami berdua dengan terangnya. Mungkin, tapi aku yakin. Wajahku pucat pasi.
Dengan lembutnya, ia mendudukkan ku. Lembut sekali. Tak sekasar di awal tadi. ‘what the hell? Aku masih nggak ngerti dengan ini anak’. Dan ia pun ikutan duduk bersanding denganku.
Ia tersenyum kepadaku, mengikuti arah mataku yang sedang mencoba menikmati bulan itu. Tapi aku! Dalam hatiku,’deg. Deg. Deg’.
“Maaf kak, buat kakak takut”. Katanya lembut sekali. Aku hanya mengangguk dengan terpaksa. Tak tahu, apa yang harus ku perbuat.

Lama sekali, sunyi. Satu menit, dua menit, sepuluh menit. Tak ada bunyi sedikitpun yang keluar dari kami. Dan tiba tiba saja, “Dulu, kakakku sering sekali memandangi bulan sampai larut malam. Dengan menyanyikan senandung lagu lagu kesukaannya. Tersenyum sepanjang malam. Dan tak mau, ada seorang pun yang dapat mengganggunya”katanya di awal cerita,”Ya, bulan cantik itu, seperti halnya bulan yang kakak pandang”.
Ku toleh ia takut takut. Jadi salah tingkah. Ternyata ia dari tadi memandangiku.
“Mengapa kakak diem? Ada yang salah dengan ceritaku?”katanya heran.
Ku coba menyatukan konsentrasiku. Merangkai kata demi kata yang aku bisa, dan, akhirnya,”Lalu, sekarang kakak kamu dimana?”.
“Dia mencari bulan itu. Dia berjalan menuju bulan itu. Dan beberapa tahun silam, dia telah mengatakan, dia telah ada di bulan. Sungguh indah kata
nya”.katanya penuh arti.
Aku mengerti apa yang ia katakan. Aku mengerti apa yang dia maksud. Tapi seperti tadi. Tak bisa meluncur satu katapun dari mulutku.
“Dalam pesannya, ia tersenyum penuh arti. Aku senang melihatnya tersenyum”. Di bukanya genggaman kertas di tangannya. Kertasnya kumal. Lusuh. Kecoklatan karena tanah tanah melekat di kertas itu.
Ini yang diberikannya beberapa tahun silam.



Bulan ini dengan bulan itu? Apa sih maksudnya. Aku masih tak mengerti. Rancu perkataaanya.
“kakak mengerti apa maksudnya?”tanya nya dengan polosnya.
Aku hanya bisa menggeleng. Sekali kali menengge
lamkan pikiran terhadap surat itu.
“Bulan itu. Ternyata cowok yang dia sukai bernama bulan. Bulan adalan nama seorang cowok!”katanya meninggi.
“Lalu, mengapa dia sering melihat bulan?”tanyaku penuh penasaran.
Ia mengalihkan pandangan menuju bulan, menerawang, air matanya mengucur deras lagi. Tapi, ia mencoba tepiskan. Dan berkata,”bulan sudah ada di bulan sana”, katanya sambil telunjuknya menunjuk bulan.
Ya, aku ngerti maksudnya, bulan yang ia maksud, bukanlah bulan yang ada di alam ini, tapi bulan dalam tanda kutip : ‘dipanggil Tuhan’.
“kakakku mencoba mencari bulan itu dengan..”ia tak kuasa mengatakannya. Dan kucoba melanjutkan,”mengakhiri hidupnya?”.
Ia mengangguk. Ia tak bisa menepiskan lagi tangisan itu. Semakin deras ia menangis. Sesenggukan. Aku tak bisa menghentikannya. Meskipun aku tahu, malam semakin larut.
“Wajah kakak persis dengan kakakku. Apakah kakak suka melihat bulan?”,tanyanya ketika ia mengakhiri tangisnya.
“Aku lebih suka lihat kupu kupu. Cantik sekali. Indah”. Kataku, tersenyum.
“Syukurlah”.
“Lalu, mengapa adik suka sekali menyanyikan puisi itu, puisinya chairil anwar?”tanyaku seketika.
“Aku nyesel sekali, biarkan kakakku lakuin hal bodoh, kak! Masih ada kan bulan lain di ala mini. Mengapa dia ingin cari dan mencari bulan yang udah termakan hidupnya!”,katanya dengan penuh penyesalan,”Apa kakak mengerti, kenapa aku mau lakuin bodoh ini? Mengemis, hoby di lampu lalu lintas?”.
Ku gelengkan kepala lagi.
“Aku di asuh bulan. Orang yang berkuasa di tempat ini”. Katanya tersenyum, seraya berdiri, berjalan menjauh, meninggalkan aku. Yang sedang terbengong, Bingung. Namun, telah terjawab sudah, pertanyaan yang mengiang ngiang di kepalaku.

My activities

style='overflow:auto; height:200px'>